The Equity Initiative’s Fellowship Program

gap

Keadilan kesehatan merupakan isu global, khususnya di negara-negara Asia Tenggara dan Cina yang memiliki populasi lebih dari seperempat populasi dunia. Keadilan kesehatan telah menjadi isu yang tidak hanya terbatas pada profesi medis dan sektor kesehatan. The Equity Initiative’s Fellowship Program merupakan sebuah program yang memfasiliasi pengembangan generasi pemimpin dan membangun kolaborasi dalam mempromosikan dan meningkatakan kesehatan diseluruh Asia Tenggara.

Program ini didanai sepenuhnya dan terbuka bagi siapa saja yang mengabdikan diri pada masalah keadilan kesehatan, berpikiran terbuka, dan bersemangat untuk mengembangkan diri.

selengkapnya

 

[Review Artikel] Pengalaman National Health System: Dari Universitas ke Sistem Kesehatan Nasional

The National Health System merupakan sistem kesehatan di Inggris yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Artikel ini menceritakan refleksi penulis tentang pengalaman melakukan transfer penelitian kepada implementasi sistem kesehatan di Inggris. Artikel ini memberi wawasan kepada pembaca tentang bagaimana transfer pengetahuan dapat dilaksanakan melalui keterlibatan dengan pemangku kepentingan untuk menghasilkan dampak terhadap kebijakan layanan kesehatan bagi pengguna jasa. Artikel ini ditulis oleh Helen Payne dan dipublikasikan pada 17 Juni 2017 dalam jurnal Health Research Policy and Systems.

selengkapnya

 

Diskusi Paradigma Baru dalam Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Implikasinya Pada Kebijakan Publik dalam Era JKN

Terdapat perubahan mendasar yang terjadi pada pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia. Pemahaman masyarakat bahwa penderita penyakit jiwa dapat pulih kembali, adanya gerakan HAM menuntut hak penderita penyakit jiwa, era BPJS yang mendorong terjadinya de-institusionalisasi pelayanan kesehatan jiwa dan tuntutan agar pelayanan kesehatan didasarkan pada evidence based. Perubahan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia menuntut adanya restrukturisasi pelayanan di kabupaten yang bersifat multidisiplin dan multisektor yang didukung oleh masyarakat yang bersifat inklusif.

Guna mendiskusikan perubahan pada pelayanan penyakit jiwa di era JKN, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM mengadakan diskusi “Paradigma Baru Dalam Pelayanan Kesehatan Jiwa dan implikasinya pada kebijakan publik dalam era JKN”. Materi dalam seminar ini dibawakan oleh dr. Gunawan Setiadi, MPH (Alumnus FK UGM dan mantan staf WHO SEARO di New Delhi). 

selengkapnya

 

Review Jurnal: Mengoptimalkan Peran Peneliti dalam Menjembatani Evidence Based Policy Making

Kesulitan dalam menghadapi ketidakpastian pembuat kebijakan dalam menentukan solusi permasalahan sosial merupakan pengalaman yang memusingkan bagi peneliti. Ketidak pastian ini disebabkan oleh berbagai faktor dalam pengambilan keputusan yang bersifat politis dan berdasarkan nilai-nilai tertentu. Apakah peneliti sebaiknya ikut mempertimbangkan kecenderungan pembuatan keputusan dari pembuat kebijakan ? Jurnal Health Research Policy and Systems mempublikasikan sebuah artikel yang melakukan analisis terhadap berbagai data sekunder, systematic review, analisis kritis dan teori kebijakan yang relevan dengan pembuatan kebijakan berbasis bukti di Amerika, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Artikel ini membahas bagaimana mengoptimalkan bukti ilmiah dalam proses pembuatan kebijakan, dan bagaimana peneliti dapat memainkan peran mereka secara lebih optimal di dalam proses ini. Ditulis oleh Paul Cairney dan Kathryn Oliver, artikel ini dipublikasikan pada 26 April 2017. Silahkan simak selengkapnya melalui link berikut

selengkapnya

 

Jurnal Universal Health Coverage, Priority Setting, and The Human Right to Health

Publikasi diterbitkan pada 26 April 2017

The Lancet belum lama ini mempublikasikan jurnal yang dapat diakses dengan judul Universal health coverage, priority setting and the human right. Jurnal ini disusun oleh Benedict Rumbold, Rachel Baker, Octavio Ferraz, Sarah Hawkes, Carleigh Krubiner, Peter Littlejohn, Ole F Norheim, Thomas Pegram, Annete Rid, Sridhar Venkatapuram, Alex Voorhoeve, Daniel Wang, Albert Weale, James Wilson, Alicia Ely Yamin, dan Paul Hunt.

Mendapat dukungan dari WHO, Bank Dunia, dan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan PBB, upaya menuju cakupan kesehatan universal (UHC) sekarang menjadi salah satu kebijakan kesehatan global yang paling menonjol. Seiring kemajuan negara menuju UHC, negara terpaksa membuat pilihan sulit mengenai bagaimana memprioritaskan masalah dan pengeluaran kesehatan: layanan mana yang harus diperluas terlebih dahulu, siapa yang harus disertakan terlebih dahulu, dan bagaimana beralih dari pembayaran out of pocket ke pembayaran di muka (prepayment). Dengan membangun literatur filosofis yang luas mengenai etika penetapan prioritas dalam perawatan kesehatan, sebuah laporan WHO 2014 memberikan panduan tentang bagaimana negara dapat menyelesaikan masalah ini. Silahkan simak selengkapnya melalui link berikut

selengkapnya

 

Second Annual Universal Health Coverage Financing Forum: Efficiency and Value for Money

20 – 21 April 2017 / The Mayflower Hotel, Washington, DC

Laporan yang ditulis oleh Prof. Laksono Trisnantoro ini mempunyai berbagai bab yang dapat dibaca. Pendahuluan merupakan Ringkasan dari Concept Note yang merupakan terjemahan paper yang disiapkan penyelenggara pertemuan ini. Paper Concept Note sedang diproses penerjemahannya. Selanjutnya Sesi Penutupan, Highlights dan Penutupan (ditulis oleh Pandu Harimurti) merupakan catatan saat mengikuti sesi. Di sini terdapat materi (power point) yang dapat diklik untuk dibaca lebih lanjut. Bagian-bagian terakhir; Refleksi untuk Indonesia dan Rekomendasi merupakan pendapat dan analisis subyektif Prof. Laksono Trisnantoro pasca mengikuti pertemuan ini. Sebagai muatan yang subyektif, pandangan terhadap isi Forum menjadi hal yang dapat diperdebatkan.

Bagi yang berminat untuk membaca web resmi Forum di tahun 2017, dapat klik disini, Sedangkan untuk Forum 1 di tahun 2016, silahkan klik disini

Silahkan klik untuk membaca reportase berikut:

  

 

 

 

Bedah Buku “The Republic of Indonesia Health System Review”

Buku The Republic of Indonesia Health System Review telah dipublikasikan oleh Asia Pacific Observatory pada Maret 2017. Publikasi ini merupakan bagian dari seri Health System in Transition (HiT). Buku ini terdiri dari 7 bab utama yaitu Pendahuluan, Organisasi & Tata Kelola Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, Sumber Daya Manusia & Infrastruktur, Pelayanan Kesehatan, Reformasi Kesehatan, serta Penilaian Sistem Kesehatan.

Guna membahas berbagai materi dalam buku ini, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM telah menyelenggarakan Bedah Buku “The Republic of Indonesia Health System Review” yang diselenggarakan pada hari Selasa, 4 April 2017. Silahkan download buku tersebut pada link berikut 

TOR   download buku 

 

Systematic Review : Kerangka Penilaian Tata Kelola Sistem Kesehatan

Tata kelola sistem kesehatan merupakan hal baru dalam pelaksanaan kesehatan dan terdapat perbedaan dalam memahami sertadan menilai tata kelola sistem kesehatan. Tata kelola sistem kesehatan pertama kali diperkenalkan pada World Health Report tahun 2000. WHO menetapkanya dalam istilah penatagunaan kerangka kebijakan strategis dengan pengawasan, regulasi, insentif dan akuntabilitas yang efektif. Liverpool School of Tropical Medicine melakukan systematic review dari berbagai literatur untuk menggambarkan konsep pemerintahan beserta teori-teori yang mendasari pelaksanaan sistem kesehatan, untuk mengidentifikasi kerangka kerja yang tersedia dan telah digunakan untuk menilai tata kelola sistem kesehatan. Dengan adanya prinsip tata kelola yang diimplementasikan dengan efektif, akan terjadi peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan. Systematic review ini ditulis oleh Thidar Pyone,* Helen Smith and Nynke van den Broek dan dipublikasikan pada 3 Maret 2017 pada Jurnal Oxford Health Policy and Planning. Silakan simak selengkapnya melalui link berikut:

klik disini