Sebuah studi mengkaji luaran maternal dan neonatal pada kehamilan yang mengalami komplikasi preeklamsia (PE) di Indonesia serta menganalisis variasi regional dalam faktor risiko dan luaran klinis di seluruh wilayah. Studi kohort retrospektif multisenter dilakukan di 30 rumah sakit yang tersebar di lima pulau utama di Indonesia (Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali–Nusa Tenggara Barat) pada periode Januari 2022 hingga Desember 2023. Data dikumpulkan dari rekam medis, meliputi karakteristik demografi, faktor risiko, dan luaran klinis. Hasilnya. sebanyak 6.763 kehamilan dengan komplikasi pre eklampsia dianalisis. Angka kematian ibu sebesar 1,6%, sedangkan angka kematian janin (stillbirth) dan neonatal masing-masing sebesar 5,7% dan 6,1%. Preeklamsia masih menjadi risiko besar bagi kesehatan ibu dan perinatal di Indonesia, meskipun angka kematian menunjukkan penurunan. Variasi luaran antarwilayah mencerminkan adanya kesenjangan dalam aksesibilitas dan infrastruktur layanan kesehatan. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi nasional, termasuk skrining dini, peningkatan tata laksana klinis, serta intervensi yang terarah untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait preeklamsia.
Selengkapnya : https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1002/ijgo.70587