Reorientasi Pelayanan Kesehatan Untuk Penyakit Tidak Menular di Negara Middle-Income

Negara middle-income tengah mengalami peningkatan masyarakat menua sekaligus dengan peningkatan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan diabetes. Dibutuhkan pelayanan kesehatan preventif dan kuratif yang memperhatikan kesehatan lanjut usia mengingat tingginya kematian akibat penyakit tidak menular pada kelompok umur tersebut. Sebuah artikel menceritakan tentang proses orientasi pelayanan kesehatan terhadap penyakit tidak menular di negara middle income yakni Malaysia, Sri Lanka dan Thailand. Artikel ini ditulis oleh Vasoontara Yiengprugsawan, Judith Healy, Hal Kendig, Malinee Neelamegam, Palitha Karunapema & Vijj Kasemsup yang dipublikasikan pada 8 Agustus 2017 di jurnal Health Systems & Reform.

selengkapnya

 

Systematic Review: Sejauh Mana Kebijakan Pengendalian Tembakau Mampu Berpengaruh dalam Meningkatkan Kesehatan Anak?

gap

Setelah merokok menjadi salah satu faktor risiko terbesar dalam peningkatan berbagai penyakit, penelitian untuk mengembangkan serta upaya untuk mengimplementasikan kebijakan pengendalian tembakau telah berjalan. Namun sejauh manakah kebijakan tersebut mampu memberikan pengaruh kepada kesehatan? Sebuah artikel systematic review dengan menganalisis 41 studi di berbagai benua yang meneliti pengaruh rekomendasi kebijakan pengendalian tembakau (MPOWER) dari WHO terhadap kesehatan anak, mengingat tingginya akibat perilaku merokok dan paparan asap rokok semasa kehamilan dan anak-anak menyebabkan kematian.
Artikel ini ditulis oleh Timor Faber, Arun Kumar, Johan P Machkenbach, Cristopher Millett, Sanjay Basu, Aziz Skeikh dan Jasper V Been. Dipublikasikan oleh The Lancet Public Health pada September 2017.

selengkapnya

 

Diskusi Pokok - Pokok Pemikiran Mengenai IDI dan Kolegium Sebagai Organisasi Profesi yang Terpisah di Dunia Kedokteran Indonesia

Terdapat dua bagian yang saling bekerja sama dalam dunia kedokteran Indonesia, yaitu sektor pendidikan dan sektor pelayanan kesehatan. Setelah disahkannya UU Praktek Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran, sampai saat ini masih terjadi perbedaan pendapat mengenai dua sektor yang terpisah tapi berhubungan tersebut.

Maka, PKMK FK UGM berinisiatif membahas hubungan kedua sektor tersebut pada Senin, 11 September 2017 pukul 12.30-14.00 Wib di Laboratorium Kepemimpinan dan Komunikasi, FK UGM. Diskusi ini juga di siarkan melalui webinar dan live streaming, Informasi selengkapnya klik link berikut.

selengkapnya  materi

 

Forum Mutu Ke-XIII: Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Melalui Pengelolaan Strategic Resources

fmxiii

Forum Mutu ke-XIII yang mengambil tema “Memastikan Keberhasilan Upaya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Melalui Pengelolaan Strategic Resources di Fasilitas Pelayanan Kesehatan” diselenggarakan pada Senin (21/8/2017) di Yogyakarta. Para pembicara yang memaparkan materi berasal dari akademisi, asosiasi profesi, pemangku kepentingan, klinisi dan pihak-pihak yang terkait. Sejumlah tema menarik muncul dalam forum ini, salah satunya wearable device yang semakin canggih perkembangannya dan dapat meningkatkan mutu layanan klinis. Simak materi selengkapnya pada link berikut

selengkapnya

 

[Review Artikel] Menilai Kemampuan Kementerian Kesehatan dalam Menggunakan Bukti-Bukti Ilmiah untuk Pembuatan Keputusan

gap

Hasil penelitian dan bukti-bukti ilmiah merupakan bahan penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan. Namun dibutuhkan sebuah kemampuan untuk dapat menggunakan bukti-bukti ilmiah dalam pembuatan keputusan, dan ini menjadi sebuah isu yang telah banyak diteliti oleh peneliti kebijakan kesehatan. Telah dikembangkan sebuah instrumen penilaian untuk menilai kemampuan pemerintah dalam menggunakan bukti ilmiah dalam pemurusan keputusan.

Sebuah artikel mengenalkan suatu instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk menilai Kementerian Kesehatan di berbagai Low and Middle Income Countries (LMICs), yang sudah digunakan di delapan negara yakni, Bangladesh, Fiji, India, Lebanon, Moldova, Pakistan, Afrika Selatan & Zambia. Artikel ini ditulis oleh Daniela C. Rodríguez, Connie Hoe, Elina M. Dale, M. Hafizur Rahman, Sadika Akhter, Assad Hafeez, Wayne Irava, Preety Rajbangshi, Tamlyn Roman, Marcela Ţîrdea, Rouham Yamout and David H. Peters. Artikel ini dipublikasikan oleh jurnal Health Research Policy and Systems, BioMed Central pada 1 Agustus 2017.

selengkapnya

 

[Review Artikel] Bukti Penelitian yang Belum Dapat Menjadi Pertimbangan Pembuat Kebijakan

Penelitian ini dilakukan oleh Michael Callen, Adnan Khan, Asim I. Khwaja, Asad Liaqat serta Emily Myers dan dipublikasikan di halaman The Washington Post pada 13 Agustus 2017. Selama dua dekade terakhir, terjadi peningkatan penelitian kebijakan yang berbasis bukti. Bukti ilmiah memberikan pencerahan tentang apa yang bisa dijalankan dan tidak bisa dijalankan. Sampai tahun ini (2017) misalnya, The American Economic Associationtelah melakukan 1287 studi ilmiah di 106 negara yang berkaitan dengan kebijakan. Namun, apakah bukti-bukti ilmiah dapat digunakan oleh pembuat kebijakan? Sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Washington Post menceritakan hasil sebuah penelitian di Pakistan dan di India yang menemukan bahwa memberikan bukti ilmiah kepada pembuat kebijakan tidak meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan. Terdapat berbagai faktor yang membuat proses pengambilan keputusan berdasarkan bukti ilmiah menjadi rumit. 

selengkapnya

 

Reportase Indonesia Development Forum 2017

Indonesian Development Forum (IDF) diselenggarakan pada 9-10 Agustus 2017 di Jakarta dengan tema “Memerangi Ketimpangan untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik”. Kegiatan ini diisi dengan konferensi publikasi terkini dan dialog antar sektor untuk membahas tema seputar pembangunan. Sejumlah peneliti dan staheholder mengikuti agenda ini, termasuk tim dari PKMK FK UGM. Tim PKMK FK UGM akan melaporkan berbagai tema yang dibahas pada forum tersebut dalam bentuk reportase. Harapannya, forum ini turut berkontribusi dalam knowledge sharing terkait pembangunan kesehatan Indonesia. Reportase dapat disimak melalui website ini.

selengkapnya

 

[Review Artikel] Keberhasilan Result-Based Funding (RBF) dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Primer di Armenia

Armenia, sebuah negara middle-income di Eropa timur telah mampu menyediakan pelayanan kesehatan primer yang bebas biaya kepada masyarakatnya dengan pendanaan yang berasal dari publik. Faktor yang mendorong pencapaian ini ialah penerapan ­result-based funding (RBF) yang baik di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan primer negara tersebut. Sebuah artikel menceritakan bagaimana interaksi antar faktor yang kontekstual dan juga antar aktor berkontribusi terhadap suksesnya integrasi RBF ke dalam sistem pelayanan kesehatan primer di Armenia. Artikel ini ditulis oleh Varduhi Petrosyan, Dzovinar Melkom Melkomian, Akaki Zoidze dan Zubin Cyrus Shroff dan dipublikasikan 27 Maret 2017 pada Jurnal Health System & Reform.

Di Indonesia, program yang serupa bernama Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK) sedang mulai dijalankan oleh BPJS Kesehatan dan direncanakan akan diangkat pula ke skala nasional. Sehingga, artikel ini dapat menjadi contoh pengalaman yang baik bagi pengembangan program tersebut di Indonesia.

selengkapnya