Sebuah studi menganalisis hubungan antara obesitas sentral dan hipertensi pada perempuan Indonesia berusia >18 tahun menggunakan data SKI 2023 yang representatif secara nasional, sekaligus mengestimasi beban hipertensi yang dapat dikaitkan dengan obesitas sentral serta mengeksplorasi hubungan tersebut berdasarkan strata komorbiditas. Studi potong lintang ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang melibatkan 6.450 perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi dan obesitas sentral pada perempuan Indonesia masing-masing sebesar 34,84% dan 60,06%. Perempuan dengan obesitas sentral memiliki prevalensi hipertensi yang secara signifikan lebih tinggi (aPR = 1,52; 95% CI: 1,49–1,55). Hubungan ini tetap signifikan terlepas dari status komorbiditas, tetapi lebih kuat pada perempuan tanpa komorbiditas. Nilai population attributable fraction (PAF) menunjukkan bahwa secara teoritis 23,80% kasus hipertensi pada perempuan Indonesia dapat dikaitkan dengan obesitas sentral, yang menunjukkan dampaknya yang cukup besar pada tingkat populasi. Temuan ini mendukung perlunya strategi pencegahan hipertensi yang lebih terarah dengan memprioritaskan pencegahan obesitas sentral untuk mengurangi beban hipertensi pada perempuan Indonesia.
Selengkapnya https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/03630242.2026.2718838#d1e339