BANDA ACEH – Pengamat Kesehatan Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar, dr Anjar Asmara menyampaikan banyak dokter di Aceh, memiliki kualitas di atas rata –rata. Maka itulah wacana mendatangkan dokter dari luar Negeri sebaiknya dikesampingkan oleh Pemerintah Aceh.
Sebelumnya ada wacana Pemerintah Aceh mendatangkan dokter luar negeri untuk ditempatkan di sejumlah rumah sakit di Aceh guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini program terlalu muluk. Banyak sekali dokter di sini yang kualitasnya sama seperti mereka yang ada di luar negeri, tinggal diberdayakan saja,” kata dr Anjar Asmara, Sabtu (13/4).
Dirinya menyatakan, tidak setuju jika ada anggapan yang menyebutkan kualitas dokter di Aceh dan Indonesia umumnya masih di bawah rata – rata dokter yang ada diluar negeri.
Namun kalau dari segi fasilitas kesehatan di rumah sakit memang sedikit tertinggal, namun saat ini sejumlah rumah sakit di Aceh dan Indonesia umumnya juga sudah memiliki peralatan cukup canggih, tidak kalah dengan apa yang dimiliki rumah sakit luar negeri.
Setiap tahunnya, Indonesia melahirkan ribuan tenaga kesehatan seperti dokter bahkan banyak di antara mereka bekerja di berbagai rumah sakit di luar negeri.
“Unaya saja sudah melepas sebanyak 527 orang dokter. Mereka sudah menyebar di seluruh Indonesia,” kata dia.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unaya ini melanjutkan bahwa pada Sabtu kemarin, ada sekitar 174 orang lulusan Unaya mengikuti pengambilan sumpah dokter. Mereka diharapkan nantinya bisa menyebar ke seluruh Indonesia.”Kita arahkan mereka menjadi dokter keluarga,” ujarnya. [1-jpnn]
(sumber: www.theglobejournal.com)

Jakarta, PKMK. Manajemen rumah sakit di Indonesia sekarang ini semakin lengkap dalam mengaplikasikan software (perangkat lunak) teknologi informasi. Di kalangan RS sudah ada yang mengembangkan sendiri software tersebut. Serta ada juga yang membeli paket software yang terintegrasi front to end solutions keluaran vendor terkemuka, ungkap Goenawan Loekito, Pemerhati teknologi informasi di Jakarta (12/4/2013).
Jakarta-PKMK. Dokter asing yang masuk ke Indonesia di pasar bebas ASEAN mulai tahun 2015, sebaiknya ditempatkan di lokasi di luar kota besar, khususnya lokasi yang masih kekurangan dokter. Dengan demikian, persoalan kekurangan dokter di Indonesia berkurang, ungkap Arif Minardi, Anggota Komisi IX DPR RI (11/4/2013). Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera itu, sangat tidak tepat bila dokter asing ASEAN nantinya berpraktek di kota besar. Sebab, bisa saja dokter lokal kemudian tergeser ke kawasan luar kota. Bila hal itu terjadi tentu sangat tidak adil. “Sebab, dokter kita kan memulai karir di daerah non-kota, kok tiba-tiba dokter asing bisa langsung praktek di kota besar,” ucap Arif.
JAKARTA, PKMK – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk tahun ini menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pengawasan. Adapun sektor lain yang diprioritaskan adalah pangan, energi, infrastruktur, dan keuangan, ungkap Nawir Messi, Ketua KPPU di Jakarta (10/4/2013). Dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Nawir mengungkapkan bahwa ini pertama kali sektor kesehatan menjadi isu prioritas bagi KPPU. Sebelum ini, sektor kesehatan dimonitor bersamaan dengan kartel secara umum. Secara terpisah, Ahmad Kaylani, Kepala Bagian Kerjasama Kelembagaan dan Publikasi Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum KPPU, menjelaskan sejumlah hal yang dimonitor pihaknya dari sektor kesehatan. Pertama, harga obat di Indonesia yang relatif mahal. Kedua hal tersebut berpotensi mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat.
Jakarta-PKMK. Penjualan obat suplemen herbal oleh perusahaan multilevel marketing (MLM) di Indonesia naik signifikan. Sejumlah perusahaan MLM besar yang mempunyai basis distribusi kuat mencatatkan pertumbuhan sekitar 30 persen di tahun 2012, ungkap Thomy Setiawan, Pengamat industri MLM (10/4/2013)
Jakarta-PKMK. Agus D. Martowardojo, Menteri Keuangan RI akan mengupayakan anggaran penanggulangan bencana untuk Badan Nasional Penanggulangan (BNPB) senilai Rp 1,3 triliun cepat disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Untuk itu, Menteri Agus akan meminta agar Syamsul Maarif, Kepala BNPB hadir segera dalam rapat dengan Banggar. “Kami usahakan agar rapat bisa berlangsung lagi sebelum masa reses DPR RI pada 12 April 2013 mendatang. Hal itu didampingi kepala BNPB,” ungkap gus dalam rapat dengan Banggar di Jakarta (9/4/2013).
Kondisi geografis Indonesia yang berpulau-pulau sering menjadi barrier tersendiri untuk memeratakan pelayanan kesehatan. Kondisi ini diperparah dengan tidak meratanya pembangunan infrastruktur sehingga Indonesia memiliki banyak sekali daerah terpencil yang sulit dijangkau, dan membutuhkan waktu lebih dari satu hari perjalanan dengan menggunakan berbagai jenis alat transportasi. Kondisi infrastruktur yang juga belum berkembang menyebabkan banyak tenaga profesional, termasuk tenaga kesehatan, enggan bekerja di daerah terpencil.