Sebuah studi menyelidiki prevalensi berdasarkan kelompok usia serta perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan tuberkulosis paru (TB paru/PTB) di Indonesia melalui studi dengan sampel skala besar. Sumber data penelitian berasal dari Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2018. Sebanyak 715.394 individu berusia 16 tahun ke atas direkrut dalam penelitian ini.
Hasilnya, pada kelompok usia muda, paruh baya, dan lanjut usia, prevalensi PTB masing-masing sebesar 3,5‰, 6,8‰, dan 9,6‰. Analisis regresi logistik dengan interaction term menunjukkan adanya perbedaan usia dalam hubungan antara PTB dengan mantan perokok, diabetes, dan penyakit jantung. Selain itu, ditemukan pula perbedaan terkait usia terhadap pengaruh jenis kelamin, ukuran keluarga, dan status pengangguran terhadap PTB. Laki-laki memiliki risiko PTB yang lebih tinggi dibanding perempuan hanya pada kelompok usia paruh baya dan lanjut usia. Keluarga dengan anggota lebih besar serta individu yang menganggur berhubungan signifikan dengan PTB hanya pada kelompok usia paruh baya. Memahami faktor-faktor spesifik berdasarkan usia pada PTB sangat penting untuk mengembangkan strategi kesehatan masyarakat yang efektif. Deteksi dini dan edukasi kesehatan yang lebih intensif terkait PTB perlu difokuskan pada laki-laki lanjut usia serta laki-laki usia paruh baya yang menganggur atau memiliki keluarga besar.
Selengkapnya https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/23744235.2025.2562230