Systematic Review : Kerangka Penilaian Tata Kelola Sistem Kesehatan

Tata kelola sistem kesehatan merupakan hal baru dalam pelaksanaan kesehatan dan terdapat perbedaan dalam memahami sertadan menilai tata kelola sistem kesehatan. Tata kelola sistem kesehatan pertama kali diperkenalkan pada World Health Report tahun 2000. WHO menetapkanya dalam istilah penatagunaan kerangka kebijakan strategis dengan pengawasan, regulasi, insentif dan akuntabilitas yang efektif. Liverpool School of Tropical Medicine melakukan systematic review dari berbagai literatur untuk menggambarkan konsep pemerintahan beserta teori-teori yang mendasari pelaksanaan sistem kesehatan, untuk mengidentifikasi kerangka kerja yang tersedia dan telah digunakan untuk menilai tata kelola sistem kesehatan. Dengan adanya prinsip tata kelola yang diimplementasikan dengan efektif, akan terjadi peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan. Systematic review ini ditulis oleh Thidar Pyone,* Helen Smith and Nynke van den Broek dan dipublikasikan pada 3 Maret 2017 pada Jurnal Oxford Health Policy and Planning. Silakan simak selengkapnya melalui link berikut:

klik disini

 

Pembelajaran Baik dari Pelaksanaan UHC di Inggris

Jakarta. Pada Rabu (10/5/2017) Prof. Guy Daly dari Conventry University memaparkan pengalaman pelaksanaan universal health coverage (UHC) di United Kingdom oleh the National Health Service (NHS) di Kemenristekdikti, Jakarta. Paparan ini menarik karena seperti halnya di Indonesia, NHS menemui berbagai tantangan di awal pelaksanaan UHC. Status kesehatan secara umum membaik, tetapi tetap dihadapkan pada masalah inequity.

Selengkapnya reportase mengenai kegiatan ini dapat disimak pada link berikut

selengkapnya

 

 

World Congress on Public Health Ke-15

World Congress on Public Health (WCPH) diselenggarakan setiap 2-4 tahun sekali oleh World Federation of Public Health Association (WFPHA). Kongres ini dihadiri lebih dari 2000 delegasi dari seluruh benua, konferensi ke-15 ini diselenggarakan di Melbourne, Australia. Tidak hanya menampilkan sesi plennary dan presentasi oral, di konferensi ini juga akan ada sesi khusus World Leadership Dialogue, sesi storytelling serta e-poster yang merupakan inovasi dalam menayangkan poster penelitian. Sekitar 130 sesi akan membawa informasi-informasi terbaru mengenai isu kesehatan masyarakat, hasil penelitian serta pengalaman pengembangan kebijakan kesehatan di berbagai wilayah di dunia. Topik yang ditampilkan pun beragam, mulai dari epidemiologi klinik, universal health coverage, kesehatan kerja, peran media dan social marketing untuk kesehatan, sampai pada peran kebijakan pada kesehatan. Website resmi kegiatan dapat disimak pada link berikut http://wcph2017.com. Reportase kongres perhari dapat disimak pada link berikut

hari 1   hari 2   hari 3   hari 4   hari 5

 

Memahami Untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi

newsiconSejak dimulainya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014, yang melibatkan anggaran cukup besar, KPK memandang perlu dilakukan pengawalan melalui program pencegahan dan penanganan fraud di sektor kesehatan. 

Sektor kesehatan sendiri termasuk dalam salah satu fokus sektor yang menjadi sasaran program penindakan dan pencegahan korupsi terintegrasi dalam Renstra KPK 2015-2019.

Untuk memahami dengan lebih mudah tentang bentuk/jenis korupsi sebagaimana dimaksud oleh undang-undang, KPK telah menerbitkan buku “Memahami Untuk Membasmi: Buku Panduan untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi”. Buku ini sengaja diterbitkan agar masyarakat dapat mengetahui jenis perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi. Peningkatan pemahaman mengenai korupsi diharapkan dapat mencegah timbulnya fraud di sektor kesehatan. Silakan baca buku tersebut secara lengkap pada link berikut

klik disini

 

 

Buku : Comunities in Action, Pathways to Health Equity

Kesehatan merupakan suatu “produk” dari beberapa faktor penentu. Hal-hal yang terkait dengan kesehatan antara lain faktor sosial, ekonomi, lingkungan, dan distribusi pelayanan kesehatan. Pada umumnya, masyarakat lebih peduli dengan perawatan kesehatan mereka. Dan baik disadari ataupun tidak, masih sangat banyak terjadi kesenjangan pemerataan kesehatan yang menyebabkan tidak semua orang dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan kualitas yang sama. Status kesehatan individu tergantung pada perilaku dan pilihannya.

Masalah seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan yang rendah, kawasan hunian yang kurang sehat, transportasi umum yang buruk, kekerasan interpersonal, dan kondisi lingkungan juga berkontribusi terhadap ketidaksetaraan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah peran dari kebijakan dan norma-norma dalam kehidupan masyarakat. Ketika faktor-faktor ini tidak optimal, maka diperlukan adanya kebijakan sosial yang dapat membentuk kesehatan dengan sistem yang lebih kuat. Asuransi kesehatan menjadi hal yang diunggulkan dalam memastikan setiap orang terjamin kesehatannya, namun hal ini tidak serta merta menutup kesenjangan distribusi pelayanan kesehatan, seperti halnya yang terjadi di Indonesia.

Hadirnya buku yang berjudul Comunities in Action, Pathways to Health Equity menggambarkan penyebab dan solusi untuk ketidaksetaraan kesehatan di Amerika Serikat. Laporan ini berfokus pada apa yang masyarakat bisa lakukan untuk mempromosikan kesetaraan kesehatan, tindakan apa yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan yang merupakan bagian dari masyarakat atau mendukung mereka, serta akar penyebab dan hambatan struktural yang perlu diatasi.

download  

 

Reportase Konferensi Australasian Aid 2017

Australasian Aid Conference (AAC) atau Konferensi Australasian Aid akan kembali digelar pada Rabu-Kamis, 15-16 Februari 2017 di Crawford School of Public Policy, ANU, Canberra. Seperti tahun sebelumnya, tujuan Konferensi Australasian Aid 2017 untuk mempertemukan para peneliti dari seluruh Australia, Pasifik, Asia dan di luar wilayah tersebut yang bekerja di bidang bantuan dan kebijakan pembangunan internasional untuk berbagi wawasan, meningkatkan kerja sama, dan membantu mengembangkan komunitas riset. Dengan 500 orang mendaftar pada tahun 2016, AAC telah memantapkan dirinya sebagai konferensi utama di Australia untuk program bantuan dan pengembangan. Sesi plenary dan beberapa sesi paralel dari kegiatan ini yang akan disiarkan secara streaming, Reportase selengkapnya silakan klik melalui link berikut

Reportase hari pertama   hari kedua

 

Lunch Seminar: Memahami pelaksanaan kebijakan Askes Sosial di Vietnam dalam konteks perkembangan di Indonesia

sem14feb

Pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2017 dilakukan 1 diskusi di Hanoi tentang perbandingan asuransi kesehatan antara Vietnam dengan Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh Departemen Obsgin FK UGM, bekerja sama dengan HOGSI dan Hanoi University of Public Health. Ringkasan hasil diskusi adalah sebagai berikut:
Vietnam dan Indonesia mempunyai berbagai persamaan dalam Sejarah perkembangan askes sosial, sistem Single Pool dan Gejala adverse selection. Juga ada Gap biaya penggunaan antara RS yang tertier dengan RS district, dengan governance system yang belum begitu baik. Kemampuan untuk strategic purchasing juga sama. Disamping itu ada kekawatiran mengenai kelanggengan program asuransi kesehatan. Disarankan agar monitoring dan evaluasi kebijakan JKN di Indonesia juga menggunakan pengalaman di Vietnam untuk perbaikan kebijakan di masa mendatang. silahkan klik untuk materi dan berbagai referensi.

selengkapnya

 

Diskusi refleksi 2016 dan outlook kebijakan dan manajemen kesehatan 2017

outlook17

Tahun 2016 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebuah kebijakan kesehatan yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. Salah satunya kemudahan dan pemerataan akses pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri. Pelaksanaan kebijakan ini telah memberikan manfaat kepada jutaan warga Indonesia walaupun masih terdapat banyak kekurangan. Selain kebijakan JKN, ada berbagai kebijakan kesehatan penting yang perlu direfleksikan baik dari sektor kesehatan global maupun secara umum di Indonesia. Berbagai dinamika yang timbul dalam konteks kebijakan dan manajemen kesehatan di tahun 2016 tersebut perlu direnungkan untuk keperluan pengembangan dan perbaikan di tahun 2017.

Dalam rangka menyimpulkan berbagai peristiwa terkait kesehatan yang terjadi di tahun 2016 dan menyambut tahun 2017, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan "Diskusi Refleksi 2016 dan Outlook Kebijakan & Manajemen Kesehatan 2017". Informasi selengkapnya silakan klik pada link berikut:

klik disini