Disfungsi ginjal yang berkaitan dengan obesitas sebagian besar disebabkan oleh perubahan hemodinamik dan resistensi insulin. Pada individu dengan kelebihan berat badan atau obesitas, albuminuria diketahui memiliki hubungan yang independen dan berbanding terbalik dengan kadar adiponektin yang bersirkulasi, meskipun tanpa adanya diabetes. Sebuah studi dilakukan untuk mengevaluasi dan mengukur hubungan independen antara obesitas dan risiko penyakit ginjal, yang dinilai berdasarkan adanya albuminuria pada populasi Asia. Tinjauan sistematis ini dilakukan sesuai dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Strategi pencarian yang komprehensif dan sistematis dilakukan pada beberapa basis data elektronik, termasuk PubMed, ProQuest, Taylor & Francis, dan Wiley, untuk mengidentifikasi penelitian yang relevan dan memenuhi kriteria kelayakan.
Hasil analisis gabungan menunjukkan bahwa obesitas secara signifikan berhubungan dengan albuminuria pada populasi umum maupun pada subkelompok berdasarkan jenis kelamin. Secara spesifik, kemungkinan terjadinya albuminuria lebih tinggi pada individu dengan obesitas pada populasi secara keseluruhan (OR = 1,76; IK 95%: 1,09–2,83; p = 0,02; I² = 78%), pada laki-laki (OR = 1,34; IK 95%: 1,05–1,71; p = 0,02; I² = 63%), dan pada perempuan (OR = 1,16; IK 95%: 1,05–1,28; p = 0,004; I² = 19%). Studi ini menyimpulkan obesitas berhubungan dengan albuminuria pada populasi Asia.
Selengkapnya https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1155/ijhy/5660680