
Formasi aparatur sipil negara (ASN) tahun ini paling besar untuk SDM kesehatan. Jumlahnya mencapai 35 persen dari formasi yang ada. Formasi yang besar itu untuk mengisi kekurangan kebutuhan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan profesi kesehatan lainnya di daerah.
“Dari 100 ribu formasi ASN tahun ini, 35 ribu diantaranya diisi SDM Kesehatan,” kata Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Setiawan Wangsaatmaja dalam Loknas Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, di Jakarta, Jumat (29/8).
Ia menjelaskan, sebaran formasi tenaga kesehatan antara lain untuk mengisi kebutuhan di Kemenkes sebanyak 2000 orang, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, di Kemendikbud untuk kebutuhan rumah sakit pendidikan dan memenuhi permintaan pemda di seluruh Indonesia.
“Termasuk di dalamnya tenaga kesehatan untuk rumah sakit daerah maupun daerah-daerah terpencil,” ujarnya.
Penentuan kebutuhan formasi kesehatan, disebutkan Setiawan Wangsaatmaja didasarkan pada analisa beban kerja, kondisi geografi, pola penyakit, jumlah pasien, jenis Puskesmas (24 jam atau tidak) dan program unggulan di wilayah tersebut.
“Sekarang tidak bisa lagi main sisip-sisipkan supaya jadi pegawai. Kompetensinya harus sesuai. Karena disadari 70 persen dari rasio belanja pegawai ternyata untuk membayar pensiunan, 30 persennya untuk pegawai aktif. Kondisi ini kan sudah tidak sehat,” ujarnya.
Ditanya soal masih banyak daerah terpencil yang belum memiliki tenaga kesehatan, Setiawan mengatakan, hal itu bisa diusulkan.
“Kami sangat mempertimbangkan kebutuhan daerah. Namun, ASN ini tidak bisa asal comot, harus memenuhi 3 kompetensi dasar, seperti wawasan kebangsaan, integritas dan intelegensia umum,” kata Setiawan Wangsaatmaja menandaskan. (TW)
{jcomments on}


PKMK kembali menggelar Diskusi Bulanan untuk para peneliti dan konsultannya. Kali ini, diskusi yang diangkat terkait dengan upaya pembelajaran online dan program KB. Diskusi diawali dengan sedikit gambaran dari dr. Rossi Sanusi, MPA, PhD. Pertemuan kedua, KM ialah cara menyampaikan info yang tepat pada waktu yang tepat. Supaya mempunyai daya saing yang lebih unggul. Melalui pelatihan, mentoring, wawancara untuk menggali orang yang lebih tahu.
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menutup Fakultas Kedokteran (FK) abal-abal, yang tak memenuhi persyaratan Undang-Undang Pendidikan Kedokteran. Hal itu penting dilakukan untuk menjaga mutu Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
WAKTU DAN TEMPAT