Sebuah studi mengkaji prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, yang mencakup 75.800 remaja Indonesia berusia 13–18 tahun. Studi ini menggunakan data potong lintang dari Riskesdas 2018 yang melibatkan 75.800 remaja berusia 13–18 tahun. Regresi logistik bivariat dilakukan untuk memperkirakan prevalence odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95% terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja. Regresi logistik multivariat digunakan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dengan konsumsi makanan berlemak, riwayat penyakit, aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, tempat tinggal, riwayat kelebihan berat badan pada orang tua, dan pekerjaan ibu.
Hasilnya, prevalensi obesitas pada remaja sebesar 6,2%. Beberapa faktor yang berhubungan dengan obesitas antara lain konsumsi makanan berlemak yang sering, riwayat penyakit, tingkat aktivitas fisik sedang, usia, jenis kelamin, tempat tinggal, serta riwayat kelebihan berat badan pada orang tua. Prediktor terkuat obesitas pada remaja adalah riwayat kelebihan berat badan pada orang tua (aOR = 4,45). Studi ini menyimpulkan bahwa mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan langkah penting, terutama bagi remaja yang memiliki riwayat keluarga dengan kelebihan berat badan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja di Indonesia. Penggunaan dataset yang besar dan analisis yang komprehensif menjadi kekuatan penelitian ini serta memberikan informasi yang berharga untuk pengembangan intervensi kesehatan masyarakat.
Selengkapnya https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1155/jnme/2693160