Meskipun angka kejadian kanker payudara di Indonesia terus meningkat, penelitian mengenai peran faktor pola makan, khususnya asupan lemak dan kalori, terhadap risiko kanker payudara masih terbatas. Sebuah studi menyelidiki hubungan antara konsumsi lemak dan kalori dari makanan dengan risiko kanker payudara pada perempuan di Indonesia. Penelitian kasus-kontrol ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. M. Djamil (Padang), Rumah Sakit Dr. Sardjito (Yogyakarta), dan Rumah Sakit Kanker Dharmais (Jakarta). Penelitian melibatkan 500 perempuan dengan kanker payudara (kelompok kasus) dan 500 perempuan tanpa kanker payudara (kelompok kontrol) yang dipadankan berdasarkan usia. Data dikumpulkan dari rekam medis dan kuesioner dengan menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan kemudahan (convenience sampling).
Hasilnya, responden pada kelompok kasus secara signifikan lebih banyak memiliki konsumsi lemak berlebih dibandingkan kelompok kontrol (85,2% vs. 56,6%; Adjusted OR = 5,86; IK 95% = 3,95–8,70). Kelompok kasus juga lebih banyak memiliki konsumsi kalori berlebih dibandingkan kelompok kontrol (35,4% vs. 27,2%; Adjusted OR = 1,10; IK 95% = 1,01–1,52). Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi gizi yang terarah dan program peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi faktor risiko kanker payudara yang dapat dimodifikasi melalui pola makan. Para pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan, perlu memprioritaskan promosi pola makan sehat sebagai upaya untuk mengurangi risiko kanker payudara pada masyarakat.
Selengkapnya https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213398426000692