Kuba, Keunikan dan Tantangannya, Global Learning 2018 The Equity Initiative 26 Mei – 2 Juni 2018

kuba

Mengunjungi Kuba merupakan suatu hal yang menarik untuk belajar mengenai ekonomi, politik, sosial, budaya, dan kesehatan. Kuba merupakan negara yang menarik dari sisi sejarah dan politik yang dampaknya mempengaruhi kondisi kesehatan Kuba. Selama 5 dekade, Kuba bergumul dengan dominasi Spanyol, Amerika Serikat, dan Uni Soviet, berusaha untuk tidak tergantung secara politik dan ekonomi. Kuba telah memulai reformasi ekonomi dan sektor privat semakin bertumbuh. Transisi ekonomi semestinya mempengaruhi perbaikan sistem kesehatan di Kuba. Namun sampai saat ini Kuba masih menghadapi berbagai tantangan terkait ekonomi domestik, regional dan global, kebijakan bilateral antara Kuba dan Amerika Serikat, remunerasi dan migrasi SDM kesehatan, kebijakan kesehatan, urbanisasi, ketahanan pangan, tanggung jawab individu dan keluarga untuk kesehatan sendiri, populasi lansia, penyakit kronik, ancaman bencana, maupun penyakit endemik. Untuk reportase selengkapnya silakan klik link berikut

selengkapnya

 

Sinkronisasi RPJMD-RPJMN Bidang Kesehatan Pasca Pilkada Serentak 2018

Sinkronisasi RPJMD-RPJMN merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional. Upaya untuk menjamin sinkronisasi perencanaan pembangunan nasional (RPJMN) dengan rencana pembangunan provinsi (RPJMD Provinsi) dan kabupaten/ kota (RPJMD Kabupaten/ Kota) telah lama dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas. Hasil evaluasi menunjukkan banyak perencanaan daerah yang tidak sinkron dengan perencanaan pusat. Pilkada yang dilakukan serentak oleh sekitar 171 daerah menjadi momentum untuk mewujudkan sinkronisasi RPJMD-RPJMN, terutama sub bidang kesehatan dan gizi masyarakat.

Kementerian PPN/Bappenas telah bekerja sama dengan PKMK FKKMK UGM dalam menyusun dan mengembangkan modul sinkronisasi baik versi cetak maupun versi online. Landasan kebijakan sinkronisasi didukung oleh UU No. 17/ 2003, UU No. 25/ 2004, PP No. 8/ 2008, UU No. 23/ 2014, Permendagri No. 54/ 2010, Permendagri No. 86/ 2017 serta ada SEB No. 050/4936/SJ dan No. 0430/M.PPN/12/2016 dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Bapak/ Ibu dapat mengakses modul dan arsip kegiatan terkait melalui link berikut :

Modul Sinkronisasi

selengkapnya

Modul Sinkronisasi Berbasis Website

selengkapnya

Pelatihan Calon Fasilitator Pendamping Sinkronisasi

selengkapnya

Arsip Kegiatan Pendampingan Sinkronisasi

selengkapnya

Blended Learning Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan

selengkapnya

Referensi dan Regulasi


selengkapnya

 

Menetapkan Prioritas Sistem Kesehatan

Menetapkan prioritas dalam sistem layanan kesehatan harus didasarkan pada norma etika dan pertimbangan lain yang berharga untuk masyarakat. Dalam penetapan prioritas ini umumnya digunakan sebuah pendekatan yang mengurutkan intervensi mengikuti norma dan pertimbangan yang ada, kemudian urutan intervensi ini diterjemahkan menjadi skema.

Sebuah artikel melakukan review literatur untuk menemukan beberapa pandangan dalam membuat urutan prioritas bagi layanan kesehatan. Artikel ini ditulis oleh Lars Sandman, yang dipublikasikan di International Journal in Health Policy and Management pada Juni 2018.

selengkapnya

 

Mengukur Kualitas dan Akses Layanan Kesehatan di 195 Negara

Komponen kunci untuk mencapai universal health care (UHC) adalah memastikan bahwa semua populasi memiliki akses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan observasi untuk mengetahui seberapa banyak program yang telah dicapai dan masih tersendat di seluruh negara penting untuk memandu keputusan dan strategi ke depan. Sebuah artikel menggunakan Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study 2016 (GBD 2016) untuk menilai akses dan kualitas layanan kesehatan dengan indeks kualitas dan akses layanan kesehatan (HAQ) untuk 195 negara dan wilayah, serta provinsi di 7 tujuh negara, dari 1990 hingga 2016. Artikel ini ditulis oleh GBD 2016 Healthcare Access and Quality Collaborators dan dipublikasikan pada 23 Mei 2018 di jurnal The Lancet.

selengkapnya

 

Mengukur Lebih Jauh Performa Akses dan Layanan Kesehatan

Saat ini pengukuran peforma dari sistem kesehatan dalam mencapai Universal Health Care (UHC) tengah berlangsung di berbagai negara. Salah satu ukurannya adalah dengan index Health Access and Quality (HAQ) yang fokus pada 32 penyebab kematian yang seharusnya bisa dihindari dengan pelayanan kesehatan baik. Rafael Lozano dkk, dengan menggunakan HAQ melakukan penelitian seputar efektivitas diagnosis kanker di berbagai negara. Penelitian ini memperbarui penyebab kematian dan perkiraan faktor risiko dari Global Burden of Disease 2016, serta memperkirakan korelasi index HAQ nasional dengan pembiayaan kesehatan dan sistem kesehatan di negara tersebut.

Svetlana V Doubova dan Ricardo Pérez-Cuevas dari unit penelitian epidemiologi & layanan kesehatan, Mexican Institute of Social Security dan pusat penelitian sistem kesehatan, National Institute of Public Health, Cuernavaca City, Mexico memberikan komentar kritis yang dipublikasikan pada jurnal The Lancet, bagaimana penelitian ini mengkonfirmasi pemikiran bahwa sangat dibutuhkan penguatan tata kelola & inovasi di pelayanan kesehatan.

selengkapnya

 

Draft Pemerintah Indonesia 2019 : Rencana Pemerintah dalam Memprioritaskan Pengurangan Stunting

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, dimana hal ini masih menjadi masalah kesehatan yang dominan di Indonesia. Pada 2019, pemerintah berencana melakukan upaya dalam mengurangi stunting melalui berbagai agenda dan intervensi efektif guna menghasilkan konsumsi gizi adekuat, pola asuh tepat dan pelayanan kesehatan serta kesehatan lingkungan yang baik.

Berikut adalah dokumen perencanaan program prioritas nasional tahun 2019 dalam mengurangi stunting yang disusun oleh Pungkas Bahjuri Ali, sebagai Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas. Dokumen ini memuat draft rancangan kerja pemerintah (RKP) tahun 2019 yang memasukkan proyek pengurangan stunting disertai dengan daftar intervensi spesifik disertai rencana pembiayaan serta monitoring dan evaluasinya. 

selengkapnya

 

Studi Kasus di Nigeria: Menguatkan Kolaborasi Peneliti dan Pembuat Kebijakan

Sebuah aritkel melaporkan hasil dari interaksi model dua arah antara Ebonyi State University (EBSU) dan Menteri Kesehatan Negara Bagian Ebonyi (ESMoH) di Nigeria sebagai strategi kolaborasi yang inovatif untuk mempromosikan peningkatan kapasitas untuk pemanfaatan bukti ilmiah untuk kebijakan kesehatan. Penyusunan kebijakan berbasis bukti dapat lebih optimal jika pembuat kebijakan berpartisipasi dalam kegiatan penelitian dan peneliti terlibat di dalam proses penyusunan dan implementasi kebijakan. Dibutuhkan penguatan institusi dan mekanisme yang dapat meningkatkan interaksi secara lebih sistematis antara peneliti, pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya yang dapat lebih optimal memanfaatkan hasil penelitian.

Artikel ini ditulis oleh Chigozie Jesse Uneke, Abel Ebeh Ezeoha, Henry Chukwuemeka Uro-Chukwu, Chinonyelum Thecla Ezeonu dan Jonathan Igboji, dipublikasikan di International Journal of Health Policy & Management pada 22 Oktober 2017.

selengkapnya

 

Knowledge Sharing: Webinar Health Technology Assessment

RSUP Dr. Sardjito sebagai salah satu RS rujukan nasional di Indonesia memiliki tugas mengembangkan Health Technology Assessment (HTA), HTA yang dikembangkan khususnya penapisan teknologi tepat guna di sekitarnya dengan mengutamakan produk dalam negeri.

Tema HTA ini dirasa penting untuk dikaji bersama, maka RSUP Dr. Sardjito dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM menginisiasi webinar HTA yang telah dilaksanakan pada hari Senin, 21 Mei pukul 09.00-10.30 Wib. Materi webinar dapat diakses pada link berikut

selengkapnya