Skip to content

Vitamin D Deficiency and Breast Cancer Recurrence in Indonesian Women with Breast Cancer

Kanker payudara tetap menjadi keganasan yang paling umum dan merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Defisiensi vitamin D sering ditemukan pada pasien kanker payudara. Bukti terbaru menunjukkan potensi peran vitamin D dalam mengatur proliferasi, diferensiasi, dan apoptosis sel tumor. Selain itu, defisiensi vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan luaran klinis yang lebih buruk pada pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan signifikansi prognostik defisiensi vitamin D pada perempuan Indonesia dengan kanker payudara. Penelitian prospektif dilakukan dengan melibatkan 123 perempuan yang didiagnosis kanker payudara invasif primer tanpa metastasis. Kadar 25(OH)D serum diukur pada saat diagnosis, sebelum pasien menjalani pengobatan apa pun, menggunakan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA). Defisiensi vitamin D didefinisikan sebagai kadar serum di bawah 20 ng/mL.

Hasilnya, median kadar vitamin D serum adalah 19,9 ng/mL (rentang: 5,7–35,1). Defisiensi vitamin D ditemukan pada 65 pasien (52,8%). Kondisi ini secara signifikan berhubungan dengan derajat keganasan tumor yang lebih tinggi (p = 0,037), keterlibatan kelenjar getah bening (p = 0,012), ukuran tumor yang lebih besar (p = 0,041), stadium klinis yang lebih lanjut (p = 0,049), serta ekspresi reseptor estrogen (ER) (p = 0,034) dan HER2 (p = 0,014) yang positif. Analisis Kaplan–Meier menunjukkan bahwa pasien dengan defisiensi vitamin D memiliki waktu kekambuhan kanker payudara yang secara signifikan lebih singkat, yaitu 20,11 ± 0,91 bulan (p = 0,048). Analisis regresi Cox multivariat mengonfirmasi bahwa defisiensi vitamin D merupakan prediktor independen terhadap waktu kekambuhan kanker payudara yang lebih singkat (HR = 3,19; IK 95%: 1,178–8,660; p = 0,023). Temuan ini menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D berpotensi menjadi biomarker prognostik kanker payudara yang dapat dimodifikasi. Hubungannya dengan karakteristik tumor yang lebih agresif dan waktu kekambuhan yang lebih singkat menyoroti potensi manfaat pemeriksaan dan koreksi status vitamin D sebagai bagian dari penatalaksanaan kanker payudara, khususnya pada populasi Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa defisiensi vitamin D umum ditemukan pada perempuan Indonesia dengan kanker payudara dan secara independen berhubungan dengan berbagai indikator prognosis yang buruk serta waktu kekambuhan yang lebih singkat.

Selengkapnya https://www.benthamdirect.com/content/journals/cnf/10.2174/0115734013422689251228132346

 

Mempelajari
UU No.17/2023 Tentang Kesehatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.