Pembelajaran Jarak-Jauh dengan Blended Learning

beginning

PKMK mengawali bulan ini dengan Blended Learning dengan beragam tema, dua diantaranya ialah Fraud di Jaminan Kesehatan dan Pengembangan Tim Konsultan Manajemen dan Teknis di Program KIA.

Topik Fraud di Jaminan Kesehatan

Pada minggu ini dimulai pembelajaran berbasis web untuk menopang pendidikan dan riset kebijakan dengan topik: "Pencegahan dan Pengurangan Fraud di Jaminan Kesehatan Nasional". Program ini mulai dilaksanakan pada 3 Februari sampai dengan akhir bulan Mei 2014. Tujuan Pelatihan Jarak Jauh untuk Fraud adalah sebagai berikut, pertama, memahami fraud dan menyusun proposal riset kebijakan untuk fraud. Kedua, bahan untuk menyusun kurikulum anti fraud dalam pendidikan kedokteran S1, residen, dan fellows. Ketiga, memacu peserta untuk melakukan kegiatan pencegahan dan pengurangan fraud. Tujuan akan diberikan dalam tiga tahap. Bagi yang berminat silakan klik di sini

Topik Pengembangan Tim Konsultan Manajemen dan Teknis di Program KIA

Pada minggu ini dimulai pembelajaran berbasis web (blended learning) untuk mendukung ketersediaan Konsultan Manajemen dan Teknis di Program KIA dengan topik: "Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi". Program mulai dilaksanakan pada 30 Januari 2014 sampai dengan 29 Maret 2014. Tujuan Umum Pelatihan dengan blended learning ini adalah: meningkatkan kemampuan perguruan tinggi sebagai tim konsultan manajemen dan konsultan teknis KIA bagi dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi. Tujuan Khusus bagi para peserta dalam program ini diharapkan pertama, mampu memahami pekerjaan Konsultan Manajemen dan Konsultan Teknis di bidang KIA. Kedua, memahami Pengembangan Tim Konsultan Manajemen dan Konsultan Teknis KIA di Perguruan Tinggi. Ketiga,mengetahui materi-materi yang sudah dikembangkan oleh Tim Konsultan KIA di FK UGM dan keempat mengetahui materi lainnya. Kegiatan dilakukan melalui blended learning yaitu kombinasi antara pelatihan jarak jauh (PJJ) dengan tatap muka (workshop). Bagi yang berminat, silakan klik di sini.

Kemudian, bagi Anda yang ingin menyimak berbagai video dalam Kongres InaHEA 1 di Bandung sepuluh hari yang lalu, silahkan 

Beginning with the End in Mind

beginning

Tantangan terbesar dari pelaksanaan proyek dan intervensi program pilot adalah bagaimana melakukan scaling up. Keberhasilan dalam skala kecil, sulit direplikasikan dalam skala yang lebih luas. Kesalahannya menurut buku ini adalah karena para penggagas inovasi tersebut tidak berprinsip "begin with the end in mind" dan tidak mendesain proyek pilot tersebut sejak awal untuk dapat di "scale up" di masa mendatang.

Sebagai solusinya, buku ini memberikan 12 rekomendasi termasuk checklist untuk melakukan overview secara cepat skala perencanaan yang disusun, diusulkan dan diimplementasikan. Selengkapnya dapat disimak pada link berikut 

Artikel Minggu ini - 4 Februari 2014

artikel-artikel yang terbit minggu ini kami pilihkan dari berbagai sumber. Silahkan simak di bawah ini untuk membacanya.

Assessment of the nursing skill mix in Mozambique using a task analysis methodology

Dgedge M, Mendoza A, Necochea E, Bossemeyer D, Rajabo M and Fullerton J Human Resources for Health 2014, 12:5 (25 January 2014)

A systematic review of barriers to and facilitators of the use of evidence by policymakers

Kathryn Oliver, Simon Innvar, Theo Lorenc, Jenny Woodman, James Thomas BMC Health Services Research 2014, 14:2 (3 January 2014)

A governance model for integrated primary/secondary care for the health-reforming first world - results of a systematic review

Caroline Nicholson, Claire Jackson, John Marley BMC Health Services Research 2013, 13:528 (20 December 2013)

Healthcare reform: implications for knowledge translation in primary care

Ann Dadich, Hassan Hosseinzadeh BMC Health Services Research 2013, 13:490 (25 November 2013)

Toward a community-centered public service system for universal health care in India

The present, evidently widespread, concern regarding universal access to health care (UAHC) is an opportunity for dealing with the inadequacies in conceptualizing, provisioning and financing of health...

Challenges for regulating the private health services in India for achieving universal health care

Commercial interests pose a serious challenge for universalizing health-care. This is because "for-profit" health-care privileges individual responsibility and choice over principles of social solidar...

Blended learning approach improves teaching in a problem-based learning environment in orthopedics - a pilot study

David A Back, Nicole Haberstroh, Andrea Antolic, Kai Sostmann, Gerhard Schmidmaier, Eike Hoff BMC Medical Education 2014, 14:17 (27 January 2014)

Internet-based health education in China: a content analysis of websites

Ying Peng, Xi Wu, Salla Atkins, Merrick Zwarentein, Ming Zhu, Xing Xin Zhan, Fan Zhang, Peng Ran, Wei Rong Yan BMC Medical Education 2014, 14:16 (27 January 2014)

Implementation of a blended learning approach to teaching evidence based practice: a protocol for a mixed methods study

Dragan Ilic, Rusli Bin Nordin, Paul Glasziou, Julie K Tilson, Elmer Villanueva BMC Medical Education 2013, 13:170 (19 December 2013)

 

Kongres Perdana Ekonomi Kesehatan Indonesia

suasana sesi aspek hukum JKN hari kedua Kongres Perdana Ekonomi Kesehatan

Bandung - PKMK mengirimkan beberapa delegasi untuk meliput acara Kongres Ekonomi Kesehatan Perdana yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandung 24-25 Januari 2014. Kongres ini diselenggarakan oleh Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang didukung oleh Boehringer Ingelheim Jerman, Inhealth, Novartis, Sanofi, BPJS Kesehatan, Roche, NewIdea Tour. Tema kongres ini adalah "Menuju Era Ekonomi Kesehatan Indonesia". Peserta yang hadir adalah pemerhati kesehatan, akademisi, peneliti, organisasi dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres ini juga mempresentasikan hasil abstrak penelitian di Indonesia baik oral presentasi maupun poster. Kongres ini menarik untuk diikuti, karena menghadirkan pembicara internasional tokoh ekonomi kesehatan yaitu Michael Drummond dan Manajer IHEA yaitu Bill Swan. Silakan mengikuti reportase kami dari Bandung pada link berikut 

Health Technology Assessment of Medical Devices

hts-27jan

Buku Health Technology Assessment (HTA) of Medical Devices ini telah diterbitkan WHO pada tahun 2011, tetapi di Indonesia terasa penting sejak diberlakukannya JKN per 1 Januari 2014. Menurut Peraturan Presiden No. 111 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Jaminan Kesehatan Pasal 43, dalam rangka menjamin kendali mutu dan biaya, Menteri Kesehatan antara lain bertanggung jawab dalam penilaian teknologi kesehatan (health technology assessment). Penilaian ini penting dalam menetapkan kebijakan untuk meningkatkan cost-effective dari teknologi kesehatan yang baru dan mencegah penggunaan teknologi kesehatan yang diragukan nilainya dalam sistem kesehatan agar ada kendali mutu dan biaya pelayanan kesehatan.

Buku ini terdiri dari 12 bab dan didukung oleh sejumlah tabel dan gambar. Topiknya meliputi Definisi, Metode, Tantangan aplikasinya di negara berkembang, hingga strategi untuk mengembangkan HTA.

Selengkapnya dapat disimak pada link berikut 

Artikel Minggu ini - 27 Januari 2014

artikel-artikel yang terbit minggu ini kami pilihkan dari berbagai sumber. Silahkan simak di bawah ini untuk membacanya.

Nurse employment contracts in Chinese hospitals: impact of inequitable benefit structures on nurse and patient satisfaction

Shang J, You L, Ma C, Altares D, Sloane DM and Aiken LH Human Resources for Health 2014, 12:1 (13 January 2014)

Health System Reform in the United States

John E McDonough

Earth as Humans' Habitat: Global Climate Change and the Health of Populations

Anthony J McMichael

Accelerated Reforms in Healthcare Financing: The Need to Scale up Private Sector Participation in Nigeria

Ufuoma John Ejughemre

Equity in the Utilization of Healthcare Services in India: Evidence from National Sample Survey

Soumitra Ghosh

Bring on the weekend - Improving the quality of junior doctor weekend handover 

Alan George Mackenzie Jardine, Tristan Page, Rob Bethune, Philippa Mourant, Priya Deol, Caitlin Bowden, Mark Dahill, Claudia Mische, Naomi Cornish, Victoria Sanders, Joanne Lee, Rob Bethune

An implementation program targeted at non-physician, anaesthesia assistants improves the quality of laryngeal mask anaesthesia

Isabelle Reed, Ellie Walker, Bernd Oliver Rose

On Robust Methodologies for Managing Public Health Care Systems

by Shastri L. Nimmagadda and Heinz V. Dreher

Expanding and contracting

Zoë Mullan

 

Monograf

Research for Universal Health Coverage - World Health Organization

Universal Health Coverage: Why health insurance schemes are ...

A Public Policy Primer - Institute for Educational Leadership

Handbook on Health Inequality Monitoring

him

Masalah inequality dalam bidang kesehatan masih terjadi di seluruh dunia terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Secara jelas, masalah ini terwujud dalam ketidakadilan dalam akses terhadap pelayanan kesehatan yang berbeda tergantung pada tingkat pendapatan, jenis kelamin, status sosial, kelompok etnis, tingkat pendidikan, dan daerah. Dalam mengatasi inequality ini, dibutuhkan sistem monitoring yang efektif agar tercapai kemajuan yang berarti dan mampu meningkatkan akuntabilitas dalam penyusunan kebijakan publik. Untuk itu, WHO beserta tujuh agency lain, menyusun sebuah handbook untuk memonitor dan mengevaluasi kemajuan dan kinerja masing-masing negara dalam mengatasi inequality secara akuntabel dan transparan.

Handbook ini terdiri dari lima bab. Bab I tentang Overview Monitoring Inequality Kesehatan. Bab II tentang Sumber-sumber Data. Bab III tentang Pengukuran Inequality Kesehatan. Bab IV tentang Pelaporan Inequality Kesehatan. Bab V tentang Langkah-langkah Menilai Inequality Kesehatan dengan studi kasus di Filipina. Selain itu, Handbook ini dilengkapi dengan ilustrasi tabel dan gambar untuk memperjelas uraian yang diberikan.

Selengkapnya dapat disimak pada link berikut 

 

Telah terbit World Happiness Report 2013

whr2013Dunia saat ini sedang berada di tengah debat kebijakan utama terkait sasaran kebijakan publik. Apa yang seharusnya menjadi Sustainable Development Goals 2015-2030? The World Happiness Report 2013 dapat menjadi tawaran sebagai kontribusi dalam debat krusial ini. Editor report ini ialah pertama, John F. Helliwell dari Vancouver School of Economics, University of British Columbia, and the Canadian Institute for Advanced research (cIFAr). Kedua, Richard Layard yang merupakan director, Well-Being Programme, Centre for Economic Performance, London School of Economics. Ketiga, Jeffrey D. Sachs yang menjabat sebagai director, the Earth Institute, Columbia University.

Laporan ini menyatakan, Denmark disebut sebagai negara paling bahagia dan sebaliknya Togo menempati posisi terakhir 156 dan sekaligus 'tidak bahagia'. Sementara, Indonesia berada di posisi tengah yaitu 76. Silahkan simak laporan selengkapnya