Sebuah studi menyelidiki tren prevalensi merokok selama dekade terakhir dan hubungan antara pesan terkait tembakau dengan perilaku merokok serta upaya berhenti merokok pada orang dewasa di Indonesia. Studi potong lintang berulang ini menganalisis data sekunder dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia tahun 2011 dan 2021. Prevalensi merokok pada laki-laki sedikit menurun dari 67,04% (2011) menjadi 64,71% (2021), sedangkan prevalensi pada perempuan relatif stabil (2,66%–2,25%). Paparan terhadap pesan anti-merokok berhubungan signifikan dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk menjadi perokok aktif serta terkait dengan peluang yang lebih tinggi untuk mencoba berhenti merokok dan memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Paparan terhadap pesan pro-tembakau tidak berhubungan dengan perilaku merokok. Khusus pada laki-laki, paparan pesan anti-merokok dikaitkan dengan penurunan peluang menjadi perokok aktif, peningkatan peluang mencoba berhenti merokok, dan peningkatan keinginan untuk berhenti merokok. Prevalensi merokok di Indonesia masih tinggi, dengan pesan pro-merokok berkaitan dengan tingginya angka merokok. Meskipun pesan anti-merokok dapat meningkatkan niat untuk berhenti merokok, kebijakan yang lebih kuat dan dukungan berhenti merokok masih diperlukan untuk menurunkan prevalensi merokok.
Selengkapnya https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/puh2.70202