Agenda mendatang

  • nphc
  • 8 11july
  • pgf15
  • apha

Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Kebijakan Kesehatan Indonesia,
Edisi Minggu ini Selasa, 15 Juni 2021 kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut. (Arsip pengantar silahkan klik disini)

15jun

Kondisi pertumbuhan ekonomi saat pandemi berdampak besar pada tahun selanjutnya dalam hal pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sebagaimana pada 2020, APBN mengalami defisit sebanyak 5,60% atau Rp883,7 miliar yang sejalan dengan meningkatnya belanja negara sebesar Rp2,306 triliun, serta pembiayaan anggaran mengalami peningkatan sebanyak Rp. 1,104 triliun. Pembiayaan yang besar dalam APBN dikarenakan besarnya pembiayaan utang yang mencapai Rp. 1,065 triliun. Pemerintah melakukan pembiayaan utang untuk sebagai alat mengakselerasi penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Melihat beban APBN yang semakin tinggi dalam kondisi COVID-19 ini membuat refleksi pada pembiayaan kesehatan dalam kerangka JKN. Apakah pembiayaan yang dilaksanakan dan coping mechanism untuk memenuhi pembiayaan kesehatan tersebut telah memenuhi nilai keadilan sosial?. Forum Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional menginisiasi webinar Pendanaan Kesehatan Mendatang: Apakah Prinsip Keadilan Sosial Semakin Diperlukan? yang diselenggarakan pada Juni 2021 selama 3 kali pertemuan dan terbuka untuk umum.

selengkapnya

 

BL evid

Penetapan kebijakan merupakan wewenang pemerintah dan lembaga legislatif (DPR), tetapi untuk negara demokrasi seluruh pemangku kepentingan seperti akademisi, peneliti maupun kelompok masyarakat dapat memberikan usulan atau mempengaruhi proses penyusunan kebijakan. Dalam proses penyusunan tersebut, membutuhkan berbagai bukti atau evidence yang menjadi dasar untuk penetapan kebijakan. Kondisi Indonesia dengan 34 provinsi dalam 514 pemerintah lokal juga dapat menjadi tantangan besar untuk memutuskan kebijakan nasional mana yang cocok untuk sebagian besar daerah dan kebijakan apa yang harus disesuaikan dengan konteks lokal tertentu. Berdasarkan latar belakang tersebut, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (PKMK FK - KMK) UGM menyelenggarakan blended learning yang membantu akademisi, peneliti maupun pengambil keputusan menghasilkan evidence untuk proses penyusunan kebijakan kesehatan.

selengkapnya

 

The Essence of Telemedicine for Bridging the Gap in Health Services

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengkaji telemedicine di era teknologi dan inovasi modern ini, terutama di negara - negara berkembang. Penelitian ini juga mengkaji aspek regulasi sebagai komponen utama pelayanan kesehatan. Ada lima kategori utama telemedicine, diantaranya aliran pendapatan dan teknologi literasi, fasilitas kesehatan, sumber daya manusia, otorisasi dan keamanan data, serta protokol kesehatan. Telemedicine yang dikombinasikan dengan perangkat kesehatan yang tepat terbukti mampu meningkatkan peluang pemberian pelayanan kesehatan. WHO pun telah menggambarkan peran layanan telehealth di negara berkembang.

Hasil riset ini menyebutkan bahwa telemedicine adalah cara yang efektif untuk mengurangi keterbatasan memiliki layanan kesehatan yang baik. Berbagai komunitas perlu didorong dan diberdayakan dengan fasilitas medis yang baik untuk mengurangi morbiditas dan biaya kesehatan. Selain itu, evaluasi jangka panjang dan keamanan data perlu dikelola dengan baik untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik.

selengkapnya

 

Analysis of Thrombotic Adverse Reactions of COVID-19 AstraZeneca Vaccine Reported to EudraVigilance Database

c19 countryprofilePengembangan vaksin yang aman, efektif dan terjangkau masih menjadi intervensi utama untuk menyelesaikan pandemi. Sebuah studi dilakukan untuk mengidentifikasi dan manganalisis reaksi trombotik/pengentalan darah sehubungan dengan penggunaan vaksin Oxford-AstraZeneca. Data dikumpulkan secara deskriptif retrospektif menggunakan laporan spontan yang diajukan ke EudraVigilance Database sejak 17 Februari hingga 12 Maret 2021. Terdapat 54.571 laporan reaksi merugikan, 28 di antaranya terkait dengan efek samping trombotik. Tiga kasus fatal terkait kematian karena emboli paru; satu kematian karena thrombosis.

Dengan melihat 17 juta orang telah divaksin AstraZeneca, temuan tersebut termasuk peristiwa yang sangat langka. Sulit untuk menentukan efek kausal dari vaksin pada jumlah penyakit tromboemboli yang dilaporkan. Tidak ada efek kausal yang jelas yang dapat dikonfirmasi, dan beberapa kausatif faktor untuk kejadian trombotik belum teruji dan belum ditentukan. Penelitian dan analisis lebih lanjut berdasarkan laporan efek samping trombotik yang lebih rinci, termasuk karakteristik pasien dan komorbiditas, dapat memungkinkan penilaian kausalitasdengan spesifisitas yang lebih tinggi. Artikel ini dipublikasikan pada Jurnal Vaccines – MDPI pada April 2021.

selengkapnya

 

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

  Website Terkait

Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi
langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatan

idrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos