Sebuah studi mengidentifikasi faktor keluarga dan gaya hidup yang berkontribusi terhadap kejadian kelebihan berat badan (overweight) pada anak usia sekolah. Penelitian kasus-kontrol ini melibatkan 1.016 anak usia 6–12 tahun di Palembang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk menilai hubungan antara variabel yang diteliti dengan kejadian overweight, yang dilaporkan dalam bentuk adjusted odds ratio (AOR) beserta interval kepercayaan (IK) 95%. Hasil studi ini, beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian overweight pada anak usia sekolah meliputi tingginya konsumsi mi atau pasta, rendahnya konsumsi protein, konsumsi susu berperisa, frekuensi ngemil yang tinggi, rendahnya konsumsi buah, ibu yang bekerja, jarangnya makan bersama keluarga, serta kebiasaan tidak membawa bekal makanan ke sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi yang terintegrasi dalam pelayanan kedokteran keluarga untuk menilai pengaruh faktor perilaku dan faktor struktural terhadap kesehatan. Intervensi yang terarah untuk mendorong pola makan sehat, mengurangi perilaku sedentari (kurang aktivitas fisik), serta memberikan dukungan kepada keluarga, khususnya orang tua yang bekerja, dapat berperan penting dalam mencegah kelebihan berat badan pada anak di wilayah perkotaan.
Selengkapnya https://kjfm.or.kr/journal/view.php?number=4864