Peta jalan regional Asia-Pasifik untuk eliminasi tiga penyakit yang ditularkan dari ibu ke anak (Elimination of Mother-to-Child Transmission/EMTCT) yaitu HIV, sifilis, dan virus Hepatitis B menekankan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data serta keterlibatan sektor swasta. Sebuah studi menelaah peran sektor publik dan swasta dalam cakupan pemeriksaan antenatal tiga penyakit sebagai indikator EMTCT. Menggunakan data SKI 2023, analisis dibatasi pada perempuan dan anak perempuan usia 10–54 tahun yang melaporkan pernah hamil dan menjalani kunjungan antenatal care (ANC) antara tahun 2018–2023. Cakupan pemeriksaan didefinisikan sebagai riwayat pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B selama kehamilan terakhir yang dilaporkan sendiri oleh responden.
Hasilnya, cakupan pemeriksaan antenatal untuk ketiga infeksi tersebut mencapai 58,0 %. Tidak tersedianya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit, laboratorium, dan layanan kesehatan swasta ditemukan sebagai prediktor negatif terhadap cakupan pemeriksaan. Selain itu, ketergantungan pada layanan kesehatan swasta untuk ANC dibandingkan puskesmas juga berhubungan dengan lebih rendahnya kemungkinan melakukan pemeriksaan. Cakupan pemeriksaan ketiga infeksi pada ibu hamil masih berada di bawah target nasional (100 %) maupun target global (95 %). Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan dan ketergantungan pada layanan ANC swasta menjadi faktor negatif terhadap pemeriksaan HIV, sifilis, dan Hepatitis B, yang menunjukkan adanya kemungkinan kesenjangan keterlibatan sektor swasta dalam upaya EMTCT.
Selengkapnya https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1871519225002872