Agenda mendatang

  • ag 3
  • ag 5
  • ag 7
  • ban jkki
  • ag 1
  • ag 2
  • ag 4
  • ag 8
  • ag 6

  Edisi Minggu ke 18: Selasa 21 Mei 2019

Webinar
Apakah Renstra Dinkes perlu ditulis ulang dengan adanya Perpres 82/2018

Perpres 82 tahun 2018 telah berjalan selama 6 bulan saat ini. Isi perpres ini salah satunya adalah memperkuat posisi Dinas Kesehatan dalam konteks adanya BPJS di sistem kesehatan. Akan tetapi di lapangan belum terlihat adanya perubahan nyata. Dalam hal ini ada kemungkinan dinas-dinas Kesehatan di Indonesia harus merevisi Misi dan Visinya di dalam era JKN.

Diskusi ini akan membahas misi dan visi berbagai Dinas Kesehatan sebelum adanya Perpres 82/2018, membahas makna Perpres 82/2018 dalam konteks misi dan visi dinas Kesehatan, membahas kemungkinan revisi renstra dinas Kesehatan dan membahas peran konsultan manajemen untuk dinas Kesehatan dalam pelaksanaan Perpres 82/2018.

kegiatan ini akan diselenggarakan pada Jumat, 24 Maret 2019 pukul 08.00 - 09.30 WIB di Auditorium Gedung Tahir Lantai 1 FK-KMK UGM, Yogyakarta dengan Pembicara dari Kelompok studi aspek Strategis Dinas Kesehatan dan Pembahas oleh Adinkes. Bagi peserta di luar Yogyakarta dapat mengikuti via webinar dengan link berikut

link webinar

 

Pelatihan Pengembangan Konsultan Manajemen Kesehatan: Pengelolaan Pekerjaan Konsultasi Manajemen Kesehatan

Sektor kesehatan di Indonesia saat ini membutuhkan banyak konsultan manajemen rumah sakit, konsultan manajemen mutu pelayanan rumah sakit, konsultan manajemen program KIA sampai ke kebijakan dan manajemen sistem pembiayaan yang dimotori BPJS. Kebutuhan ini tidak disertai dengan ketersediaan tenaga konsultan yang cukup, dan masih minimnya anggaran untuk konsultan. Oleh karena itu, pelatihan ini diselenggarakan agar terjadi keseimbangan yang lebih baik antara kebutuhan dengan ketersediaan konsultan yang bermutu.

PKMK FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan Blended Learning (tatap muka dan jarak jauh) Pelatihan Pengembangan Konsultan Manajemen Kesehatan : Pengelolaan Pekerjaan Konsultasi Manajemen Kesehatan. Pelatihan terbagi dalam 2 tahap, yakni tahap perorangan dan tahap berkelompok. Tahap pertama dilaksanakan pada 13 Mei – 27 Mei 2019, sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada 15 Juni – 27 Juli 2019

Selengkapnya

 

Pengaruh Kepemilikan Jaminan Kesehatan Terhadap Persalinan Pada Fasilitas Kesehatan di Indonesia

Dalam rangka mencapai Universal Health Coverage, Indonesia mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk di dalamnya adalah pelayanan persalinan. Ketersediaan jaminan kesehatan diharapkan dapat mengatasi kendala biaya pada persalinan di fasilitas kesehatan. Sebuah riset dilakukan oleh Mazda N Mukhlisa dan Pujiyanto menggunakan data Riset Kesehatan Dasar 2013 dan Potensi Desa 2011 dengan jumlah sampel 39.942 perempuan berusia 15 - 49 tahun yang melahirkan anak terakhir dalam periode waktu 2010 - 2013. Riset tersebut menggunakan pendekatan ekonometri dengan model estimasi probit dan bivariat probit untuk mengestimasi efek jaminan kesehatan dengan mempertimbangkan isu endogenitas pada jaminan kesehatan. 

Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 39,52%. Ibu yang memiliki jaminan kesehatan akan lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan saat persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Artikel ini dipublikasikan oleh jurnal Kesmas: National Public Health Journal pada Desember 2018.

selengkapnya

 

Pedoman Konsolidasi WHO Pada Pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat

Tuberkulosis resistan obat (DR-TB) lebih sulit diobati dan mengancam kemajuan global menuju target yang ditetapkan oleh Strategi Eliminasi TB dari WHO. Oleh sebab itu, perlu ada kebutuhan kritis untuk menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti terbaru dan komperhensif tentang pengobatan dan perawatan pasien DR-TB. Pedoman Konsolidasi ini berisi serangkaian rekomendasi WHO untuk pengobatan dan perawatan pasien DR-TB.

Pedoman konsolidasi mencakup rekomendasi kebijakan tentang rejimen pengobatan untuk TB yang resistan terhadap isoniazid (Hr-TB) dan Multi Drug Resistant (MDR)/ RR-TB, termasuk rejimen yang lebih lama dan lebih pendek, pemantauan kultur pasien yang menggunakan pengobatan, waktu terapi antiretroviral pada pasien MDR/ RR-TB yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), penggunaan pembedahan untuk pasien yang menerima pengobatan MDR-TB, dan model yang optimal dalam perawatan dan pelayanan pasien. Pedoman ini diterbitkan oleh WHO pada 2019 yang dapat diakses pada link berikut

selengkapnya

 

Call for Papers:
Accelerating Universal Health Coverage

Pada 2015, semua negara anggota Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) berkomitmen untuk mencapai cakupan kesehatan universal (UHC) melalui tujuan pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan kesehatan (SDG 3). UHC adalah investasi modal manusia dan kebijakan kesehatan masyarakat yang komprehensif yang harus dikejar pemerintah.

WHO menyambut naskah yang menangkap pengetahuan dan pengalaman dalam mengatasi kemacetan dan akar penyebab stagnasi yang menghambat kemajuan UHC yang berhasil. Makalah ini harus fokus pada, misalnya, ilmu implementasi dalam sistem kesehatan, pembiayaan kesehatan inovatif, pembelian strategis, UHC dan perawatan kesehatan primer, peran sektor swasta, koherensi kebijakan lintas tingkat pemerintah (terutama dalam sistem kesehatan desentralisasi), peran teknologi inovatif dan desain serta penggunaan informasi kesehatan. Batas waktu penyerahan adalah 15 Juni 2019. Naskah harus diserahkan sesuai dengan pedoman Bulletin untuk kontributor

Selengkapnya

 

Buku Baru WHO
New Perspectives on Global Health Spending for Universal Health Coverage

Buku ini membahas perspektif baru dalam menganalisis Pendanaan Kesehatan Global. Perspektif baru ini terkait dengan berbagai hal penting antara lain perkembangan ekonomi dalam ukuran GDP, kapasitas fiskal negara, dan mengapa perlu pengembangan data pembiayaan kesehatan dengan standar global.

Buku tersebut dapat di akses pada link di bawah ini dan kami telah merangkumnya ke dalam bahasa indonesia poin-poin menarik dari buku:

 

 

 

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

  Website Terkait

Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi
langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatan

idrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos