Profil Puskesmas Rongkop
Puskesmas Rongkop merupakan puskesmas rawat inap yang telah meraih akreditasi Paripurna, dengan wilayah kerja yang memiliki karakteristik pedesaan.
Sister PuskesmasPuskesmas Rongkop berpasangan dengan Puskesmas Biudukfoho dari Kabupaten Malaka sebagai sister puskesmas, yang berstatus non rawat inap dan berada di wilayah sangat terpencil. |
Kondisi Wilayah dan Demografi
Wilayah kerja Puskesmas Rongkop mencakup 8 desa, dengan jumlah penduduk terlayani mencapai 29.563 jiwa. Sebagai wilayah pedesaan, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat menjadi faktor penting yang memengaruhi strategi pelayanan kesehatan, khususnya dalam pendekatan promotif dan preventif yang berbasis komunitas.
Sumber Daya Manusia Kesehatan
Tenaga kesehatan di Puskesmas Rongkop berjumlah 40 orang, terdiri atas 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 8 perawat, 12 bidan, dan 10 tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, terdapat 7 SDM non-kesehatan yang mendukung penyelenggaraan administrasi dan operasional puskesmas.
Sarana dan Prasarana
Dari segi sarana dan prasarana, Puskesmas Rongkop memiliki bangunan milik sendiri dengan 12 ruangan yang digunakan untuk berbagai kegiatan pelayanan. Fasilitas penunjang seperti laboratorium, apotek, dan farmasi telah tersedia. Puskesmas ini juga memiliki 3 unit kendaraan operasional (terdiri dari 2 mobil pusling, 1 ambulans, dan 1 unit rusak berat) yang mendukung kegiatan lapangan. Ketersediaan listrik dan air selama 24 jam serta akses internet/SIM Puskesmas memastikan kelancaran aktivitas pelayanan dan administrasi.
Layanan Utama
Dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, Puskesmas Rongkop melayani masyarakat melalui klaster 1, 2, 3, dan 4, dengan berbagai layanan lintas klaster yang terintegrasi. Salah satu program inovasi unggulan yang dikembangkan adalah “Prima Peri Smart”, yang berfokus pada peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara cerdas dan berkelanjutan.
Manajemen dan Tata Kelola
Dari aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Rongkop telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan memanfaatkan berbagai sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, SIMPUS, dan RME untuk meningkatkan mutu serta efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
No comment yet, add your voice below!