“ Sinergi Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran dalam Menyongsong Pelayanan Kesehatan era Jamkesta dan BPJS

Annual Scientific Meeting (ASM)2013
Dalam rangka Dies Natalis FK UGM ke-67 dan HUT RSUP Dr. Sardjito ke-31

“Sinergi Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran
dalam Menyongsong Pelayanan Kesehatan era Jamkesta dan BPJS”

 

  1. Pendahuluan

    Pelayanan kesehatan di Indonesia mengalami perubahan paradigma dari semula pelayanan berbasis fee for service atau out of pocket menuju ke managed care dengan bertumpu prospective payment karena adanya BPJS. Perubahan paradigma ini harus disikapi oleh para pengelola rumah sakit termasuk rumah sakit pendidikan. Rumah Sakit Pendidikan harus bisa mengantisipasi sistem pembayaran Jamkesta (Jaminan Kesehatan Semesta)dan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) untuk menunjang operasional pelayanan rumah sakit dan pembiayaan pelayanan kesehatan.

    Menghadapi perubahan tersebut, peningkatan mutu dan patient safety tetap menjadi yang utama yang akan mempengaruhi peningkatan kinerja rumah sakit dalam era BPJS. Dalam hal ini kinerja rumah sakit pendidikan terkait dengan berbagai pihak, antara lain: manajemen rumah sakit sendiri, institusi pendidikan(fakultas kedokteran), para pendidik (dosen klinik yang terdiri dari dosen akademik dan dokter pendidik klinik) beserta peserta didiknya (khususnya residen dan ko-asisten). Demikian pula perlu dipikirkan pembinaan jejaring RS Pendidikan yang dapat melibatkan beberapa sarana kesehatan lain.

    Pelayanan sistem Jamkesta dan BPJS memerlukan pengelolaan rumah sakit dan sarana kesehatan yang efektif dan efisien. Bagaimana Jamkesta dan BPJS dijalankan serta bagaimana implementasinya dalam skala nasional dan daerah perlu dipahami di sarana kesehatan, terlebih RS Pendidikan. Dalam perkembangan ini berbagai pertanyaan lain adalah: bagaimana atmosfir akademik harus dapat dikembangkan di RS Pendidikan, bagaimana pembinaan sumber daya dokter di RS Pendidikan, bagaimana indikator kinerja dokter pendidik klinis, bagaimana peserta didik dikelola di RS Pendidikan dimana mereka merupakan bagian esensial dari sumber daya dokter di rumah sakit yang mempunyai hak dan kewajiban. Hal-hal ini yang akan dibahas pada ASM 2013.

    Acara puncak Annual Scientific Meeting 2013 akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 Maret 2013 dan akan di ikuti oleh acara kelompok kerja mulai dari Februari sampai April 2013. Tema dari kegiatan ini adalah ” Sinergi Rumah Sakit Pendidikan, dan Fakultas Kedokteran dalam Menyongsong Pelayanan Kesehatan era Jamkesta dan BPJS”. Annual Scientific Meeting terdiri atas dua tahap. Tahap 1 adalah Seminar Nasional pada tanggal 2 Maret 2013. Tahap berikutnya adalah berbagai pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh berbagai kelompok kerja. Susunan kelompok kerja bersifat multidisipliner, dimana sebagai media untuk membahas perkembangan terbaru usaha peningkatan pelayanan kesehatan dengan pendekatan berbasis masalah.

  2. Tujuan Umum dan Khusus Seminar Nasional tanggal 2 Maret 2013

    Tujuan Umum :
    ASM 2013 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama dan menggali pemikiran-pemikiran para pemangku profesi kesehatan dan kedokteran, bagaimana dampak dari perubahan sistem jaminan kesehatan (Jamkesta dan BPJS) ke sarana kesehatan, terutama Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia.

    Tujuan Khusus :

    1. Memahami perkembangan terbaru dari BPJS dan mutu pelayanan sarana kesehatan khususnya di RS Pendidikan.
    2. Memahami dampak Jamkesta dan BPJS terhadap sistem pembayaran bagi SDM kesehatan.
    3. Memahami dampak Jamkesta dan BPJS terhadap pendidikan, khususnya calon dokter spesialis
       
  3. Bentuk Kegiatan

    1. Acara puncak : Seminar utama pada tanggal 2 Maret 2013
    2. Acara kelompok kerja di FK UGM-RSUP Dr.Sardjito pada Februari berakhir sampai pada tanggal 7 april 2013
       
  4. Target Peserta

    Peserta ASM 2013 diharapkan dari:

      •  Para dosen, mahasiswa S1,S2,S3 dan alumni Fakultas Kedokteran UGM
      •  Pengelola rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya (apotek ,laboratorium klinik ,dokter praktek)
      •  Pengurus Perhimpunan dokter spesialis di daerah
      •  Para petugas kesehatan di Rumah Sakit dan sarana kesehatan
      •  Para tamu undangan dan masyarakat luas yang berminat

      Target peserta untuk acara puncak seminar Nasional diharapkan bisa mencapai ± 400-500 peserta, sedangkan target peserta untuk keseluruhan kegiatan ASM diharapkan bisa mencapai 2.500 peserta.

  5. Tempat Kegiatan

    Seluruh rangkaian kegiatan Annual Scientific Meeting(ASM)2013 ini bertempat di kompleks Fakultas Kedokteran UGM dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

  6. Susunan Acara Puncak : Seminar Nasional 2 Maret 2013

    Petunjuk menyaksikan video dengan slide materi :

    1. Silahkan download slide materi terlebih dahulu yang ada di kolom narasumber asd
    2. Buka materi presentasi pada saat melihat rekaman video


Jam

Uraian

PIC, Ruang

07.30-08.40

Pendaftaran

08.40-08.45

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Dr. dr. Carla R Machira, Sp.KJ

08.45-09.15

Pembukaan
Sambutan Ketua Umum ASM 2013
Sambutan Ketua Dies FK UGM
Sambutan Ketua KAGAMA Kedokteran
Sambutan Dekan FK-UGM

Auditorium FK UGM
Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK(K),MM
Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, SC.D
Dr. dr. Sugiri Syarief, MPA
Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K).Onk

09.15-09.45

Keynote Speaker :

Pendamping: dr. Choirul Anwar, M.Kes
 

Menteri Kesehatan RI

dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi,Sp.A, MPH

“Kebijakan Pelayanan Kesehatan Berbasis Penjaminan dan Asuransi Serta Dampaknya bagi Rumah Sakit Pendidikan  di Indonesia ”

09.45-10.00

Coffe Break

10.00-12.45

Sesi I : Pelaksanaan Jamkesta dan BPJS dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dan dampaknya terhadap manajemen pelayanan kesehatan .

Moderator: dr. Gogot Suyitno,Sp.Rad,Sp.KN,MBA

30 menit

Plenary lecture 1 :
 

Sekjen Kemenkes RI dr. Supriyantoro, Sp.P,MARS

“Implementasi Jamkesta dan Persiapan BPJS dalam Pelayanan Kesehatan di Indonesia serta Dampaknya Terhadap Pembiayaan bagi Sarana Kesehatan”

Ketua Umum KAGAMA KEDOKTERAN DR.dr. Sugiri Syarif,MPA

30 menit

Plenary lecture 2 :
 

Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc: Dirjen DIKTI

“Arah dan kebijakan pengembangan RS Akademik

Ketua Umum Dies Natalis FK UGM(Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, SC.D)

20 menit

Pembicara I

Dr. Mohammad Edison,MM PT Askes Indonesia

“Sistem Imbal Jasa Untuk Tenaga Kesehatan dalam BPJS”

20 menit

Pembicara II

dr. Sarminto, M.Kes: Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY

“Pelaksanaan Jamkesta  dan Persiapan BPJS di DIY”

5-10 menit

Pembahas I & II

Ketua Arsada Jateng. dr. Nonot Mulyono, M.Kes

dr. Gideon Hartono

30 jam

Diskusi

Resume

12.45-13.15

ISHOMA

13.15-14.15

Sesi II: Sinergi Pelayanan dan Pendidikan di RS Pendidikan: Kajian Pengembangan Suasana Akademik dalam era Jamkesta dan BPJS

Moderator: Prof. dr. Laksono Trisnantoro MSc. PhD

20 menit

Pembicara 1
 

Prof.dr. Adi Utarini,M.Sc,Ph.D

Wakil Dekan Bid.Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama

“Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan untuk Pengembangan Suasana Akademik”

20 menit

Pembicara II
 

Prof .dr. Budi Mulyono SpPK(K),MM

“Manajemen Infrastruktur Pendidikan Kedokteran di Rumah Sakit: Pengembangan Suasana Akademik dan Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Pendidikan”

5-10 menit

Pembahas I

dr. Bernadet Eka Anoegrahi Wahyoeni,M.Kes.

Kasubid RS Pendidikan

5-10 menit

Pembahas II

Ketua ARSPI. Dr. dr. Anwar Santoso, Sp.JP

30 menit

Diskusi

Resume

14.15-14.30

Break

14.30-16.30

Sesi III: Sinergi Pelayanan dan Pendidikan di RS Pendidikan: Kajian Pengembangan Sumber Daya Dokter

Moderator: dr. Ibnu Purwanto SpPD-KHOM, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan SDM FK UGM

Panel Diskusi

20 menit

Pembicara I
 

Dr. dr. P. Soediharto, Sp.B(K)., Sp.BS

“Keterlibatan dan Gradasi Kompetensi Peserta Didik dalam sistem sumber daya dokter di RS”

20 menit

Pembicara II
 

dr. Endro Basuki, Sp.BS(K), M.Kes

“Kriteria Jenjang Karir Dosen Klinis di RS Pendidikan dan Jejaring ”

5-10 menit

Pembahas I dan II

  1. dr. Budiharto, Sp.B Direktur RS Haji Surabaya
  2. Ketua Forum Dokdiknis RSUP Dr.Sardjito: dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD

30 menit

Diskusi

 10 menit

Resume

 

Diskusi Bulanan PKMK Bulan Januari

Diskusi Bulanan tahun 2013
Pembahasan Artikel Kebijakan dan Manajemen

Kelompok Kerja Kebijakan dan Manajemen Fakultas Kedokteran UGM

(Pukul 12.00 – 13.30 WIB)

  Pengantar

Perkembangan topik dan metode penelitian manajemen berjalan dengan sangat pesat. Perkembangan ini perlu diikuti dengan cara melakukan pembahasan terhadap artike-artikel kebijakan dan manajemen. Kegiatan ini sangat penting untuk pengembangan kapasitas para dosen, peneliti, dan konsultan yang tergabung pada kelompok kerja Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM serta peminat lain. Kegiatan dilakukan sebulan sekali pada hari Kamis, di pertengahan bulan berjalan. Kegiatan akan dipancarkan melalui audiostreaming sehingga para peserta yang berada di luar Yogyakarta dapat mengikutinya.

 

  Tujuan
 

  1. Membahas perkembangan topik yang menarik dalam kebijakan dan manajemen kesehatan
  2. Membahas metode penelitian , pelatihan, dan konsultasi, yang dipergunakan di berbagai penelitian kebijakan dan manajemen
  3. Menjadi forum untuk pengembangan kemampuan diri untuk para konsultan, peneliti, dan dosen di kelompok kerja kebijakan dan manajemen kesehatan;
  4. Mengembangkan forum komunikasi antara dosen, peneliti, dan konsultan dalam kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan.

 

  Jadwal Acara dan Topik
 

Diskusi Bulanan PKMK 17 Januari 2013

Topik

Konsep-konsep terkait

Makalah yang ditelaah

Fasilitator

Intervention-mapping

Behavior change, Sustainability of innovations

Bartholomew, L.K., & Mullen, P.D. (2011). Five roles for using theory and evidence in the design and testing of behavior change interventions. Journal of Public Health Dentistry 71: S20–S33

Rossi Sanusi

ft-1-17

 

  Arsip Video Presentasi

Hasil Reportase Kegiatan Open Lecture FK UGM

Hasil Reportase Kegiatan Open Lecture FK UGM

 

 

ft-13-1

Pada hari Rabu, 13 Februari 2013 telah diselenggarakan kegiatan Open Lecture dan Workshop DHIS2 dan OpenMRS di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Acara ini dibuka oleh penanggung jawab acara, Guardian Sanjaya, pada pukul 09.00. 

Open lecture diikuti oleh peserta dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan juga Semarang. Sesi pertama diisi oleh Prof Sundeep Sahay dari Universitas Oslo, Norwegia. Sesi kedua menghadirkan Åsa Holmner Rocklöv dari Universitas Umeå, Swedia.

Sesi Pertama: “Open Source Systems for Health Services

Prof Sundeep Sahay mengawali sesi ini dengan presentasinya yang berjudul Participating in Free and Open Source Network in Health Information System (FOSNHIS): Opportunities for UGM, Indonesia. “Saya akan lebih banyak membahas pada konsep Open Source dan Jaringan Komunitas Global-nya,” ucap Prof Sundeep.

ft-13-2

Ada 3 (tiga) konsep dasar yang dijelaskan dalam kuliah ini, yaitu:

  1. Sistem Open Source
    Perangkat lunak dengan sistem Open Source tidak memerlukan lisensi berbayar. Selain itu, source code tersedia secara terbuka dan dapat diakses oleh khalayak umum.
  2. Network
    Sekumpulan orang dengan tujuan yang sama dan berinteraksi dengan prinsip saling menguntungkan. Konteks jaringan yang dimaksud adalah jaringan dari para pengguna maupun programer perangkat lunak Open Source.
  3. Sistem Informasi Kesehatan.
    Prof Sundeep menjelaskan bahwa definisi sistem informasi kesehatan bisa berbeda tergantung pada siapa yang menggunakan istilah tersebut. Contohnya: klinisi menganggap electronic medical record system adalah sistem informasi kesehatan sedangkan staf bagian farmasi menyebut sistem logistik obat sebagai sistem informasi kesehatan.

Materi selengkapnya silakan 

Diskusi yang mengemuka dalam kuliah ini membahas mengenai tanggung jawab secara hukum. Perangkat lunak open source dapat digunakan oleh institusi seperti Rumah Sakit. Bagaimana legal aspect-nya? Bagaimana manajemen resikonya? Siapa yang akan bertanggung jawab ketika terjadi kesalahan dari perangkat lunak tersebut?

Prof Sundeep menyatakan bahwa akan ada dukungan berupa kontrak legal antara koordinator pada jaringan dengan institusi yang menggunakan perangkat lunak open source. Cara ini mampu memberikan rasa aman pada pihak pengguna karena koordinator jaringan bisa membantu dari sisi troubleshooting ketika terjadi masalah dalam penggunaan perangkat lunak. Namun perlu diingat bahwa malfunctioning program juga bisa terjadi karena faktor pengguna.

Prof. Sundeep juga menjelaskan mengenai adanya peluang bagi Indonesia, melalui UGM untuk bergabung dalam jaringan komunitas global mengenai Open Source yaitu FOSNHIS dan terlibat dalam pengembangan aplikasi bersama. Harapannya dengan bergabung bersama jaringan akan memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendanaan (misal. dari NORAD, NORHED, dll) dalam mengembangkan aplikasi dan kolaborasi penelitian di bidang Sistem Informasi Kesehatan. Selain itu, diharapkan UGM akan menjadi pusat pengembangan dan penelitian aplikasi Open Source di Indonesia dan Asia Tenggara.

 

Sesi Kedua: “Telemedicine in Healthcare

ft-13-3Åsa Holmner Rocklöv dari Universitas Umeå, Swedia menjadi pembicara pada sesi kedua. Topik yang dibahas adalah mengenai Telemedicine. Åsa mengawali sesinya dengan menyampaikan definisi Telemedicine berdasarkan definisi dari World Health Organization (WHO). Konsepnya adalah “Healing at a distance”. Pada kesempatan ini, Åsa memaparkan 4 (empat) elemen kunci dalam Telemedicine.

Pada kuliah ini, Åsa banyak berbagi mengenai pengalaman penerapan Telemedicine pada pelayanan kesehatan di Swedia. Telemedicine telah digunakan pada berbagai bidang dalam dunia kesehatan seperti: terapi bicara, konsultasi spesialis, rehabilitasi maupun penegakan diagnosis. Pengembangan Telemedicine di Swedia didorong oleh faktor jarak yang jauh, sumber daya ahli yang terbatas, serta faktor cuaca seperti musim dingin dan salju. Materi selengkapnya 

Swedia telah berhasil mengembangkan infrastruktur jaringan internet yang disebut SJUNET. Jaringan komunikasi internet dengan kecepatan sampai 1000 Mbit ini sangat mendukung implementasi telemedicine di Swedia. Bahkan jaringan ini telah dipergunakan untuk menyokong berbagai aktivitas di sektor kesehatan Swedia mulai dari rapat, kuliah, konferensi, konsultasi, follow up pasien, rehabilitasi, dan juga proses tender/pelelangan. Åsa menegaskan bahwa dengan jaringan ini, Swedia termasuk salah satu dari sepuluh negara dengan sambungan internet tercepat di dunia.

 

ft-13-4

Pada sesi diskusi, topik yang dibahas adalah tantangan yang dihadapi dalam penerapan Telemedicine. Åsa membagikan pengalamannya di Swedia bahwa setiap unit atau bagian pada sebuah institusi kesehatan berusaha mencari caranya sendiri dalam menghadapi tantangan penerapan Telemedicine. Salah satu cara yang dapat diterima adalah dengan membuat detail perhitungan keuntungan dari penerapan Telemedicine. Perhitungan yang dimaksud adalah dengan melihat detail dari evaluasi cost-benefit-nya.

Sebagai penutup, Åsa menjelaskan mengenai program kerjasama antara Swedia dan Indonesia. Program pertama adalah CC-MAP yaitu Program Mitigasi Perubahan Iklim dan Adaptasi Kebijakan pada Sektor Kesehatan. Yang kedua adalah ICLD yaitu program kerjasama ehealth untuk pelayanan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan di Indonesia dan Swedia. Dalam kerjasama antara UGM ,Umea University dan Pemerintah Kota Yogyakarta ini akan mulai dilakukan rangkaian uji coba penerapan telemedicine. Harapannya program ini dapat menjadi titik awal implementasi telemedicine secara nasional.


Penutupan 

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan untuk kedua pembicara.

ft-13-5

 

Refleksi Open Lecture

{xtypo_code}Kegiatan ini menunjukkan bahwa konsep Open Source System dan Telemedicine telah diadopsi secara global. Banyak negara telah menjalankannya dalam sektor kesehatan serta mendapatkan manfaatnya. Bagaimana kondisi di Indonesia? Dalam konteks Open Source System, tentunya pemahaman mengenai sistem ini masih perlu disebarluaskan pada seluruh elemen sektor kesehatan.

Apa yang dapat dilakukan oleh Indonesia? Harapannya para akademisi dan praktisi dapat bergabung dan turut berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penelitian aplikasi Open Source melalui jaringan komunitas global.

Pada konteks Telemedicine, ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam implementasi Telemedicine di Indonesia. Biaya, landasan hukum, infrastruktur, kebijakan, dan kemampuan pengguna adalah beberapa dimensi tantangan yang telah menghadang. Kunci dalam menghadapi tantangan ini adalah dengan melihat kembali bagaimana kebutuhan pasien.

Langkah awal telah dimulai dengan kerjasama Indonesia – Swedia dalam melakukan penerapan telemedicine pada skala lokal Yogyakarta. Diharapkan para pembuat kebijakan, praktisi, akademisi, maupun klinisi dapat mengambil manfaat dari kerjasama ini serta dapat memahami tentang telemedicine untuk diimplementasikan pada pelayanan kesehatan secara nasional.{/xtypo_code}

Open Lecture Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Dalam Rangka Continuing Medical Education
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Menyelenggarakan acara

Open Lecture & Workshop DHIS 2 – OpenMRS

13 Februari 2013
Di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

 

  PENGANTAR
 

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada telah sukes menyelenggarakan kegiatan Open Lecture & Workshop DHIS 2 – OpenMRS dalam rangka Continuing Medical Education. Silakan klik pada judul topik di tabel jadwal kegiatan untuk mengunduh materi yang dipresentasikan.

 

keg TUJUAN
 

  1. Membahas konsep Open Source System
  2. Membahas konsep dan pemanfaatan Telemedicine dalam pelayanan kesehatan
  3. Memperkenalkan aplikasi DHIS2 & OpenMRS

    Silakan klik pada tombol berikut untuk mengunduh aplikasinya:

    dhis2   openMRS

 

  JADWAL KEGIATAN
 

Rabu, 13 Februari 2013

Waktu

Agenda

Lokasi

09.00 – 11.00

Open Lecture

  1. Open Source Systems for Health Services
    (Prof Sundeep Sahay, Oslo University)
     
  2. Telemedicine in Healthcare
    (Asa Holmner Roklov,Umea University)

Ruang Kuliah Lt.2

Gdg. Pascasarjana

11.00 – 12.00

Preliminary Workshop DHIS2

Ruang 302 IKM

12.00 – 13.30

Lunch

13.30 – 17.00

Continuing Workshop on DHIS2 and OpenMRS

  1. DHIS2 Overview
    (Prof Sundeep Sahay, Oslo University)
     
  2. Integrated Hospital Information System
    (Prof Sundeep Sahay, Oslo University)

Ruang 302 IKM

Hasil Reportase dari kegiatan tersebut dapat anda simak pada halaman berikut 

Diskusi Bulan Februari

Diskusi Bulanan tahun 2013
Pembahasan Artikel Kebijakan dan Manajemen

Kelompok Kerja Kebijakan dan Manajemen Fakultas Kedokteran UGM

(Pukul 12.00 – 13.30 WIB)

  Pengantar

Perkembangan topik dan metode penelitian manajemen berjalan dengan sangat pesat. Perkembangan ini perlu diikuti dengan cara melakukan pembahasan terhadap artike-artikel kebijakan dan manajemen. Kegiatan ini sangat penting untuk pengembangan kapasitas para dosen, peneliti, dan konsultan yang tergabung pada kelompok kerja Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM serta peminat lain. Kegiatan dilakukan sebulan sekali pada hari Kamis, di pertengahan bulan berjalan. Kegiatan akan dipancarkan melalui audiostreaming sehingga para peserta yang berada di luar Yogyakarta dapat mengikutinya.

 

  Tujuan
 

  1. Membahas perkembangan topik yang menarik dalam kebijakan dan manajemen kesehatan
  2. Membahas metode penelitian , pelatihan, dan konsultasi, yang dipergunakan di berbagai penelitian kebijakan dan manajemen
  3. Menjadi forum untuk pengembangan kemampuan diri untuk para konsultan, peneliti, dan dosen di kelompok kerja kebijakan dan manajemen kesehatan;
  4. Mengembangkan forum komunikasi antara dosen, peneliti, dan konsultan dalam kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan.

 

  Jadwal Acara dan Topik
 

Diskusi Bulanan PKMK 14 Februari 2013

Topik

Konsep-konsep terkait

Makalah yang ditelaah

Fasilitator

 

Knowledge-brokering

 

Tacit knowledge, Knowledge Translation

Ward, V.L., dkk. (2009). Knowledge brokering: Exploring the process of transferring knowledge into action. BMC Health Services Research 9:12 (16 January 2009).

Rossi Sanusi

Laksono Trisnantoro

ft-2-14

 

videoArsip Video Presentasi

 

mic Arsip Audio Streaming

Diskusi Bulan Februari

Diskusi Bulanan tahun 2013
Pembahasan Artikel Kebijakan dan Manajemen

Kelompok Kerja Kebijakan dan Manajemen Fakultas Kedokteran UGM

(Pukul 12.00 – 13.30 WIB)

  Pengantar

Perkembangan topik dan metode penelitian manajemen berjalan dengan sangat pesat. Perkembangan ini perlu diikuti dengan cara melakukan pembahasan terhadap artike-artikel kebijakan dan manajemen. Kegiatan ini sangat penting untuk pengembangan kapasitas para dosen, peneliti, dan konsultan yang tergabung pada kelompok kerja Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM serta peminat lain. Kegiatan dilakukan sebulan sekali pada hari Kamis, di pertengahan bulan berjalan. Kegiatan akan dipancarkan melalui audiostreaming sehingga para peserta yang berada di luar Yogyakarta dapat mengikutinya.

 

  Tujuan
 

  1. Membahas perkembangan topik yang menarik dalam kebijakan dan manajemen kesehatan
  2. Membahas metode penelitian , pelatihan, dan konsultasi, yang dipergunakan di berbagai penelitian kebijakan dan manajemen
  3. Menjadi forum untuk pengembangan kemampuan diri untuk para konsultan, peneliti, dan dosen di kelompok kerja kebijakan dan manajemen kesehatan;
  4. Mengembangkan forum komunikasi antara dosen, peneliti, dan konsultan dalam kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan.

 

  Jadwal Acara dan Topik
 

Diskusi Bulanan PKMK 14 Februari 2013

Topik

Konsep-konsep terkait

Makalah yang ditelaah

Fasilitator

 

Knowledge-brokering

 

Tacit knowledge, Knowledge Translation

Ward, V.L., dkk. (2009). Knowledge brokering: Exploring the process of transferring knowledge into action. BMC Health Services Research 9:12 (16 January 2009).

Rossi Sanusi

Laksono Trisnantoro

ft-2-14

 

videoArsip Video Presentasi

 

mic Arsip Audio Streaming

Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi di sektor kesehatan

Sedang berlangsung Workshop mengenai “Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi di sektor kesehatan”. (“Climate Change Mitigation and Adaptation Policies – in the health sector”). Workshop diselenggarakan pada tanggal 21-25 januari 2013.

Kegiatan dilangsungkan di Unit Epidemiology and global health research, Umeå University, Umeå, Sweden. Pembaca web site ini dapat mengikuti acara ini melalui laporan harian mulai hari Selasa minggu depan.

Jadualnya adalah:
 

Date

Time

Activity

Presentation by

Monday

10:00 – 12:00  

CC-MAP in short

Decision making structures for the health sector

• The case of Indonesia
• The case of Sweden

Policies for climate change mitigation and adaptation in the health sector, including policies for eHealth

• The case of Indonesia
• The case of Sweden

Dr Maria Nilsson

 

Prof Laksono Trisnantoro
Dr Maria Nilsson

 

 

Prof Hari Kusnanto
Dr Maria Nilsson

13:00 – 16:00

Impacts from climate change on human                 health in Sweden and Indonesia

The environmental plan of Västerbotten County Council – An overview and presentation of chosen strategies

Dr Joacim Rocklöv and
Prof Hari Kusnanto

Coordinator Susanne Bergström

Tuesday

10:00 – 12:00

The regional energy- and climate strategy of the County Administrative Board of västerbotten

Climate change and eHealth: a strategy for health sector mitigation and adaptation followed by a discussion

Coordinator Tina Holmlund

 

Dr Åsa Holmner and
Dr Lutfan Lazuardi

13:00 – 16:00

Cardiac echo consultation on distance Telemedicine in Northern Sweden

Kurt Boman, Mona Olofsson
Thomas Molen and Göran Algers 

Wednesday

10.00 – 12.00

Discussion on experiences developing eHealth identifying key points for policy development

13:00 – 15:00

Remote on-call doctors and consultations Check -up

Johan Skönevik and
Leif Nyström

Thursday

09.00 – 16.00

Excursion, social activity

Friday

10.00 – 12.00  

Demonstration

Norrland University Hospital

13:00 – 15:00

Concluding discussion

TOR ASM 2013 KIA

Dalam Rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2013
Fakultas Kedokteran UGM

Komisariat Kagama FK UGM

Kelompok Kerja MDG
Bekerjasama

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM
Menyelenggarakan Semiloka Mengenai :

Penggunaan Data Kematian “Absolut” Untuk Meningkatkan Kinerja
program MDG4 dan MDG5 di Level Kabupaten/kota

Hari I : Ruang Senat, Lt2 KPTU FK UGM Yogyakarta
Hari II : Kunjungan Lapangan di Dinas Kesehatan Kab. Kulon Progo

Jumat-Sabtu, 8-9 Maret 2013

 PENGANTAR

Situasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia memprihatinkan, kematian ibu dan kematian bayi tidak menurun, justru meningkat di berbagai propinsi dan kabupaten/kota. Mengapa kita tidak awas pada kematian yang meningkat? Apa yang kurang tepat selama ini? Apakah kesehatan ibu dan anak bukan merupakan isu penting? Dengan latar belakang seperti itu, terlihat bahwa selama ini sistem monitoring kinerja program KIA menggunakan angka “rates” bukan angka “absolut”. Angka rates ini merupakan hasil dari berbagai survei, dan survei yang menggunakan metode berbeda akan membuahkan hasil yang berbeda pula.

Dengan hanya mengandalkan data survei yang berupa rates, program KIA menjadi tidak riil karena hanya berhadapan dengan gambaran angka, tidak sempat membayangkan bahwa yang mati itu adalah manusia nyata. Mengkonkritkan program KIA menjadi penting karena selama ini sistem kesehatan dan segala programnya jarang yang berani menggunakan penurunan kematian ibu dan kematian bayi sebagai tujuan terukur. Kita tidak tahu bagaimana menghubungkan penurunan kematian ibu dan kematian bayi dengan program. Akibatnya dalam pelaksanaan program KIA tidak ada pacuan (peningkatan adrenalin) untuk para pelaku kegiatan.

Di Propinsi DIY dan Propinsi NTT, dilakukan kegiatan dengan menggunakan data absolut untuk meningkatkan adrenalin para pelaku kegiatan. Di NTT program dilakukan sejak tahun 2010 dengan bertumpu pada program Sister Hospital, sementara di DIY dilakukan pada tahun 2012 dengan menggunakan model surveilans respon dan peningkatan perhatian pada kejadian nyata kematian ibu dan kematian bayi. Kedua propinsi ini juga menata sistem rujukan dengan mengembangkan manual rujukan KIA.

 

  TUJUAN KEGIATAN

Tujuan Umum:

Merumuskan model penggunaan data absolut untuk meningkatkan kepedulian dan memacu “adrenalin” pelaku kegiatan KIA, dan mengenalkan manual rujukan KIA di level kabupaten/kota

Tujuan Khusus:

  1. Membahas pengalaman NTT dalam menggunakan data absolut kematian Ibu dan kematian Bayi melalui program Sister Hospital (tahun 2010 – 2012), dan penerapan manual rujukan KIA
  2. Membahas pengalaman DIY dalam menggunakan data absolut kematian Ibu dan kematian Bayi di tahun 2012 menggunakan model surveilans respon, dan penerapan manual rujukan KIA
  3. Membahas keuntungan dan kerugian menggunakan data absolut dalam konteks penghitungan rates.

Hasil yang diharapkan:

  1. Tersedianya model program KIA yang berbasis surveilans respon dengan menggunakan data absolut
  2. Penyebaran manual rujukan KIA
  3. Peningkatan keinginan pemerintah kabupaten, propinsi, dan Kementerian Kesehatan untuk menggunakan prinsip surveilans respons kematian dan manual rujukan.

  JADUAL ACARA :
 

Jumat, 8 Maret 2013
 

Waktu

Kegiatan

Narasumber

08.00-08.30

Registrasi

Panitia

08.30-09.00

Pembukaan

 

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

 

dr. Ova Emilia, SpOG, M.Med, Ph.D

 

Sesi I (09.00-11.40)

Moderator: dr.Sitti Noor Zaenab, M.Kes

09.00-09.40

Penggunaan angka “absolut” untuk penilaian kinerja Kematian Ibu dan Kematian Bayi.

Penerapan Manual Rujukan KIA di kabupaten/kota





Kepala Dinas Kesehatan Prov. NTT







Kepala Dinas Kesehatan Prov. DIY

09.40-10.40

Pengalaman Dinkes Kab. Ende dan Dinkes Kab. Kulon Progo dalam penyusunan dan penerapan Manual Rujukan KIA, beserta dampaknya pada penurunan kematian ibu dan kematian bayi:

  1. Progress penyusunan dan penerapan Manual Rujukan KIA
  2. Trend kematian ibu dan kematian bayi 5 tahun terakhir (2008-2012), dilihat dari angka “absolut” dan angka “rates”
  3. Komparasi manfaat pemakaian angka “absolute” angka “rates”
     










Kepala Dinas Kesehatan Kab. Ende NTT







Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kulon Progo DIY

10.40-11.40

Diskusi

 

11.40–13.00

Istirahat, Makan Siang, Sholat/Jumatan

 

 

Sesi II (13.00-16.00)

Moderator: dr. Ova Emilia, SpOG, M.Med, Ph.D

13.00-14.00

 

Pengalaman RSUD Bajawa dan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam menangani kasus rujukan KIA dari hulu sampai hilir:

  1. Pengelolaan (secara teknis medis) kasus rujukan KIA, yang masuk ke RSUD maupun yang dirujuk keluar dari RSUD
  2. Hasil analisis kasus-kasus rujukan KIA, 3-5 tahun terakhir
  3. Hasil analisis kasus kematian ibu dan kematian bayi, 3-5 tahun terakhir (persentase avoidable/nonavoidable)
  4. Peran RSUD dalam mendukung MDG 4 dan MDG 5
     











Direktur RSUD Bajawa NTT








Direktur RSUD Panembahan Senapati Bantul DIY

14.00-15.00

Pembahasan

 



DirJen Gizi dan KIA KemenKes RI







Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D (pakar manajemen kesehatan)

Prof. dr. Bhisma Murti, MPH, M.Sc (pakar epidemiologi)

Prof. Dr. dr. Endang Basuki, MPH (pakar KIA)

15.00-16.00

Diskusi

 

16.00-16.15

Kesimpulan dan Rekomendasi

dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes

16.15-16.30

Penutupan

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

16.30-17.00

Coffe Break sore

Panitia

Sabtu, 9 Maret 2013

07.30-08.00

Registrasi

Panitia

08.00

Berangkat ke Kulon Progo

 

09.30-09.45

Pengantar Kunjungan Lapangan

Prof. dr.Laksono Trisnantoro., M.Sc, Ph.D

09.45-10.00

Pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Kab.Kulon Progo

dr. Bambang Haryatno, M.Kes

dr Lis indaryati

10.00-11.00

Diskusi

dr. Kisworo Dwi Setyowireni, Sp.A (K)

11.00-12.00

Penyusunan RTL untuk kab/kota masing-masing peserta

dr.Kisworo Dwi Setyowireni, Sp.A (K)

12.00-12.30

Kesimpulan & Penutup 

Prof. dr. Laksono Trisnantoro., MSc, Ph.D

12.30-13.30

ISHOMA

 

13.30

Kembali ke PKMK FK UGM

 


Yang diharapkan hadir

• Pimpinan Kementerian Kesehatan
• Pimpnan Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota
• Pimpinan Bagian IKM, Obsgin, Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran
• Pemerhati dan konsultan manajemen program KIA
• Mahasiswa Pascasarjana

 

  PENDAFTARAN

Diharapkan peserta dapat mendaftarkan secara kelompok . Biaya pendaftaran adalah:

1 orang Rp 250.000,-
2 orang Rp 400.000,-
3 orang Rp 500.000,-
4 orang Rp 600.000,-
> 4 orang : penambahan Rp. 150.000,- per orang

Biaya Kunjungan Lapangan : Rp. 100.000 per orang (max 30 orang)

Fasilitas : Konsumsi selama meeting dan sertifikat ber-SKP IDI

Pendaftaran dilakukan ke:
Hendriana Anggi
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp : 0274 – 549425
HP    : 081227938882
Email : [email protected]