Agenda mendatang

  • ag 2
  • ag 4
  • ag 8
  • ag 6
  • hospexpo
  • nepal
  • bali
  • ban jkki

  Edisi Minggu ke 38: Selasa 8 Oktober 2019

14okt

Rangkaian Forum Nasional JKKI IX telah berlangsung lancar. Memo ini disusun agar ada beberapa hal yang dapat dipelajari kembali. Bagi yang belum sempat mengikuti dapat mempelajarinya dari awal.

1. Fornas JKKI dimulai 3 bulan sebelum pertemuan 9 dan 10 Oktober dengan kursus Analisis Kebijakan. Kursus ini diikuti dengan pengembangan kemampuan teknis menyusun policy brief. Silakan klik link dibawah ini

tb 1 7sept

2. Kegiatan Evaluasi JKN dengan fokus advokasi kebijakan berlangsung baik dan dipersilakan untuk mengklik materi. Di samping itu silakan mengklik berbagai berita di media mengenai Evaluasi JKN.

3. Fokus Fornas JKKI adalah mendukung pengembangan kebijakan KIA dan Gizi sebagai topik utama di Banda Aceh pada 9 – 10 Oktober 2019. Silakan laporan yang sudah tersedia, termasuk Workshop untuk Advokasi Kebijakan pada 11 Oktober 2019.

Apa Follow up Pasca Forum Nasional JKKI IX ?

Sesuai dengan tema, maka Advokasi Kebijakan menjadi kunci untuk topik JKN, KIA, dan Gizi. Bagi para penulis Policy Brief, masih ada waktu untuk memperbaiki dan menyusun format dalam ukuran A4. Disarankan untuk tidak lebih dari 4 halaman. Policy Brief yang sudah diperbaiki akan masuk ke web - web terkait sehingga mudah diakses.

Bagi peserta yang akan melakukan Advokasi Kebijakan, silakan menyusun Plan of Action untuk Advokasi. Akan diselenggarakan webinar untuk membahas PoA ini.

Demikian pengumuman dari kami Panitia Fornas JKKI IX. Fornas berikutnya yaitu tahun 2020 masih bertopik KIA, Gizi, dan JKN yang akan diselenggarakan di Banjarmasin.

 

Primary Care Physicians’ Satisfaction After Health Care Reform : A Cross - Sectional Study from Two Cities in Central Java, Indonesia

Sejak 2014, Indonesia mengimplementasikan kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional. Bentuk reformasi ini memberikan pengaruh pada kepuasan kerja bagi para tenaga kesehatan di klinik/puskesmas. Studi yang dilakukan oleh Chatila Maharani, dkk menilai tingkat kepuasan tenaga kesehatan dan beberapa faktor yang menyertainya pada dua kota di Provinsi Jawa Tengah setelah kebijakan ini dilaksanakan. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan menunjukkan angka 3.19 dari 5. Tenaga kesehatan terlihat sangat puas dengan hubungan kerja dengan sejawat lainnya, perhitungan jam kerja, dan kondisi fisik pekerjaan. Namun, mereka kurang puas dengan sistem rujukan, standar pelayanan pada JKN, dan kebijakan JKN itu sendiri.

Beberapa faktor yang mempengaruhi secara kuat terhadap ketidakpuasan tersebut adalah tipe pelayanan praktek, kinerja dari tugas manajerial dan persepsi mereka pada pengalaman yang akan dirasakan pasien. Pemerintah dan BPJS perlu memberikan pertimbangan dan memperbaiki sistem JKN sehingga kepuasan tenaga kesehatan agar menjadi lebih baik. Artikel ini dipublikasikan pada jurnal BMC Health Services Research pada 2019.

selengkapnya

 

Analisis Kebijakan : Pencapaian JKN di Kota Surakarta

Jaminan Kesehatan Nasional adalah salah satu program unggulan pemerintah Indonesia dalam rangka mencapai Universal Health Coverage. Setiap kota/kabupaten memiliki kebijakan daerahnya masing -masing yang bervariasi dalam mewujudkannya. Surakarta merupakan salah satu kota yang telah berhasil mewujudkan konsep UHC. Studi yang dilakukan oleh Rizky Amalia, Ari Probandari, Esti P. Pamungkasari, Tonang Dwi dan Ema N. Fitriana melihat implementasi kebijakan tersebut di Kota Surakarta melalui Analisis Segitiga Kebijakan untuk membantu memahami berbagai faktor yang terkait dalam setiap proses kebijakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi JKN di Surakarta dipengaruhi oleh komitmen tinggi dan komptenesi yang dimiliki aktor/ pelaku JKN, proses yang dinamis dalam menyesuaikan kebijakan pusat dan daerah dengan penerapan berbagai strategi untuk perluasan kepesertaan JKN, keberadaan padat penduduk di Surakarta, kesadaran dan kemauan tinggi dari masyarakat Surakarta serta ketersediaan dukungan teknologi. Artikel ini dipublikasikan pada Jurnal Kedokteran Kesehatan Indonesia pada Juli 2019.

selengkapnya

 

Primary Health Care on the Road to Universal Health Coverage (2019 Global Monitoring Report Executive Summary)

Laporan ini diterbitkan sebagai hasil dari pertemuan pada High Level Meeting on Universal Health Coverage pada Majelis Umum PBB. Komitmen politik yang disepakati diantaranya: a) peningkatan sektor yang telah terlihat adanya pertumbuhan, b) menghilangkan hambatan yang menyebabkan penurunan akses pelayanan kesehatan dan c) memudahkan akses ekonomi untuk pelayanan kesehatan.

Pemerintah pada tiap negara direkomendasikan untuk menginvestasikan 1% anggaran pendapatannya untuk fasilitas pelayanan kesehatan. Hal Ini dapat dicapai dengan peningkatan investasi kesehatan atau efisiensi dan pemerataan pendapatan. Keputusan kepala negara (political leaders) untuk memastikan prioritas investasi pada pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan perlu dilakukan sehingga Universal Health Coverage dapat tercapai. Tujuan utama UHC memang ambisius namun tetap dapat dicapai. Komitmen politik yang kuat memiliki pengaruh kuat untuk meminimalisir hambatan dan memberikan pertumbuhan kesehatan ke arah yang lebih baik.

Selengkapnya

 

Call for Letter of Interest
Building Research Partnership to Disseminate Social Innovation In Health In Low - and Middle - Income Countries

Social Innovation In Health Initiative merupakan jaringan Individu dan lembaga yang berbagi tujuan bersama untuk memajukan inovasi sosial dalam kesehatan. Pusat penelitian SIHI bekerja dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi inovasi sosial untuk berkembang. Tujuan dari call for letter of Interest untuk membangun hubungan kerjasama antara penelitian SIHI dan mendukung penelitian di berbagai negara berpenghasilan rendah.

Hal yang akan dilakukan adalah dengan menciptakan kemitraan antara (a) lembaga penelitian yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam memajukan inovasi sosial dalam kesehatan melalui advokasi, penelitian dan penguatan kapasitas dan (ii) lembaga penelitian yang berfokus pada penyakit menular kemiskinan yang bersedia untuk terlibat dan menanamkan pendekatan ini dalam organisasi mereka. Kemitraan penelitian ini akan secara aktif meningkatkan dan memfasilitasi jejaring, berbagi, dan belajar di antara mitra SIHI. Deadline pengumpulan abstrak 11 Oktober 2019.

Selengkapnya

 

The 6th UGM Public Health Symposium

Stunting adalah salah satu masalah yang cukup serius bagi anak yang diakibatkan oleh kurangnya gizi pada ibu dan pemberian makan pada anak yang tidak memadai. Masalah Ini berkolerasi dengan gangguan perkembangan neurokognitif dan penanda resiko penyakit tidak menular dan penurunan produktivitas di kemudian hari (WHO). Untuk menanggulangi hal Ini diperlukan komitmen pemerintah baik tingkat nasional maupun internasional. dalam 1000 hari pertama siklus hidup, nutrisi, lingkungan, dan psikososial memainkan peran penting yang akan memberikan dampak pada pertumbuhan dan perkembangan manusia. Penyebab stunting yang berakar dari berbagai sektor mengakibatkan perlunya pendekatan lintas sektoral dan transdisipliner untuk mengatasinya.

Oleh sebab itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dibutuhkan untuk penurunan kasus stunting. Public Health Symposium ke - 6 mengambil tema "Multisectoral and Multidisciplinary Approach to Prevent and Manage Stunting In Indonesia". Pengumpulan abstrak diterima hingga 21 Oktober 2019, sementara pelaksanaan kegiatan akan dilakukan di Yogyakarta, 5 - 7 November 2019.

selengkapnya

 

Call for Abstract
COLLABforASIA2020 : 2nd APIPEC - PHIPEC Joint International Conference

Konferensi #COLLABforASIA juga dikenal sebagai @nd Asia-Pacific Interprofessional Education and Collaboration (APIPEC) dan Philippine Interprofessional Education and Collaboration (PHIPEC) Networks Joint Conference. Tema konferensi kali ini adalah mentransformasi kesehatan asia dan kesejahteraan sosial melalui pendidikan dan kolaborasi interprofesional di abad 21 dengan tujuan membangun komunitas jaringan yang bertujuan untuk belajar dan bekerja sama meningkatkan porsi dan keseluruhan aspek perawatan kesehatan dan atau kesejahteraan sosial.

Konferensi ini terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan kesehatan dan kesejahteraan sosial dari wilayah Asia Pasifik baik oleh praktisi pendidikan, administrator, peneliti, pengusaha, pekerja komunitas, mahasiswa, serta advokat. Terdapat dua jenis penerimaan paper dalam konferensi ini, yakni oral dan poster presentation. Setiap abstrak yang terpilih akan masuk dalam index Philippine Journal of Allied Health Sciences. Penerimaan abstrak dimulai sejak 22 Agustus 2019 hingga 31 Oktober 2019.

selengkapnya

 

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

  Website Terkait

Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi
langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatan

idrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos