JKKI Juni 2013: Sistem Pembiayaan dan Kebijakan Pengendalian Biaya

Kali ini, Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) telah masuk nomor penerbitan Vol. 2/ No. 2/ Juni/2013 (Anda dapat mengikuti edisi selanjutnya dari jurnal ini melalui pendaftaran Alert System di sisi kanan atas website ini). Edisi jurnal KKI Juni terkait penelitian kebijakan berobat gratis dan implikasinya. Telah disebutkan bahwa dampak positifnya berupa peningkatan utilisasi pelayanan, namun diperkirakan menimbulkan moral hazard dan penurunan motivasi di sisi para penyedia layanan. Masalah utama yang ditemui yaitu keberlanjutan dari sistem berobat gratis karena kebutuhan anggaran dan lemahnya mekanisme pengendalian biaya. Apakah berobat gratis hanya kebijakan politis saja? Jika seperti itu adanya, maka sistem ini hanya bersifat politis sebagai janji pemilu dan merugikan sistem kesehatan. Ataukah sistem berobat ini kebijakan yang aplikatif ? Simak lebih lanjut melalui link berikut 

Kemudian, artikel lain yang dapat Anda simak diantaranya:

Pelaksanaan Kebijakan Obat Generik di Apotek Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau

Evaluasi Implementasi Kebijakan Persalinan Bagi Masyarakat Miskin Oleh Bidan Praktek Swasta di Kota Tanjungpinang

Evaluasi Kebijakan Berobat Gratis di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi

Analisis untuk Penerapan Kebijakan: Analisis Stakeholder dalam Kebijakan Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Kepahiang

Evaluasi Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu di Propinsi Kalimantan Tengah

Dampak Kebijakan Pelayanan Kesehatan Gratis terhadap Kepuasan Pasien dalam Menerima Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Kota Ambon

The Global Issue of Kidney Disease

image: kidney Di Lancet edisi ini banyak artikel terkait dengan penyakit ginjal dan sistem kesehatan yang mengelolanya. Salah satunya, Lancet melihat adanya perkembangan perspektif global pada penyakit ginjal. Kai-uwe Eckardt dan kolega, dalam laporannya menyatakan penyakit ginjal kronis menjangkiti 10 persen dari populasi dunia, seperti halnya diabetes. Secara jelas, Norman Lameire dan kolega memberikan poin bukti dan prevalensi ginjal kronis secara global, yang sampai saat ini belum diketahui, ia menggunakan definisi yang berbeda.

Silahkan simak paper ini lebih lanjut melalui link berikut 

Dibawah ini adalah Paper lain yang terkait :

  Doctors and pharma in China

  Equity and economics of kidney disease in sub-Saharan Africa

  Pre-eclampsia and the risk of kidney disease

 

Merayakan Ekonomi Kesehatan (Celebrating Health Economics)

Judul diatas tentunya menjadi pertanyaan. Apa yang dirayakan? Dalam hal ini Asosiasi Ekonomi Kesehatan Dunia merayakan sebuah paper fenomenal yang ditulis oleh Kenneth J Arrow pada tahun 1963. Paper ini member inspirasi pada pengembangan ilmu ekonomi kesehatan yang menjadi cabang dari ilmu ekonomi dengan aplikasi di sector kesehatan. Lima puluh tahun setelah publikasi paper tersebut, Ekonomi Kesehatan telah berkembang menjadi sebuah disiplin baru yang Kongres dunianya dihadiri ribuan peserta.

Ekonomi Kesehatan dipraktekkan di berbagai negara, walaupun masih belum maksimal penggunaannya di negara-negara sedang berkembang. Saat ini Board of Directors IHEA dipimpin oleh Anne Millis dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. International Health Economics Association (iHEA) juga berkembang pesat dan webnya dapat dilihat di www.healtheconomics.org 

Struktur Kongres Dunia di Sydney terdiri atas Pre Congress, Congress, dan Post Congress. Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan di Sydney Convention Center pada tanggal 7 - 10 Juli 2013 di daerah Darling Harbour yang sangat indah. 

panahkk Pembicara dari Indonesia

 

panahkk Mengapa ada laporan ini ?
 
panahkk Anda dapat mengikuti beberapa sesi
      yang
 dilaporkan dengan cara klik icon
      reportase di
 Struktur Kongres

 

panahkk Catatan akhir mengikuti Kongres di
      Sydney

 

panahkk Klasifikasi Keyword Abstrak