Buku : Comunities in Action, Pathways to Health Equity

Kesehatan merupakan suatu “produk” dari beberapa faktor penentu. Hal-hal yang terkait dengan kesehatan antara lain faktor sosial, ekonomi, lingkungan, dan distribusi pelayanan kesehatan. Pada umumnya, masyarakat lebih peduli dengan perawatan kesehatan mereka. Dan baik disadari ataupun tidak, masih sangat banyak terjadi kesenjangan pemerataan kesehatan yang menyebabkan tidak semua orang dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan kualitas yang sama. Status kesehatan individu tergantung pada perilaku dan pilihannya.

Masalah seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan yang rendah, kawasan hunian yang kurang sehat, transportasi umum yang buruk, kekerasan interpersonal, dan kondisi lingkungan juga berkontribusi terhadap ketidaksetaraan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah peran dari kebijakan dan norma-norma dalam kehidupan masyarakat. Ketika faktor-faktor ini tidak optimal, maka diperlukan adanya kebijakan sosial yang dapat membentuk kesehatan dengan sistem yang lebih kuat. Asuransi kesehatan menjadi hal yang diunggulkan dalam memastikan setiap orang terjamin kesehatannya, namun hal ini tidak serta merta menutup kesenjangan distribusi pelayanan kesehatan, seperti halnya yang terjadi di Indonesia.

Hadirnya buku yang berjudul Comunities in Action, Pathways to Health Equity menggambarkan penyebab dan solusi untuk ketidaksetaraan kesehatan di Amerika Serikat. Laporan ini berfokus pada apa yang masyarakat bisa lakukan untuk mempromosikan kesetaraan kesehatan, tindakan apa yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan yang merupakan bagian dari masyarakat atau mendukung mereka, serta akar penyebab dan hambatan struktural yang perlu diatasi.

download  

 

Reportase Konferensi Australasian Aid 2017

Australasian Aid Conference (AAC) atau Konferensi Australasian Aid akan kembali digelar pada Rabu-Kamis, 15-16 Februari 2017 di Crawford School of Public Policy, ANU, Canberra. Seperti tahun sebelumnya, tujuan Konferensi Australasian Aid 2017 untuk mempertemukan para peneliti dari seluruh Australia, Pasifik, Asia dan di luar wilayah tersebut yang bekerja di bidang bantuan dan kebijakan pembangunan internasional untuk berbagi wawasan, meningkatkan kerja sama, dan membantu mengembangkan komunitas riset. Dengan 500 orang mendaftar pada tahun 2016, AAC telah memantapkan dirinya sebagai konferensi utama di Australia untuk program bantuan dan pengembangan. Sesi plenary dan beberapa sesi paralel dari kegiatan ini yang akan disiarkan secara streaming, Reportase selengkapnya silakan klik melalui link berikut

Reportase hari pertama   hari kedua

 

Lunch Seminar: Memahami pelaksanaan kebijakan Askes Sosial di Vietnam dalam konteks perkembangan di Indonesia

sem14feb

Pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2017 dilakukan 1 diskusi di Hanoi tentang perbandingan asuransi kesehatan antara Vietnam dengan Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh Departemen Obsgin FK UGM, bekerja sama dengan HOGSI dan Hanoi University of Public Health. Ringkasan hasil diskusi adalah sebagai berikut:
Vietnam dan Indonesia mempunyai berbagai persamaan dalam Sejarah perkembangan askes sosial, sistem Single Pool dan Gejala adverse selection. Juga ada Gap biaya penggunaan antara RS yang tertier dengan RS district, dengan governance system yang belum begitu baik. Kemampuan untuk strategic purchasing juga sama. Disamping itu ada kekawatiran mengenai kelanggengan program asuransi kesehatan. Disarankan agar monitoring dan evaluasi kebijakan JKN di Indonesia juga menggunakan pengalaman di Vietnam untuk perbaikan kebijakan di masa mendatang. silahkan klik untuk materi dan berbagai referensi.

selengkapnya

 

Diskusi refleksi 2016 dan outlook kebijakan dan manajemen kesehatan 2017

outlook17

Tahun 2016 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebuah kebijakan kesehatan yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. Salah satunya kemudahan dan pemerataan akses pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri. Pelaksanaan kebijakan ini telah memberikan manfaat kepada jutaan warga Indonesia walaupun masih terdapat banyak kekurangan. Selain kebijakan JKN, ada berbagai kebijakan kesehatan penting yang perlu direfleksikan baik dari sektor kesehatan global maupun secara umum di Indonesia. Berbagai dinamika yang timbul dalam konteks kebijakan dan manajemen kesehatan di tahun 2016 tersebut perlu direnungkan untuk keperluan pengembangan dan perbaikan di tahun 2017.

Dalam rangka menyimpulkan berbagai peristiwa terkait kesehatan yang terjadi di tahun 2016 dan menyambut tahun 2017, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan "Diskusi Refleksi 2016 dan Outlook Kebijakan & Manajemen Kesehatan 2017". Informasi selengkapnya silakan klik pada link berikut:

klik disini 

 

Simposium Global Ke-empat Tentang Penelitian Sistem Kesehatan

Simposium Global Health System Research ke-4 yang diselenggarakan pada tanggal 14-18 November 2016 di Vancouver Kanada, mengangkat tema Resilient and Responsive health systems for a changing worldTujuan khusus dari Simposium ini adalah berbagi penelitian terbaru mengenai:

  • Cakupan kesehatan semesta;
  • Mengembangkan agenda prioritas penelitian global khususnya percepatan kemajuan cakupan kesehatan semesta;
  • Memfasilitasi kolaborasi penelitian di seluruh disiplin ilmu, di berbagai sektor, berbagai inisiatif dan di berbagai negara;
  • Memperkuat panduan ilmiah dari penelitian sistem kesehatan, termasuk konsep, kerangka kerja, langkah-langkah dan metode; dan 
  • Mengidentifikasi mekanisme untuk memperkuat kapasitas - individu, infrastruktur kelembagaan - untuk penelitian tentang sistem kesehatan, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Tim Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM berkesempatan untuk mengikuti Simposium tersebut dan melakukan reportase. Kegiatan reportase ini bertujuan untuk mengambil berbagai intisari dari simposium ini yang relevan untuk pengembangan penelitian kebijakan dan sistem kesehatan di Indonesia. Diharapkan para pembaca laporan ini adalah para peneliti kebijakan, pengambil kebijakan, serta para mahasiswa yang tertarik mempelajari kebijakan dan sistem kesehatan.

Reportase harian berupa ulasan berbagai sesi penting dan berbagai proyek pengembangan dapat disimak pada link dibawah. Isi pada link dapat ditelusuri lebih lanjut sampai ke web yang ditulis oleh pengelolanya. Dengan demikian informasi yang diperolah dapat utuh. Pasca kegiatan di Kanada ini akan dilakukan berbagai diskusi untuk pengembangan lebih lanjut di Indonesia bersama Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia. Silahkan mengikuti.

Kongres Nasional IAKMI XIII

xiii

Kongres Nasional (KONAS) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pada 3-5 November 2016 di Makassar mengambil tema 'Masyarakat Hidup Sehat dan Bahagia dalam Mencapai Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2030)'. Kongres Nasional ini mempertemukan seluruh ahli kesehatan masyarakat (serta mahasiswa dan pemerhati kesehatan masyarakat) yang ada di Indonesia dengan para pakar.
Beberapa topik yang menjadi fokus kegiatan ini antara lain: keluarga sehat, KB dan kesehatan reproduksi, perdesaan sehat, pendayagunaan SDM kesehatan, perilaku bersih dan sehat, kota sehat dan bahagia, kesehatan mental dan lain-lain. Sebelum KONAS diadakan pula pelatihan dan workshop yang harapannya dapat meningkatkan kemampuan peserta. Reportase selengkapnya kegiatan Konas IAKMI dapat disimak pada link dibawah ini.
Buku program Konas IAKMI XIII Klik disini

   
 

Webinar CoP Telekomunikasi: Penguatan Kemampuan Telekonferens

Webinar CoP Telekomunikasi kembali dilaksanakan pada Selasa (19/7/2016) pukul 10.00-12.00 Wib dari Gedung Granadi, MMR Jakarta. Acara ini disiarkan langsung dan pembicara kali ini dari dua lokasi berbeda, yaitu Jakarta dan Yogyakarta. Mereka ialah Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD (dari Jakarta) serta Lilik Haryanto (Staf Teknologi Komunikasi PKMK FK UGM) dan Ir. Sarwestu Widyawan, MPH (konsultan PKMK FK UGM). Dua pembicara terakhir memaparkan materi dari studio PKMK di Yogyakarta. Prof. Laksono menyoroti peran besar telekonferens untuk masing-masing persatuan atau asosiasi, salah satunya mempermudah komunikasi langsung (jarak jauh).

Diskusi kali ini mengusung tema 'Penguatan Kemampuan Telekonferens'. Telekonferens seperti yang dilakukan kali ini merupakan media komunikasi bagi para anggota, mitra dan calon peserta yang tertarik atau ingin mengetahui Community of Practice (CoP) atau Masyarakat Praktisi Pengembangan Kemampuan Telekonferens.

selengkapnya

 

Enam Praktek untuk Memperkuat Evaluasi Riset Kesehatan Pembangunan Global

ESSENCE dalam Riset Kesehatan Dipublikasikan 26 Mei 2016


Atas inisiatif dari penyandang dana di bidang riset kesehatan, The ESSENCE telah mempublikasikan dokumen praktis yang menarik dengan judul Six Practices to Strengthen Evaluation of Global Health Research for Development. Dokumen ini merupakan hasil dari 25 organisasi penyandang dana yang bekerja sama untuk memilih salah satu best practices dan mengadvokasinya.

Mei, tepatnya pada konferensi Southern Africa Research and Innovation Management Association (SARIMA) di Afrika Selatan, anggota The ESSENCE melakukan finalisasi dokumen melalui diskusi panel. SARIMA merupakan salah satu dari sejumlah asosiasi yang berfokus pada manajemen riset, termasuk evaluasi riset (bukan hanya bidang kesehatan saja). SARIMA bekerja dengan The ESSENCE untuk merancang konsultasi dengan peneliti Afrika Selatan, manajer riset, dan administrator selama proses pembangunan. Masing-masing dokumen dalam The ESSENCE dikembangkan dengan program yang berpengaruh dan bisa mendapatkan keuntungan dari standar yang direkomendasikan. 

Laporan ini merekomendasikan enam praktik terbaik yang dapat dipertimbangkan dalam evaluasi penelitian:

  • Mengembangkan standar evaluasi yang ditetapkan.
  • Membangun desain yang ketat, pendekatan, metode dan metrik.
  • Mempertimbangkan nilai
  • Mengidentifikasi pengguna dan calon yang pengguna dalam evaluasi
  • Rencana berdasarkan timeline antisipasi pengaruh
  • Memelihara kolaborasi diantara beragam stakeholder

selengkapnya