Pemerintah Indonesia meluncurkan program imunisasi nasional human papillomavirus (HPV) pada Agustus 2023 dengan cakupan mencapai 90% untuk kedua dosis. Tinjauan cakupan (scoping review) ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor pendorong perilaku dan sosial dalam vaksinasi HPV di kalangan orang tua dan remaja/kaum muda di Indonesia.
Hasilnya, sebanyak 18 studi disertakan untuk tinjauan review ini. Faktor pendorong dipetakan ke dalam domain BeSD, yaitu cara berpikir dan perasaan, proses sosial, motivasi, serta isu praktis. Sebagian besar faktor berkaitan dengan aspek cara berpikir dan perasaan, termasuk rendahnya pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit HPV dan vaksin HPV, meskipun motivasi untuk melakukan vaksinasi tergolong tinggi. Tinjauan ini menyoroti pentingnya status halal–haram vaksin HPV. Pasangan (suami/istri) dan guru merupakan pihak yang paling sering disebut sebagai pemberi pengaruh dalam pengambilan keputusan vaksinasi, bukan tenaga kesehatan. Puskesmas menjadi lokasi vaksinasi yang paling disukai, dan kekhawatiran mengenai biaya vaksin sering disebutkan. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan komunikasi yang jelas mengenai status halal–haram vaksin HPV, pelibatan orang tua, keluarga, guru, serta tokoh masyarakat yang dipercaya dalam penyampaian informasi tentang vaksin HPV, serta memastikan aksesibilitas vaksin HPV di luar lingkungan sekolah.
Selengkapnya https://link.springer.com/article/10.1007/s10552-025-02027-x