Agenda mendatang

  • ag 2
  • ag 8
  • ag 6
  • ban jkki
  • s25 26j
  • isq20
  • bal20

  Edisi Minggu ke 44: Selasa 10 Desember 2019

Webinar 12 December 2019
Scaling up Health Equity and Innovative Sollution for UHC in South East Asia

webinar

WHO has clearly stated that universal health coverage (UHC) is not only a health-oriented goal, but also a step to tackle inequity. SDG agenda for 2030 pledging that no one will be left behind and that every human being will have the opportunity to fulfil their potential in dignity and equality. ‎UHC is recognized as a unifying platform for making progress on SDG 3 for health and the aspiration that all people can obtain the health services without suffering financial hardship. It cover promotion, prevention, treatment, rehabilitation and palliative care. In fact, there are contrast findings in the field, where some studies in many countries have shown that the increasing of access and coverage to health care after the introduction of UHC has shown a disparity of health facility access in different socioeconomic group.

Readmore

 

Reportase:
Pertemuan Jejaring Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Jarlitbangkes)

Dalam pembangunan kesehatan, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI berperan sebagai penyedia data yang digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan. Namun demikian, data - data penelitian yang dihasilkan oleh institusi lain seperti perguruan tinggi, rumah sakit dan lembaga penelitan, Balitbangda/Bappeda tidak kalah penting guna menyediakan data kesehatan yang relevan.

Sebuah pertemuan dirancang oleh Balitbangkes Kemenkes RI pada 5 – 7 Desember 2019 dengan tema “Optimalisasi Peran Badan Litbangkes sebagai Koordinator Riset Kesehatan” di Jakarta. Terdapat paparan materi yang disampaikan oleh Badan Litbangkes, Dirjen Kelembagaan Iptek DIKTI, dan diskusi pleno dengan rangkuman mengenai bahasan pada pertemuan tersebut yang disajikan sebagai berikut.

Selengkapnya

 

Policy Option to Integrate HIV Services into Social Health Insurance (JKN) in Indonesia

Setelah sekian tahun bergantung pada sumber pendanaan luar negeri, pembiayaan program HIV AIDS di Indonesia diharapkan dapat menggunakan sumber pendanaan dalam negeri, salah satunya melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN yang diselenggarakan mulai 2014 menanggung pengobatan termasuk infeksi oportunistik. Sebuah studi dilakukan oleh Mardiati Najib dkk untuk menganalisis skenario terkait biaya dan utilisasi pada pelayanan HIV guna mendukung kebijakan yang potensial untuk mengintegrasikan intervensi HIV ke dalam paket manfaat JKN.

Hasilnya, pelayanan terkait HIV saat ini sebagian besar dijamin oleh pemerintah mulai dari konseling dan Test HIV Sukarela hingga pengobatan Infeksi Oportunistik. Pengobatan dan perawatan kemungkinan dapat dijamin oleh JKN, dengan bantuan pemerintah untuk pencegahan dan pelayanan ART. Skenario dengan paket manfaat dasar akan membutuhkan biaya medis yang rasional per pasien per bulan, tergantung pada kelengkapan paket manfaat. Sebuah peta jalan yang jelas perlu disusun untuk memastikan pelayanan terjangkau dan berkualitas. Artikel ini dipublikasikan melalui Health Science Journal of Indonesia pada Maret 2019.

selengkapnya

 

Healthcare Expenditure Efficiency Analysis Regarding to Healthcare Access in 34 Provinces in Indonesia

Menurut WHO, pengeluaran kesehatan pemerintah Indonesia pada 2015 menjadi salah satu yang terendah di dunia dengan kisaran Rp 21,1 Trilyun. Indonesia juga memiliki peringkat Human Development Index (HDI) yang rendah (113 dari 188) yang disebabkan inefisiensi dalam pengeluaran pelayanan kesehatan. Sebuah riset dilakukan oleh Jeffrey A. Natan dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi teknis dalam pelayanan kesehatan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA).

Hasilnya menunjukkan bahwa Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan memiliki skor efisiensi tertinggi. Kota-kota tersebut memiliki 1 skor efisiensi pengeluaran untuk perawatan kesehatan. Di sisi lain, Bangka Belitung memiliki skor efisiensi terendah diantara 34 provinsi di Indonesia disusul oleh Gorontalo dan Maluku. Beberapa faktor yang berpengaruh dalam menentukan efisiensi pada penggunaan dana dan bantuan pelayanan kesehatan antara lain kemajuan teknologi, bentuk pembiayaan, tingkat cakupan, dan sistem administrasi. Indonesia perlu memaksimalkan sumber keuangan dan memperhatikan efisiensi pengeluaran pelayanan kesehatan. Artikel ini diterbitkan pada jurnal INA_Rvix papers, November 2019.

selengkapnya

 

District Level Impacts of Health System Decentralization in Indonesia: A Systematic Review

Sebuah riset dilakukan oleh Trisya Rakmawati, Reece H dan Jerico F. Pardosi mengenai dampak tingkat lokal dari desentralisasi sistem kesehatan nasional di Indonesia. Tinjauan sistematis dilakukan untuk mengumpulkan bukti yang dipublikasikan dan mensintesiskan temuan kunci secara holistik menggunakan kerangka kerja enam blok WHO. Empat database penelitian dicari pada 2016 untuk bukti yang relevan yang diterbitkan antara 2001 dan 2015. Dua puluh sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi dan dikategorikan dalam kategori blok bangunan WHO.

Hasilnya, temuan ini menyoroti dampak bermasalah dari desentralisasi terkait dengan tiga blok bangunan: pemberian layanan, pembiayaan kesehatan, dan tenaga kerja. Dalam 15 tahun pasca desentralisasi di Indonesia, pemberian layanan, tenaga kesehatan, dan pembiayaan kesehatan harus diprioritaskan untuk penelitian lebih lanjut dan evaluasi kebijakan untuk meningkatkan kinerja sistem kesehatan secara keseluruhan di tingkat kabupaten. Artikel ini dipublikasikan pada jurnal Health Planning and Management pada Maret 2019.

selengkapnya

 

Call for Proposal:
Hibah Penelitian 2020 SEAMEO RECFON

SEAMEO RECFON merupakan pusat regional pangan dan gizi se - Asia Tenggara yang berperan di bidang pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui penelitian, pendidikan dan pelatihan dalam bidang pangan dan gizi. SEAMEO RECFON berkomitmen untuk berinovasi dalam pengembangan program dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis fakta melalui penyelenggaraan Riset Hibah Dana Penelitian untuk para akademisi di Indonesia. Sasaran penerima hibah kategori akademisi ini adalah yang berafiliasi pada perguruan tinggi, lembaga/badan, politeknik di Indonesia.

Populasi penelitian yang diharapkan adalah satuan PAUD atau sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK sederajat di Jakarta dan Jawa Barat. Terdapat lima topik pilihan yang bisa menjadi pilihan untuk pengajuan proposal hibah ini dengan deadline pengumpulan proposal maksimal 22 Desember 2019 pukul 23:59 WIB. Petunjuk teknis penulisan proposal dan Pendaftarandapat diakses pada link berikut

petunjuk teknis    pendaftaran

 

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

  Website Terkait

Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi
langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatan

idrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos