Skip to content

Regional Knowledge Event

Private Health Insurance (PHI) for Sustainable Health Financing to Advance Universal Health Coverage (UHC)

Scientific Meeting

Strategic Purchasing
and Health Technology Assessment

Private Health Insurance (PHI) for Sustainable Health Financing
to Advance Universal Health Coverage (UHC)

Sistem kesehatan di berbagai negara saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar. Penuaan populasi serta meningkatnya biaya layanan kesehatan menjadi tantangan serius yang dapat mempengaruhi stabilitas keuangan suatu negara maupun wilayah.

Para pembuat kebijakan yang ingin memperkuat sistem kesehatan kini mulai mencari berbagai alternatif mekanisme pembiayaan agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan secara adil dan merata. Hal ini memunculkan pertanyaan penting: apakah Asuransi Kesehatan Swasta dapat membantu mengisi kesenjangan pembiayaan dan mendukung sistem kesehatan dalam mencapai Cakupan Kesehatan Universal (UHC)?

Untuk membahas isu penting ini, berbagai narasumber dari kalangan pemerintah, regulator, industri asuransi, akademisi, serta pelaku bisnis kesehatan akan berkumpul dalam Regional Knowledge Event bertajuk:

“Private Health Insurance (PHI) for Sustainable Health Financing to Advance Universal Health Coverage (UHC)”,

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026 di Hong Kong.

Acara ini diselenggarakan oleh Asia-Pacific Network for Health Systems Strengthening (ANHSS) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kebijakan dan Sistem Kesehatan, Jockey Club School of Public Health and Primary Care, The Chinese University of Hong Kong.

Pembiayaan kesehatan publik, baik melalui sistem berbasis pajak maupun asuransi kesehatan sosial, memainkan peran penting dalam sistem kesehatan di seluruh dunia. Mekanisme ini bertujuan untuk memastikan cakupan layanan kesehatan yang luas serta perlindungan finansial bagi masyarakat.

Di sisi lain, Asuransi Kesehatan Swasta yang dibeli oleh individu juga berperan dalam melengkapi, mendukung, atau bahkan menggantikan mekanisme pembiayaan kesehatan publik. Asuransi Kesehatan Swasta dapat membantu mengurangi risiko finansial serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Meskipun sistem pembiayaan publik memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat, meningkatnya kebutuhan akan solusi pembiayaan yang inovatif membuat peran Asuransi Kesehatan Swasta semakin mendapat perhatian sebagai salah satu opsi untuk memperkuat sistem kesehatan dan memperluas akses layanan kesehatan. Namun demikian, bagaimana PHI dapat berperan secara optimal dalam mendukung tujuan sistem kesehatan serta mencapai Universal Health Coverage masih menjadi pertanyaan penting.

Salah satu tujuan sistem kesehatan yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Target 3.8, adalah tercapainya Cakupan Kesehatan Universal (UHC), yang didefinisikan sebagai “Akses terhadap layanan kesehatan berkualitas secara menyeluruh, kapan dan di mana pun masyarakat membutuhkannya, tanpa menimbulkan kesulitan finansial.”

Meskipun memiliki peran yang sangat penting secara global, kemajuan menuju UHC bahkan telah mengalami stagnasi sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

Di negara-negara anggota The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), pengeluaran kesehatan diperkirakan meningkat sekitar 2,6% per tahun, sementara pendapatan pemerintah hanya tumbuh sekitar 1,3% per tahun. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan pembiayaan kesehatan.

Selain itu, tren global seperti penuaan populasi serta meningkatnya penyakit kronis dan penyakit tidak menular semakin memberikan tekanan terhadap sistem kesehatan agar mampu menyediakan layanan yang tepat waktu, adil, dan berkualitas. Walaupun sistem pembiayaan tunggal seperti Asuransi Kesehatan Sosial memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat, banyak negara mulai menghadapi defisit fiskal yang meningkat. Tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan sistem ini bahkan berpotensi mempengaruhi stabilitas keuangan negara.

Oleh karena itu, para pembuat kebijakan di berbagai negara mulai mengeksplorasi pendekatan pembiayaan kesehatan yang lebih inovatif dan komplementer. Dalam konteks ini, Asuransi Kesehatan Swasta (PHI) semakin dipandang sebagai salah satu opsi yang dapat membantu mengurangi beban sektor publik, meningkatkan akses layanan kesehatan, serta menurunkan pengeluaran kesehatan yang harus ditanggung langsung oleh masyarakat.

Dengan berbagai tantangan dan peluang tersebut, diskusi mendalam mengenai peran Asuransi Kesehatan Swasta dalam mencapai tujuan sistem kesehatan serta mendukung Universal Health Coverage menjadi semakin relevan dan penting untuk dilakukan.

Kegiatan ini akan memberikan gambaran komprehensif mengenai peran strategis Asuransi Kesehatan Swasta (PHI) dalam mendukung tujuan sistem kesehatan di kawasan Asia-Pasifik. Diskusi ini akan menghadirkan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi senior, pembuat kebijakan, regulator, ekonom kesehatan, serta pelaku industri asuransi.

Beberapa topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini meliputi:

  1. Prinsip Cakupan Kesehatan Universal (UHC) – Memahami konsep UHC, perspektif berbagai pemangku kepentingan, serta upaya bersama dalam mendukung pencapaiannya.
  2. Isu Pembiayaan dan Kebijakan Kesehatan – Mengkaji konsep keadilan, efisiensi, serta efektivitas biaya dalam strategi pembiayaan kesehatan.
  3. Tujuan Sistem Kesehatan, Kebutuhan Populasi, dan Perspektif Pasien – Mengeksplorasi bagaimana berbagai desain sistem kesehatan merespons tantangan yang dihadapi masyarakat.
  4. Peran Strategis Asuransi Kesehatan Swasta (PHI) – Menganalisis bagaimana PHI dapat melengkapi dan mendukung skema kesehatan nasional yang telah ada.
  5. Lingkungan Bisnis dan Regulasi – Membahas berbagai persyaratan kebijakan dan regulasi agar PHI dapat berfungsi sebagai mekanisme pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan.
  6. Studi Kasus dari Negara-Negara Asia Pasifik – Mempelajari pengalaman serta praktik terbaik dari berbagai negara dalam mengintegrasikan PHI ke dalam sistem kesehatan.

Kegiatan ini menjadi platform penting bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan pendekatan berbasis bukti, dalam memanfaatkan PHI untuk mendukung pencapaian Universal Health Coverage.

  1. Mengkaji peran Asuransi Kesehatan Swasta (PHI) dalam mendukung pencapaian tujuan sistem kesehatan dan Universal Health Coverage di kawasan Asia-Pasifik.
  2. Menganalisis kebutuhan serta tantangan sistem kesehatan dari perspektif berbagai pemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan, regulator, ekonom kesehatan, dan industri asuransi.
  3. Mengeksplorasi berbagai model pembiayaan kesehatan, termasuk kekuatan, keterbatasan, serta potensi sinerginya dengan PHI.
  4. Memfasilitasi pertukaran pengetahuan mengenai strategi dalam menghadapi tekanan pembiayaan kesehatan tanpa mengurangi aksesibilitas dan keadilan layanan kesehatan.
  5. Mendiskusikan kerangka kebijakan dan regulasi yang diperlukan untuk memastikan kontribusi PHI yang berkelanjutan dalam sistem pembiayaan kesehatan.
  6. Menyajikan studi kasus nyata dari berbagai negara untuk memberikan pembelajaran mengenai pengalaman integrasi PHI dalam sistem kesehatan.
  • Dr. Eduardo P. BANZON (Director, Health Sector Group, Asian Development Bank, Philippines)
  • Ms. Sabrina CHAN, Senior Executive Director (Hong Kong Association of the Pharmaceutical Industry, Hong Kong SAR, China)
  • Professor Ying-Yao CHEN (Professor, Fudan University, China)
  • Mr. Clement CHEUNG (Chief Executive Officer, Insurance Authority, Hong Kong SAR, China)
  • Professor Philip Wai-Yan CHIU (Dean of Medicine, The Chinese University of Hong Kong, Hong Kong SAR, China)
  • Dr. CHOW Yat (Executive Medical Director, Bupa Hong Kong, Hong Kong SAR, China)
  • Dr. Hong FUNG (Professor of Practice in Health Services Management, Centre for Health Systems and Policy Research, JC School of Public Health and Primary Care, HKSAR, China)
  • Professor Chantal HERBERHOLZ (Professor, Chulalongkorn University, Thailand)
  • Professor Maria Elena B. HERRERA (Adjunct Faculty, Asian Institute of Management, The Philippines)
  • Ms. Selina LAU (Chief Executive, Hong Kong Federation of Insurers, Hong Kong SAR, China)
  • Mr. Chye PANG-HSIANG (Principal & Consulting Actuary, Miliman, Hong Kong SAR, China)
  • Professor Siripen SUPAKANKUNTI (Professor, Chulalongkorn University, Thailand)
  • Professor Dr. Laksono TRISNANTORO (Professor, Universitas Gadjah Mada, Indonesia)
  • Professor Dr. Sharifa Ezat WAN PUTEH (Professor, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia)
  • Professor Eliza Lai-Yi WONG (Associate Director (Teaching and Learning), Centre for Health Systems and Policy Research, The Chinese University of Hong Kong, Hong Kong SAR, China)
  • Professor Samuel Yeung-Shan WONG (Director, JC School of Public Health and Primary Care, The Chinese University of Hong Kong, Hong Kong SAR, China)
  • Professor April Yu-shan WU (Research Assistant Professor, Centre for Health Systems and Policy Research, JC School of Public Health and Primary Care, The Chinese University of Hong Kong, Hong Kong SAR, China)
  • Mr. Raymond Wai-Man WU (Deputy Secretary for Health 1, Health Bureau, Hong Kong SAR, China)
  • Professor Eng-Kiong YEOH (Director, Centre for Health Systems and Policy Research, The Chinese University of Hong Kong, Hong Kong SAR, China)

 

  1. Pembuat kebijakan kesehatan
  2. Regulator sektor kesehatan dan asuransi
  3. Ekonom kesehatan
  4. Industri asuransi kesehatan
  5. Penyedia layanan kesehatan
  6. Peneliti di bidang sistem kesehatan
  7. Manajemen Rumah Sakit
  8. Lembaga Multilateral

Informasi Pendaftaran

Tanpa Tiket

Dengan Tiket

 

Termasuk tiket Jogja – Hong Kong (PP)

  • Akomodasi 2 Malam di Hotel Bintang 4
  • Antar jemput Hotel ke Venue
  • Tidak termasuk biaya pengurusan Passport dan Visa on Arrival

Rp 5.700.000,-

Rp 16.610.000,-

 

Note: Biaya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga tiket

Strategic Purchasing and Health Technology Assessment

Kursus kebijakan selama dua hari yang akan diselenggarakan pada tanggal 3–4 Juni 2026 di Shanghai, Tiongkok ini merupakan hasil kolaborasi antara Asia-Pacific Network for Health Systems Strengthening (ANHSS), Fudan University, serta Centre for Health Systems and Policy Research, JC School of Public Health and Primary Care, The Chinese University of Hong Kong.

Hari & tanggal: Rabu-Kamis, 3–4 Juni 2026
Waktu: 08.00–17.00
Tempat:  Fudan University, 130 Dongan Rd, Xuhui, Shanghai 200032, China

Secara global, hingga 40% pengeluaran kesehatan terbuang akibat berbagai inefisiensi dalam sistem kesehatan, seperti pendanaan untuk intervensi yang tidak tepat, overtreatment, koordinasi layanan yang tidak optimal, kesalahan dalam penetapan harga, pemborosan administratif, hingga praktik kecurangan. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan beban pengeluaran kesehatan yang harus ditanggung pasien, tetapi juga menghambat pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

Untuk mencapai UHC, diperlukan upaya untuk memprioritaskan penggunaan sumber daya kesehatan secara lebih efisien. Negara-negara di dunia saat ini dihadapkan pada tantangan dalam menentukan bagaimana cara terbaik untuk mengintegrasikan dan membiayai teknologi serta layanan kesehatan yang inovatif dan efektif ke dalam Health Benefit Package (HBP), sekaligus menyeimbangkan berbagai prioritas kesehatan masyarakat yang bersaing.

Health Technology Assessment (HTA) telah berkembang menjadi salah satu instrumen kebijakan yang penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. HTA merupakan proses multidisipliner yang menggunakan metode sistematis untuk menilai nilai suatu teknologi kesehatan, mulai dari obat, alat kesehatan, alat diagnostik, prosedur medis, hingga intervensi layanan kesehatan.

Melalui penilaian yang komprehensif terhadap aspek efektivitas klinis, keamanan, cost-effectiveness, serta implikasi sosial, etika, dan organisasi, HTA memberikan dasar bukti yang kuat dalam menentukan apakah suatu teknologi kesehatan layak untuk diadopsi, dibiayai, atau diperluas penggunaannya. Tujuan utamanya adalah mendukung pengambilan kebijakan dan alokasi sumber daya yang mendorong sistem kesehatan yang adil, efisien, dan berkelanjutan.

Seiring dengan meningkatnya biaya kesehatan dan pesatnya inovasi teknologi, banyak negara mulai menginstitusionalisasikan HTA guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penentuan prioritas pembiayaan kesehatan.

World Health Organization (WHO) dan International Decision Support Initiative (iDSI) menekankan bahwa HTA perlu menjadi bagian penting dalam proses priority setting (PS) sebagai salah satu cara untuk mencapai dan menjaga keberlanjutan UHC.

Priority setting sendiri merupakan proses yang menggabungkan perspektif kedokteran, etika, dan ekonomi untuk menentukan alokasi sumber daya secara adil dan efisien. Dalam praktiknya, HTA digunakan untuk membantu memeringkat intervensi kesehatan berdasarkan kriteria seperti beban penyakit, dampak anggaran, dan aspek keadilan, sehingga dapat ditentukan intervensi mana yang paling prioritas bagi masyarakat.

Sementara itu, Strategic Purchasing (SP) merupakan strategi pembiayaan kesehatan yang bertujuan untuk memastikan bahwa dana kesehatan digunakan secara optimal, dengan mengarahkan pembiayaan pada layanan dan intervensi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Pendekatan ini juga menciptakan insentif bagi penyedia layanan agar memberikan pelayanan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan.

Dalam konteks ini, quality improvement berperan sebagai mekanisme umpan balik berkelanjutan yang memantau kinerja layanan dan mengidentifikasi kesenjangan, yang selanjutnya dapat menjadi dasar untuk proses HTA dan priority setting berikutnya.

Kursus ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai HTA, mulai dari konsep dasar hingga implementasi praktis, serta bagaimana HTA, priority setting, dan strategic purchasing dapat digunakan secara terintegrasi untuk memperkuat sistem kesehatan dan mendorong pencapaian UHC.

Peserta akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk:

  1. mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti
  2. meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya
  3. mendorong pelayanan kesehatan yang berkualitas
  4. memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam sistem kesehatan

Studi kasus dari berbagai negara juga akan disajikan sebagai pembelajaran praktis.

Hari 1 (3 Juni 2026)

  • Pembukaan dan pengantar kursus
  • Overview HTA dan pengalaman China
  • Pengembangan kebijakan HTA (studi kasus Indonesia)
  • HTA untuk meningkatkan equity (studi kasus Thailand)
  • Implementasi HTA dalam kebijakan vaksinasi
  • Peran HTA dalam pengendalian biaya
  • Meta-analisis dan penggunaan RevMan
  • Evaluasi ekonomi dan implementasi Excel

Hari 2  (4 Juni 2026)

  • Analisis dampak anggaran dalam HTA
  • Priority setting dan peran strategis HTA
  • Strategic purchasing (studi kasus Thailand)
  • HTA untuk kesehatan populasi
  • Strategic purchasing untuk mendukung UHC
  • Diskusi dan refleksi
  1. Pemahaman tentang pengalaman berbagai negara dalam mengintegrasikan HTA dalam pengambilan keputusan pembiayaan dan pengembangan paket manfaat kesehatan.
  2. Dasar metodologi HTA, termasuk sintesis bukti, evaluasi ekonomi, dan analisis dampak anggaran.
  3. Keterampilan praktis dalam penggunaan alat analisis HTA seperti meta-analisis menggunakan RevMan dan pemodelan ekonomi dengan Excel.
  4. Pemahaman tentang hubungan antara HTA, priority setting, strategic purchasing, dan peningkatan mutu dalam mendukung UHC.
  5. Pengetahuan tentang proses dan kerangka kerja dalam penentuan prioritas berbasis bukti.
  6. Pemahaman tentang pendekatan berbasis bukti dalam strategic purchasing serta alat untuk mengevaluasi fungsi pembelian layanan kesehatan.

Informasi Pendaftaran

Tanpa Tiket

Dengan Tiket

 

Termasuk tiket Jakarta – Shanghai (PP)

  • Biaya Pendaftaran sebesar USD 200
  • Akomodasi 4 Malam di Hotel Bintang 4
  • Antar jemput Hotel ke Venue
  • Tidak termasuk biaya pengurusan Passport dan Visa on Arrival

Rp 13.800.000,-

Rp 23.700.000,-

 

Note: Biaya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga tiket

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.