Deteksi resistansi obat secara cepat dan akurat sangat penting untuk memastikan bahwa pasien tuberkulosis (TB) mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif. WHO Catalogue of Mutations in Mycobacterium tuberculosis Complex and Their Association with Drug Resistance merupakan referensi terstandar untuk menginterpretasikan mutasi genetik yang berkaitan dengan resistansi obat berdasarkan uji fenotipik. Katalog ini juga mendukung pengujian kepekaan obat berbasis sekuensing, pengembangan diagnostik, surveilans, dan penelitian. Edisi ketiga katalog ini secara signifikan memperluas bukti yang tersedia untuk interpretasi resistensi obat berbasis genomik. Katalog tersebut menggunakan data yang menggabungkan whole-genome sequencing (WGS) dan pengujian kepekaan obat secara fenotipik dari lebih dari 71.000 isolat klinis yang berasal dari lebih dari 75 negara. Edisi ini juga mencakup bukti yang lebih luas mengenai obat antituberkulosis generasi baru dan obat yang digunakan kembali (repurposed drugs), termasuk bedaquiline, linezolid, delamanid, pretomanid, dan cycloserine. Selain itu, terdapat pembaruan metode bioinformatika dan statistik, penyempurnaan kerangka interpretasi, serta penguatan panduan praktis. Akibat interpretasi beberapa mutasi bergantung pada konteks genomiknya, Graded Mutation List harus diterapkan bersama aturan penilaian tambahan dan kriteria interpretasi lainnya yang tercantum dalam katalog. Penerapannya idealnya dilakukan melalui alur kerja bioinformatika yang telah tervalidasi dan mengintegrasikan seluruh komponen tersebut untuk mendukung interpretasi resistansi obat pada setiap sampel.
Selengkapnya https://www.who.int/publications/i/item/9789240124653