Access and Delivery Partnership (ADP) Satellite Session at HSR 2016

Resilient Access and Delivery of New Health Technologies: The Critical Role of Implementation Research

Reporter: Yodi Mahendradhata

hsr14-3

Dalam sesi satelit ini, mitra-mitra Access and Delivery Partnership (ADP) dari Ghana, Indonesia dan Tanzania membahas peran riset implementasi dalam meningkatkan ketahanan dan ketanggapan sistem kesehatan serta berbagi pengalaman dan pembelajaran dari masing-masing negara.

Dr. Margaret Gyapong dari Ghana Health Service (GHS) mengawali presentasi dengan menggarisbawahi bahwa di Ghana menjelang akhir periode pelaksanaan MDGs terlihat terbatasnya dampak teknologi pada beban penyakit akibat implementasi yang kurang optimal. Melalui ADP, GHS mengeksplorasi kendala-kendala dalam implementasi program, mensosialisasikan konsep riset implementasi, membangun kapasitas riset implementasi dan mengembangkan agenda riset implementasi. Sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan tersebut: (1) empat proposal penelitian telah dikembangkan, mendapatkan persetujuan etik dan pendanaan dari GFATM; (2) pengetahuan dan kapasitas riset implementasi telah meningkat; (3) agenda riset membantu mengarahkan prioritas riset di Ghana.

dr. Yodi Mahendradhata dari Fakultas Kedokteran UGM melaporkan pengalaman memfasilitasi strategi nasional riset implementasi bersama Kementerian Kesehatan. Upaya tersebut diawali dengan diskusi bersama para pengelola program pengendalian penyakit menular untuk mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan program. Berdasar analisis kendala-kendala program, dirumuskan beberapa pertanyaan-pertanyaan penelitian tentatif yang selanjutnya dikonsultasikan kepada para pakar melalui survey Delphi yang berlangsung selama dua tahap. Hasil penetapan prioritas melalui survey Delphi kemudian dipertajam melalui workshop dengan satu kelompok pakar dan disepakati melalui workshop pemangku kepentingan di tingkat nasional. Untuk memfasilitasi implementasi topik-topik penelitian yang telah disepakati, dirumuskan pula strategi peningkatan kapasitas, jejaring dan pendanaan. Keseluruhan hasil proses perumusan ini kini telah dituangkan dalam dokumen strategi nasional yang akan diterbitkan secara resmi di awal 2017.

Dr. Paul E. Kazyoba dari National Institute for Medical Research (NIMR) melaporkan perkembangan upaya penguatan riset implementasi di Tanzania. Kegiatan di Tanzania terbagi atas tiga komponen. Komponen pertama adalah analisis kapasitas riset implementasi. Komponen kedua adalah perumusan pertanyaan penelitian untuk mengatasi kendala-kendala implementasi program. Komponen ketiga adalah penguatan kapasitas untuk riset implementasi. Output dari komponen-komponen tersebut telah terangkum dalam dokumen agenda riset sistem kesehatan. Agenda tersebut telah didiseminasikan kepada para pemangku kepentingan.

Diskusi sesi tersebut menggarisbawahi pentingnya pendekatan multi sektor dalam meningkatkan ketahanan dan ketanggapan sistem kesehatan. Riset implementasi memiliki peran dalam mengoptimalkan hubungan antara berbagai komponen yang berkontribusi terhadap akses dan pelayanan yang efektif: kerangka kebijakan dan legal yang mendukung; penetapan prioritas; pemantauan keamanan; manajemen rantai suplai. Sesi ini menekankan juga pentingnya kerja sama yang efektif antara negara berkembang untuk pembelajaran dan pertukaran pengalaman dalam isu-isu stratejik terkait value chain akses dan pelayanan.

Reportase Terkait

Add comment


Security code
Refresh