Sebuah studi menganalisis data sekunder untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor sosiodemografi dan perilaku dengan penyakit kronis terkait gizi. Analisis ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 2014. Penelitian mengeksplorasi empat luaran yang dikaitkan dengan faktor sosiodemografi dan perilaku, yaitu: (1) hipertensi, (2) peningkatan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP), (3) obesitas sentral, determinan metabolik penting dalam perkembangan penyakit kardiovaskular, dan (4) diabetes melitus tipe 2. Seluruh analisis menggunakan bobot sampel yang telah disesuaikan dengan desain survei.
Hasilnya, pada tahun 2014, sekitar 30% orang dewasa mengalami hipertensi dan 20% memiliki kadar hs-CRP yang meningkat. Sekitar 70% perempuan mengalami obesitas sentral, sedangkan prevalensi diabetes mencapai 11,6% pada perempuan dan 8,9% pada laki-laki. Usia yang lebih tua secara konsisten berhubungan dengan penyakit kronis terkait gizi, sementara kelebihan berat badan berhubungan dengan hipertensi, peningkatan hs-CRP, dan diabetes melitus tipe 2. Konsumsi mi instan secara rutin pada perempuan serta konsumsi minuman bersoda pada laki-laki berhubungan dengan peningkatan kadar hs-CRP. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga berhubungan dengan obesitas sentral pada laki-laki. Sebagian besar populasi dewasa di Indonesia saat ini telah mengalami atau berisiko mengalami penyakit tidak menular. Hasil analisis ini memberikan bukti empiris awal bahwa intervensi yang mendorong pola makan sehat, seperti mengurangi konsumsi makanan ultra-proses, perlu dipertimbangkan. Selain itu, upaya menurunkan prevalensi kelebihan berat badan merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit kronis di Indonesia.
Selengkapnya https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0221927