Mari berkontribusi dalam mendorong perubahan kebijakan kesehatan yang lebih baik melalui Call for Policy Brief Forum Nasional XVI Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI). Kami mengundang akademisi, peneliti, praktisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengirimkan naskah policy brief terbaik Anda. Angkat isu strategis dan tawarkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dalam enam topik transformasi kesehatan, mulai dari (1) Penguatan Layanan Primer, (2) Pemerataan Akses dan Mutu Layanan Kesehatan Rujukan, (3) ⁠Penguatan Ketahanan Kesehatan, Kemandirian Farmalkes, dan Kesiapsiagaan Krisis, (4) Inovasi Pendanaan Kesehatan dan Kemitraan Multipihak, (5) ⁠Penguatan SDM Kesehatan, dan (6) Akselerasi Teknologi, Digitalisasi, dan Inovasi dalam Sistem Kesehatan. Naskah terpilih berkesempatan dipresentasikan di hadapan pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan, sekaligus memperluas dampak dan pemanfaatan hasil kajian Anda. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyuarakan gagasan dan solusi nyata bagi masa depan sistem kesehatan Indonesia.

Merupakan forum ilmiah nasional yang diselenggarakan pada 27–29 Juli 2026 di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI bersama PHC Konsorsium sebagai wadah kolaborasi bagi para pemangku kepentingan di bidang pelayanan kesehatan primer. Konferensi ini bertujuan mendukung implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, Leimena Conference menjadi ruang bagi tenaga kesehatan untuk mempresentasikan hasil riset, inovasi, serta kreativitas yang berkontribusi pada penguatan layanan kesehatan primer. Nama konferensi ini diambil dari Dr. Johannes Leimena sebagai bentuk penghormatan atas pemikiran dan kontribusinya dalam meletakkan fondasi sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Reportase jalannya konferensi dapat disimak pada link berikut

Diselenggarakan sebagai wadah ilmiah untuk mengevaluasi implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang telah berjalan selama dua tahun. Forum ini menitikberatkan pada pentingnya riset implementasi sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis bukti. Berbagai hasil penelitian dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta pemerintah diharapkan mampu mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan transformasi sistem kesehatan, sekaligus menghasilkan rekomendasi melalui policy brief yang dapat digunakan oleh para pengambil keputusan. Pembahasan forum mencakup berbagai isu strategis, seperti transformasi layanan kesehatan, pendidikan tenaga medis, pendanaan kesehatan, kebijakan obat dan alat kesehatan, hingga pengembangan sistem kesehatan yang tangguh terhadap perubahan iklim.. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat, Forum Nasional JKKI XV diharapkan mampu mendorong perbaikan kebijakan kesehatan yang berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Seri webinar ini mengangkat pertanyaan mendasar tentang “sesuatu yang salah” dalam kebijakan pendanaan kesehatan di Indonesia yang selama ini terasa namun belum sepenuhnya terurai. Dalam situasi di mana berbagai pemangku kepentingan—dari rumah sakit hingga tenaga kesehatan menghadapi keterbatasan sumber dana, diskusi ini menjadi semakin relevan dan mendesak. Stagnasi pengeluaran kesehatan yang bertahan di kisaran 3% dari PDB selama lebih dari satu dekade menunjukkan adanya persoalan struktural yang perlu ditelaah secara kritis. Terlebih, kerangka regulasi utama seperti UU SJSN 2004 dan UU BPJS 2011 dinilai memiliki pengaruh besar, namun belum tersentuh dalam reformasi terbaru sektor kesehatan. Melalui seri ini, diharapkan muncul pemahaman yang lebih komprehensif sekaligus gagasan solusi untuk memperbaiki arah kebijakan pendanaan kesehatan di Indonesia.  Kegiatan ini terbuka untuk umum dan digelar hingga Juli 2026.

PKMK FKKMK UGM akan menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel kebijakan kesehatan pada Juli hingga Agustus 2026. Pelatihan Penulisan Artikel Kebijakan Kesehatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan peneliti dan akademisi muda dalam mengubah hasil riset menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan di jurnal kebijakan kesehatan. Program ini terdiri atas tiga modul yang mencakup filosofi dan dasar penulisan artikel, analisis data, serta penyusunan manuskrip secara bertahap. Pelatihan ini menawarkan pendekatan yang terstruktur melalui multi-sesi, mentoring intensif dengan rasio fasilitator dan peserta sekitar 1:4, serta integrasi antara penulisan, analisis data, dan pengembangan manuskrip. Sasaran pelatihan meliputi mahasiswa pascasarjana, peneliti muda, calon penulis jurnal kebijakan kesehatan, serta praktisi kesehatan yang ingin mempublikasikan analisis kebijakan. Pada akhir pelatihan, peserta diharapkan mampu melakukan telaah literatur, analisis kebijakan, interpretasi data, penulisan artikel ilmiah, serta penyusunan manuskrip sesuai standar jurnal kebijakan kesehatan.

Dalam sistem kesehatan yang semakin kompleks, kebijakan tidak dapat disusun tanpa landasan bukti yang kuat. Pendekatan Evidence Based Policy memastikan setiap keputusan mempertimbangkan data riset global, bukti lokal, dan konteks implementasi. Namun, kesenjangan antara ketersediaan evidence dan kemampuan menerjemahkannya masih menjadi tantangan.

Rangkaian Pelatihan Evidence Based for Health Policy-Making hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui tiga tahap: Analisis Kebijakan Kesehatan Berbasis Bukti, Penyusunan Policy Brief, dan Advokasi Kebijakan. Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan menganalisis, merumuskan rekomendasi, serta mengomunikasikan kebijakan secara strategis agar berdampak nyata dalam praktik dan pengambilan keputusan. Informasi selengkapnya pelatihan ini dapat diakses pada link berikut

Agenda Kegiatan

PILIH

Review

Publikasi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.