Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronis yang sering disertai dengan komorbiditas psikologis, seperti kecemasan, yang dapat berkaitan dengan buruknya kontrol glikemik. Faktor psikososial, termasuk persepsi terhadap dukungan sosial dan kualitas hidup (Quality of Life/QoL), diketahui memiliki hubungan dengan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial, kualitas hidup, kecemasan, dan kontrol glikemik pada pasien DMT2. Penelitian potong lintang (cross-sectional) dilakukan terhadap 103 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang dipilih secara purposif dari salah satu fasilitas pelayanan kesehatan primer. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), kuesioner kualitas hidup diabetes, Hamilton Anxiety Rating Scale, serta pengukuran kadar glukosa darah sewaktu.
Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah (p < 0,01). Demikian pula, kualitas hidup yang lebih baik berkorelasi negatif dengan tingkat kecemasan (p < 0,01). Selain itu, skor kecemasan yang lebih tinggi berhubungan positif dengan peningkatan kadar glukosa darah (p < 0,05). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan dukungan sosial dan kualitas hidup berpotensi mengurangi kecemasan serta berkaitan dengan kontrol glikemik pada pasien DMT2. Hasil ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan intervensi psikososial ke dalam program pengelolaan diabetes di tingkat pelayanan kesehatan primer dalam konteks Indonesia. Pendekatan tersebut berpotensi mendukung kesejahteraan mental sekaligus pengendalian kadar glukosa darah pasien