xvideos spankbang watchfreepornsex foxporn pornsam pornfxx porn110

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Modul 3. Prospek Kegiatan Promotif Preventif
di Puskesmas dan Aplikasi Sistem Kontraknya

Tanggal: 11 Februari 2016

  PENDAHULUAN

Anggaran Kementerian Kesehatan di tahun 2016 ini perlu diketahui oleh para ahli promosi kesehatan. Ada beberapa pertanyaan mendassar:

  1. Apakah "menu" kegiatan promosi kesehatan yang bersifat generik tersebut dapat diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing puskesmas?
  2. Bagaimana bentuk kegiatan riil promosi dan preventif kesehatan di Puskesmas dengan menggunakan dana yang ada?
  3. Apakah memang diperlukan system kontrak?


Tujuan Sesi I ini adalah:

  • Membahas kesesuaian "menu" generic kegiatan Promosi Kesehatan dalam Petunjuk Teknis BOK dengan kebutuhan local puskesmas.
  • Membahas kualifikasi tenaga kontrak promoter kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan local puskesmas. Apakah kualifikasi tenaga kontrak promoter kesehatan sebagaimana yang ditentukan dalam Ketentuan Khusus dapat menyelenggarakan kegiatan promotif preventif? Apakah untuk itu dibutuhkan tenaga ahli promoter kesehatan dengan kualifikasi yang lebih tinggi? Jika dibutuhkan tenaga ahli promoter kesehatan dengan kualifikasi yang lebih tinggi, bagaimana ketersediaan dan pemerataannya di seluruh daerah?


  WAKTU & TEMPAT

  • Kamis 11 Februari 2016
  • Waktu : 08.30 – 13.00 Wib
  • tempat : Fakultas Kedokteran UGM atau Via Webinar

 

  AGENDA

Waktu

Materi

Nara Sumber

08.00 – 08.30

Registrasi peserta

 

08.30 – 09.30

Pengantar Seminar

Prof. Dr. Laksono Trisnantoro MSc PhD

09.30 – 10.00

Rehat Pagi

 

10.00 – 11.00

Kebijakan kegiatan promotif dan preventif dalam BOK

Dr. Slamet, MHP (Ka Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes)

Menu kegiatan promosi kesehatan di pusat hingga ke puskesmas

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes

Kualifikasi tenaga kontrak promoter kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan local puskesmas.

Ketersediaan tenaga ahli promoter kesehatan di seluruh daerah di Indonesia

DR. dr. Dwi Handono Sulistyo, MKes

 

Pembahas:

  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
  • Kepala Puskesmas di Kabupaten Sleman
  • Dra Yayi Suryo Prabandari PhD
  • Dra. Rita Damayanti

11.00 – 12.30

Diskusi

 

12.30 – 13.00

Pembulatan dan Rencana Tindak Lanjut

DR. dr. Dwi Handono Sulistyo, MKes

13.00

Lunch

 

 

PESERTA

  • Ahli promosi kesehatan
  • Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota
  • Puskesmas
  • Anggota IAKMI di seluruh Indonesia
  • Mahasiswa S2/S3 IKM FK UGM
  • Dosen dan Konsultan di FK UGM

 

  PENDAFTARAN

Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,- / orang untuk umum atau Rp. 100.000 / orang atau Rp. 500.000,- untuk kelompok melalui webinar. Pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Melalui IAKMI dengan menghubungi Sdri. Tri Agustina melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +6282225959501
  2. Melalui Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia dengan menghubungi Sdri. Hendriana Anggi melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +62274 – 580442 / +628111019077

Keterangan lebih lengkap silakan mengunjungi website www.iakmi.org  dan www.kebijakankesehatanindonesia.net  dan www.manajemen-pembiayaankesehatan.net 

 

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Pertemuan Ke kedua:
Seminar Bentuk Grand Design Promosi Kesehatan di Puskesmas

Kamis, 18 Februari 2016 - FK UGM

  PENDAHULUAN

Kegiatan promosi dan preventif di Puskesmas perlu ada Grand Design. Bagaimana mengembangkan program promosi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan local dengan pendekatan yang spesifik? 

  TUJUAN

  • Membahas Grand Design system promosi dan pencegahan di Puskesmas pada era Jaminan Kesehatan Nasional yang mempunyai dana dari BOK dan dari kapitasi.
  • Membahas hubungan antara prevensi perorangan dan prevensi masyarakat dengan sumber dana dari BPJS dan Kemenkes serta Pemerintah Daerah
  • Membahas kegiatan preventif dan promotif yang diselenggarakan oleh Dinas-dinas dan lembaga di luar Dinas Kesehatan.

  WAKTU & TEMPAT

Hari, tanggal : Kamis 18 Februari 2016
Waktu          : 08.30 – 13.00 WIB
Tempat        : Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta Atau via webinar 

 

  AGENDA

Waktu

Materi

Nara Sumber

08.00 – 08.30

Registrasi peserta

 

08.30 – 09.30

Pengantar Seminar

DR. dr. Dwi Handono Sulistyo, MKes

09.30 – 10.00

Rehat Pagi

 

10.00 – 11.00

Usulan Grand Design kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas

Dr. Dra. Rita Damayanti, MSPH (FKM UI) *)

Dra. Yayi Suryo Prabandari, MSi, PhD (FK UGM) *)

Pembahas:

  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
  • Kepala Puskesmas di Kabupaten Sleman

11.00 – 11.45

Diskusi

 

11.45 – 12.30

Penutup dalam konteks peluang system kontrak.

DR. dr. Dwi Handono Sulistyo, MKes

13.00

Lunch

 

 

PESERTA

  • Ahli promosi kesehatan
  • Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota
  • Pimpinan Puskesmas
  • Anggota IAKMI di seluruh Indonesia
  • Mahasiswa S2/S3 IKM FK UGM
  • Dosen dan Konsultan di FK UGM

 

  PENDAFTARAN

Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,- / orang untuk umum atau Rp. 100.000 / orang atau Rp. 500.000,- untuk kelompok melalui webinar. Pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Melalui IAKMI dengan menghubungi Sdri. Tri Agustina melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +6282225959501
  2. Melalui Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia dengan menghubungi Sdri. Hendriana Anggi melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +62274 – 580442 / +628111019077

Keterangan lebih lengkap silakan mengunjungi website www.iakmi.org  dan www.kebijakankesehatanindonesia.net  dan www.manajemen-pembiayaankesehatan.net 

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Modul 3. Prospek Kegiatan Promotif Preventif
di Puskesmas & Aplikasi Sistem Kontraknya

Pertemuan Ke ketiga 

Sabtu, 20 Februari 2016 - FK UGM

  PENDAHULUAN

Bagaimana aplikasi system kontrak dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas?
Jika mengacu pada Petunjuk Teknisnya, Dana BOK 2016 dapat digunakan untuk membayar 1 (satu) orang per puskesmas tenaga kontrak Promosi Kesehatan yang kontraknya ditetapkan melalui SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mengacu pada peraturan yang berlaku. Kualifikasi tenaga kontrak yang ditetapkan antara lain berpendidikan minimal D3 Kesehatan. Apakah bentuk kontrak ini tepat untuk dilakukan?

Minggu ini akan membahas lebih dalam mengenai aplikasi system kontrak dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas.

 

  TUJUAN

Peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Memahami opsi-opsi aplikasi system kontrak dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas
  2. Memahami dasar hukum aplikasi system kontrak dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas
  3. Memahami peluang lembaga kesehatan dan organisasi profesi di daerah dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas.

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini :

  1. Mengikuti materi dan diskusi melalui webinar sesi 3
  2. Membaca dan menyarikan berbagai bacaan/ referensi
  3. Membuka dan memahami video materi

 

  WAKTU & TEMPAT

Hari, tanggal : Sabtu, 20 Februari 2016
Waktu          : 08.30 – 13.00 WIB
Tempat        : Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta Atau via webinar 

  MATERI

Aplikasi Sistem Kontrak dalam Kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas (Dwi Handono Sulistyo)

 

  REFERENSI

  1. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
  2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan, serta Sarana Prasarana Penunjang Subbidang Sarpras Kesehatan Tahun Anggaran 2016

 

  PENDAFTARAN

Pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Melalui IAKMI dengan menghubungi Sdri. Tri Agustina melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +6282225959501
  2. Melalui Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia dengan menghubungi Sdri. Hendriana Anggi melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +62274 – 580442 / +628111019077

Keterangan lebih lengkap silakan mengunjungi website www.iakmi.org  dan www.kebijakankesehatanindonesia.net  dan www.manajemen-pembiayaankesehatan.net 

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Modul 3. Prospek Kegiatan Promotif Preventif
di Puskesmas & Aplikasi Sistem Kontraknya

Pertemuan Keempat

Sabtu, 27 Februari 2016 - FK UGM

  PENDAHULUAN

Dengan adanya kebijakan system kontrak dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas melalui anggaran BOK 2016, terbuka peluang bagi lembaga kesehatan dan organisasi profesi di daerah untuk berkontribusi. Peluang tersebut harus segera ditangkap. Untuk itu, lembaga kesehatan dan organisasi profesi harus menyusun Rencana Aksi sebagai bentuk konkrit.

Minggu ini akan membahas lebih dalam bagaimana rencana aksi masing-masing propinsi dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas.

 

  TUJUAN

Setelah mengikuti kegiatan di sesi 4, para peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Menyusun Rencana Aksi untuk terlibat dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas
  2. Memahami cara advokasi untuk terlibat dalam kegiatan promosi kesehatan di puskesmas

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini :

  1. Mengikuti materi dan diskusi melalui webinar sesi 4
  2. Membaca dan menyarikan berbagai bacaan/ referensi
  3. Membuka dan memahami video materi

 

  WAKTU & TEMPAT

Hari, tanggal : Sabtu, 27 Februari 2016
Waktu          : 08.30 – 13.00 WIB
Tempat        : Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta Atau via webinar 

  MATERI

Pengantar Rencana Aksi dalam Kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas
Rencana Aksi Pengda IAKMI dalam Kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas

Waktu

Acara

09.10-09.25

Sesi 1.

Pengantar rencana aksi dalam kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas

09.25-09.45

Diskusi

09.45-10.00

Sesi 2
Rencana aksi pengda IAKMI dalam kegiantan promosi kesehatan di Puskemsa (presentasi pengda IAKMI DIY)

materi

10.00-10.20

Diskusi

10.20-10.35

Sesi 3

 

Penutup

   

 

  REFERENSI

  1. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
  2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan, serta Sarana Prasarana Penunjang Subbidang Sarpras Kesehatan Tahun Anggaran 2016

 

  PENDAFTARAN

Pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Melalui IAKMI dengan menghubungi Sdri. Tri Agustina melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +6282225959501
  2. Melalui Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia dengan menghubungi Sdri. Hendriana Anggi melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +62274 – 580442 / +628111019077

Keterangan lebih lengkap silakan mengunjungi website www.iakmi.org  dan www.kebijakankesehatanindonesia.net  dan www.manajemen-pembiayaankesehatan.net 

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Modul 3. Prospek Kegiatan Promotif Preventif
di Puskesmas & Aplikasi Sistem Kontraknya

(11 – 27 Februari 2016)

  PENGANTAR

Kenaikan anggaran kesehatan tahun 2016 untuk sektor kesehatan diharapkan mampu memberikan perbaikan pada status kesehatan masyarakat. UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 yang telah mengamanatkan 5% dana kesehatan dari APBN telah direalisasikan oleh Presiden pada tahun 2016. Dalam tahun 2016 ini kegiatan promotif preventif mulai menjadi prioritas. Di level puskesmas, prioritas tersebut tercermin dalam Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan, serta Sarana Prasarana Penunjang Subbidang Sarpras Kesehatan Tahun Anggaran 2016, khususnya pada Subbab IV tentang Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Yang menjadi pertanyaannya adalah:

  1. Apakah "menu" kegiatan promosi kesehatan yang bersifat generik tersebut dapat diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing puskesmas?
  2. Bagaimana mengembangkan program promosi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan local dengan pendekatan yang spesifik? Apakah dibutuhkan grand design untuk itu?
  3. Bagaimana peluang IAKMI untuk membantu kegiatan promotif dan preventif tersebut?

Modul Ketiga ini akan mengeklporasi lebih jauh kejelasan jawaban ketiga pertanyaan tersebut.

  TUJUAN

Setelah mengikuti kegiatan di Modul 3, para peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Memahami prospek kegiatan promotif preventif di puskesmas dalam anggaran Kemenkes
  2. Memahami bentuk Grand Design Promosi Kesehatan di puskesmas
  3. Memahami peluang-peluang bagi lembaga kesehatan dan organisasi profesi dalam kegiatan promotif preventif di puskesmas
  4. Memahami aplikasi system kontrak dalam pelaksanaan kegiatan promotif-preventif di puskesmas.

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini :

  1. Mengikuti Seminar Kajian Prospek Kegiatan Promotif Preventif di Puskesmas dalam Anggaran Kemenkes (via Webinar)
  2. Mengikuti Seminar Bentuk Grand Design Promosi Kesehatan di Puskesmas (via Webinar)
  3. Mengikuti diskusi (via Webinar)
  4. Membaca dan menyarikan berbagai bacaan
  5. Membuka dan memahami video materi.

  MATERI

Materi 1A

  1. Sesi I (11 Februari 2016) Pukul 08.30 - 13.00 Wib
    Seminar Kajian Prospek Kegiatan Promotif Preventif di Puskesmas dalam Anggaran Kemenkes
  2. Sesi II (18 Februari 2016) Pukul 08.30 - 13.00 Wib
    Seminar Bentuk Grand Design Promosi Kesehatan di Puskesmas
  3. Sesi III (20 Februari 2016) Pukul 08.30 - 13.00 Wib
    Aplikasi Sistem Kontrak dalam Kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas
  4. Sesi IV (27 Februari 2016) Pukul 08.30 - 13.00 Wib
  5. Rencana Aksi IAKMI dalam Kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas
    • Presentasi Propinsi-Propinsi
    • Penutup


   REFERENSI

  1. Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2015 Tentang APBN 2016
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa Yang Bersumber dari APBN
  3. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
  4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan, serta Sarana Prasarana Penunjang Subbidang Sarpras Kesehatan Tahun Anggaran 2016

 

  PENDAFTARAN

Pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Melalui IAKMI dengan menghubungi Sdri. Tri Agustina melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau telepon ke +6282225959501
  2. Melalui Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia dengan menghubungi Sdri. Hendriana Anggi melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  atau telepon ke +62274 – 580442 / +628111019077

Keterangan lebih lengkap silakan mengunjungi website www.iakmi.org dan www.kebijakankesehatanindonesia.net  dan www.manajemen-pembiayaankesehatan.net 

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Modul 2. Ideologi Pembiayaan Kesehatan dan
Peran Pajak dalam Pembiayaan Kesehatan

Minggu Ke 1

  DESKRIPSI

Apakah sosialisme, kapitalisme, etatisme, neoliberal, atau Pancasila yang menjadi ideologi pembiayaan kesehatan Indonesia ? Ideologi berbasis pasar semakin tampak pada masa orde baru yang semakin lama semakin mengurangi peran pemerintah. Contohnya berkurangnya subsidi negara dan bagaimana peran pajak? Minggu ini akan membahas lebih dalam mengenai ideologi sebagai pedoman penetapan dan pelaksanaan kebijakan di sektor pembiayaan kesehatan.

  TUJUAN

Setelah mengikuti kegiatan di minggu 1, para peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Menbahas hasil kegiatan Modul 1.
  2. Memahami ideologi pembiayaan kesehatan di Indonesia
  3. Memahami peran pajak dalam pembiayaan kesehatan
  4. Memahami peran ideologi dan pajak untuk mencapai universal health coverage

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini :

  1. Mengikuti materi dan diskusi melalui webinar minggu 1
  2. Membaca dan menyarikan berbagai bacaan/ referensi
  3. Membuka dan memahami video materi

  MATERI

Jam

Aktivitas dan Narasumber

Keterangan

09.15–09.30

Sesi 1: Pembahasan Hasil kegiatan Modul 1

video   diskusi

Prof. Laksono Trisnantoro

09.30-09.50

Diskusi: BersamaPeserta Webinar

Moderator:
Dwi Handono

09.50-10.05

Sesi 2:
Ideologi Pembiayaan Kesehatan dan Peran Pajak dalam Pembiayaan Kesehatan

video   diskusi

(Membahas Refleksi Kebijakan Kesehatan 2015).

Prof. Laksono Trisnantoro 

10.05-10.25

Diskusi: Bersama Peserta Webinar

Moderator:
Dwi Handono

10.25-10.40

Sesi 3: Form Pengambilan Data

video

M. Faozi Kurniawan

10.40-11.00

Diskusi: Bersama Peserta Webinar

Moderator:
Dwi Handono

11.00

Penutupan

MC

  

  REFERENSI

  1. Reformasi Sektor Kesehatan Dalam Konteks Ideologi Pemerintah
  2. Ideologi Apa yang Dianut Oleh Kebijakan Kesehatan di Indonesia?
  3. Refleksi tahun 2015

 
  Kesimpulan yang diambil dari pertemuan

Fakta menunjukkan bahwa adanya lembaga swasta yang bergerak di bidang sektor kesehatan yang sifatnya masih kuratif dan ada profit.

Pertanyaannya adalah jika ada lembaga non profit dibutuhkan tenaga medis kontrak. Siapakah mereka itu? Kita juga dituntut untuk bertanggung jawab dan menjadi bagian dari pelaku yang promotif dan preventif.

Setiap lembaga tersebut mempunyai program yang sifatnya seperti CSR tetapi program itu hanya sektoral dan sifatnya masih uji coba, berupa kajian-kajian, masih harus menyamakan presepsi untuk menjadi sebuah kebijakan.

Dengan adanya kenaikan anggaran ini, seperti apakah dampak yang akan terjadi?

Menindaklanjuti diskusi diatas, dalam pertemuan mendatang akan di bahas mengenai Analisis Dana APBN dan APBD di Daerah dengan Studi Kasus di DIY.

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Modul 2. Analisis Dana APBN dan APBD di Daerah :
Contoh Studi Kasus di DIY

Minggu Ke 2

  DESKRIPSI

APBN seringkali terkendala dengan ruang gerak fiskal yang terbatas, padahal ruang gerak fiskal yang memadai diperlukan untuk melakukan 'manuver' menghadapi gejolak ekonomi dan pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk di daerah. Pelaksanaan UU No. 23/ 2014 dan UU No. 33/ 2004 sebagai dasar perencanaan dan penyusunan APBD juga akan mempengaruhi bentuk dan susunan APBD. Minggu ini akan membahas lebih dalam mengenai analisis dana APBN dan APBD di daerah yang salah satunya menggunakan studi kasus di Provinsi DIY.

  TUJUAN

Setelah mengikuti kegiatan di minggu 2, para peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Memahami dinamika pendanaan bersumber dari APBN di daerah
  2. Memahami dinamika pendanaan bersumber dari APBD
  3. Memahami bentuk dan susunan APBN dan APBD sebagai peluang lembaga-lembaga kesehatan untuk memanfaatkan dana daerah

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini :

  1. Mengikuti materi dan diskusi melalui webinar minggu 2
  2. Membaca dan menyarikan berbagai bacaan/ referensi
  3. Membuka dan memahami video materi

 

  MATERI

Analisis APBN dan APBD di Daerah

materi   video   diskusi

M. Faozi Kurniawan

Analisis Pembiayaan Kesehatan Studi Kasus: Pemerintah DIY

materi   video   diskusi

surahma asti - pengda iakmi

Analisis APBN dan APBD di Daerah

materi   video   diskusi

M. Faozi Kurniawan

  

  REFERENSI

  1. Menyikapi APBN : Tantangan Fiskal Pemerintahan
  2. Deskripsi dan Analisis APBD : Studi APBD Tahun 2014
  3. Analisis APBD Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan Otonomi Daerah

 

 

 

 

Kursus Jarak Jauh – Dinamika Pembiayaan Kesehatan 2015-2016

Peluang Lembaga-Lembaga Kesehatan di Daerah
Sebagai Dampak Kenaikan Anggaran Kesehatan Pemda

Minggu Ke 4

  DESKRIPSI

Kenaikan anggaran kesehatan tahun 2016 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi lembaga-lembaga kesehatan di daerah untuk berperan aktif sebagai upaya bersama-sama meningkatkan status kesehatan masyarakat. Peran seperti apa yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah dalam upaya melakukan penyerapan anggaran kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Pada materi minggu 4 ini akan membahas lebih detail tentang peluang-peluang yang dapat dijadikan referensi bagi lembaga-lembaga kesehatan untuk berperan aktif dalam upaya meningkatkan status kesehatan. Di minggu ini, ada beberapa video dan referensi yang dapat diikuti oleh peserta sebagai bahan diskusi pada webinar minggu keempat.

  TUJUAN

Setelah mengikuti kegiatan di minggu 4, para peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Memahami lembaga-lembaga kesehatan
  2. Memahami peluang bagi lembaga-lembaga kesehatan di tahun 2016
  3. Memahami potensi-potensi lembaga kesehatan di sekiling kita atau milik kita

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini :

  1. Mengikuti diskusi melalui Webinar minggu 4
  2. Membaca dan menyarikan berbagai bacaan
  3. Membuka dan memahami video materi

 

  MATERI

09.10 – 09.20

Pengantar

M. Faozi Kurniawan

09.20 – 09.35

Presentasi dari Pengda IAKMI Sumatera Utara

materi

Dr. Juanita, S.E, M.Kes

09.35 - 09.55

Diskusi: Bersama Peserta Webinar

Moderator: Budi Eko Siswoyo

09.55 -10.05

Presentasi dari Pengda IAKMI DIY

materi

Cahya Prihantama

10.05 - 10.25

Diskusi: Bersama Peserta Webinar

Moderator: Budi Eko Siswoyo

  

 

  REFERENSI

  1. Desentralisasi Fiskal dan Kesenjangan Daerah
  2. Artikel : Anggaran Naik, Rakyat Makin Sehat
  3. Peran Belanja Sektor Kesehatan di Daerah : Studi di Sulawesi Utara