Social media, knowledge translation, and action on the social determinants of health and health equity: A survey of public health practices

Pertumbuhan media sosial menghadirkan peluang bagi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan pengaruhnya dan berdampak pada determinan sosial dari keadilan kesehatan dan kesehatan. Pusat Kolaborasi Nasional untuk Penentu Kesehatan di St. Francis Xavier University melakukan survei selama paruh pertama pada 2016 untuk menilai bagaimana kesehatan masyarakat menggunakan media sosial untuk penerjemahan pengetahuan, membangun hubungan, dan peran kesehatan masyarakat yang spesifik untuk meningkatkan kesetaraan kesehatan.

Responden melaporkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat. Penyerapan media sosial, meskipun relatif tinggi untuk penggunaan pribadi, kurang mampu hadir dalam pengaturan profesional dan bervariasi untuk berbagai platform. Lebih dari 20 persen dari mereka yang terlibat dalam survei menggunakan Twitter atau Facebook setidaknya setiap minggu untuk pertukaran pengetahuan. Jumlah yang lebih sedikit menggunakan media sosial untuk tindakan kesetaraan kesehatan tertentu. Peluang untuk meningkatkan penggunaan media sosial dalam kesehatan masyarakat tetap ada. Peningkatan kapasitas dan kebijakan organisasi yang mendukung penggunaan media sosial dapat membantu mencapai hal ini.

Selengkapnya

 

Reportase South-East Asia Biennal Conference On Population And Health 2018

seabrep

Malang - South-East Asia Biennial Conference On Population and Health 2018 merupakan tahun pertama pelaksanaan konferensi yang akan diadakan oleh Portsmouth-Brawijaya Centre for Global Health, Population and Policy, University of Brawijaya, Malang, Indonesia. Konferensi yang diadakan di Batu, Malang pada 8 - 9 November 2018 utamanya disponsori oleh BKKBN Indonesia dan juga The University of Portsmouth, United Kingdom dan Universitas Brawijaya, Tujuan konferensi dua tahunan ini untuk mempertemukan peneliti kesehatan dari seluruh dunia untuk membahas beberapa isu populasi kontemporer dan masalah kesehatan di Asia Tenggara. Asia Tenggara terdiri dari Brunei, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Reportase kegiatan ini dapat disimak melalui link berikut:

reportase hari 1   hari 2

 

Reportase Indonesia Health Economic Association (INAHEA) ke-5

inaheajkt2l

Jakarta - Ekonomi kesehatan adalah cabang ilmu ekonomi yang secara khusus memfokuskan terapan ilmu ekonomi di bidang kesehatan baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat. Perhelatan Indonesia Health Economic Association (INAHEA) ke - 5 tahun ini diselenggarakan di Jakarta pada 31 Oktober – 2 November di Jakarta dengan mengambil tema “Spiraling Economic Evidence to Boost National Health Policies”. Penyelenggara perhelatan internasional ini yaitu dari Pusat Kebijakan dan Ekonomi Kesehatan Universitas Indonesia (PKEK-UI) dan bertempat di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Topik yang dibahas antara lain Determinants of health care, Increased demand for healthcare, Cost-effectiveness of technology and/or healthcare provision, Impact evaluation of health policy, Maximum value for money by ensuring cost-effective treatment, Microeconomic evaluation at treatment level, Market equilibrium, Evaluation at whole system level, dan Planning, budgeting and monitoring mechanisms.

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada berkesempatan menghadiri acara tahunan INAHEA ke - 5 ini. Bagi tenaga ahli ekonomi kesehatan, konsultan kesehatan, pemerhati kesehatan, pengambil kebijakan untuk kesehatan, pengambil kebijakan publik dan mahasiswa kesehatan masyarakat yang tidak dapat mengikuti langsung dapat menyimak dari hasil reportase melalui link berikut

Selengkapnya

 

Mengukur Sumber Daya Manusia : Sebuah Analisis di 195 Negara

Tingkat pendidikan dan kesehatan manusia adalah modal yang penting bagi pertumbuhan ekonomi. Bank Dunia telah menyerukan pengukuran dan pelaporan tahunan sumber daya manusia untuk melacak dan memotivasi investasi di bidang kesehatan dan pendidikan serta meningkatkan produktivitas.

Sebuah artikel menggambarkan ukuran komprehensif yang baru dari sumber daya manusia di seluruh negara secara global. Artikel ini dtiulis oleh Prof Stephen S Lim, PhD dkk yang dipublikasikan pada September 2018 di jurnal The Lancet.

selengkapnya

 

Reportase International Epidemiological Association South East Asia (IEASEA) 2018

2 5okt

International Epidemiological Association (IEA) memiliki lebih dari 1000 anggota di lebih dari 100 negara yang memiliki tujuan untuk memfasilitasi komunikasi di antara para epidemiologi yang terlibat dalam penelitian dan pengajaran di seluruh dunia, dan untuk mendorong penggunaannya di semua bidang kesehatan. termasuk di ranah sosial, komunitas dan pencegahan penyakit. Tujuan - tujuan ini dicapai dengan mengadakan pertemuan ilmiah dan seminar, dengan menerbitkan jurnal, laporan, monograf, buku terjemahan. Pertemuan Ilmiah Regional IEA Asia Tenggara tahun ini diselenggarakan dengan Konferensi Internasional tentang Kesehatan Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan, berfokus pada peningkatan kemampuan negara - negara untuk mengembangkan kebijakan kesehatan berbasis bukti untuk pencapaian SDG.

konferensi ini di selenggarakan pada 2-5 Oktober 2018 bertempar di Prime Plaza Hotel Sanur Bali. Reportase kegiatan ini dapat disimak pada link berikut

 

Menyeimbangkan Sistem Kesehatan: Peran Politik Sub Sektoral

Masalah yang dihadapi layanan kesehatan saat ini semakin kompleks, seiring dengan tumbuhnya kebutuhan sosial dan kesehatan dari masyarakat. Belakangan ini berkembang berbagai wacana seputar pembentukan sistem kesehatan seharusnya mulai bergeser menggunakan pendekatan berbasis institusi menjadi berbasis komunitas. Ini tentu menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh berbagai pemangku kebijakan.

Sebuah artikel menggambarkan betapa signifikannya proses politik di tingkat subsektoral dalam usaha menyeimbangkan sistem kesehatan menuju pelayanan kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat. Artikel ini ditulis oleh Allie Peckham, dkk yang dipublikasikan pada jurnal Health Policy pada September 2018.

selengkapnya

Reportase 5th Global Symposium on Health System Research

acc liverpool

Simposium Global mengenai Penelitian Sistem Kesehatan (Health System Research) yang kelima akan berlangsung di Liverpool pada 10 - 12 Oktober mendatang. Simposium ini akan membahas berbagai topik terkini khususnya yang terkait dengan pembiayaan untuk mencapai cakupan kesehatan semesta, pembelajaran dari proses pemberian layanan, mobilisasi sumber daya, pengaruh faktor politik dalam kebijakan, dan sebagainya. Perspektif yang akan banyak muncul adalah perspektif mengenai pendekatan multisektor, kesetaraan & keadilan, kelompok marjinal, dan inklusi sosial.

Simposium akan mencakup 4 topik utama, yaitu:

  1. Pendekatan multisektor untuk mencapai Sustainable Development Goals
  2. Leaving no one behind: sistem kesehatan yang melayani semua orang
  3. Sektor swasta dalam kesehatan
  4. Kesehatan masyarakat dan pemberdayaan komunitas

Simposium juga akan didahului oleh program lokakarya pada dua hari pertama (8 - 9 Oktober) yang mayoritas merupakan lokakarya pengembangan kapasitas yang memperkenalkan teknik dan metode baru dalam penelitian sistem kesehatan. 
Tim peneliti dari PKMK akan mengirimkan reportase kegiatan ini agar Ibu dan Bapak juga dapat mengetahui perkembangan terbaru dan diskusi hangat oleh para pakar dan peneliti dari seluruh dunia.

HSR 2018 PROGRAM   |   ORAL ABSTRACT BOOK

tbhsr1            

 

Hambatan Politik dan Teknis dalam Meningkatkan Layanan Kesehatan

Studi yang dilakukan oleh Margaret Kruk dkk di jurnal The Lancet menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap penurunan mortalitas dibandingkan sekedar melakukan ekspansi layanan tanpa melakukan perbaikan kualitas yang berarti. Temuan ini menjadi bukti ilmiah yang baru dan bisa dimanfaatkan oleh pembuat kebijakan dan agen pembiayaan dalam menentukan strategi alokasi sumber daya. Namun, apakah temuan ini dapat betul-betul diimplementasikan?

Sebuah artikel yang ditulis oleh Mishal S Khan dan Farah N Hashmani menguraikan berbagai kendala teknis seputar minimnya data dan terlalu kuatnya politik kekuasaan di berbagai tempat yang akan menghalangi proses perbaikan layanan kesehatan. Artikel ini dipublikasikan pada September 2018 di jurnal The Lancet.

Selengkapnya