Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan program donasi guna membantu warga miskin non penerima biaya iuran (PBI) tetap dapat layanan kesehatan.
Mengingat, saat ini ada sekitar 30-40 persen peserta kelas 3 yang selalu menunggak iuran setiap bulannya.
“Perusahaan yang punya program CSR (Corporate Social Responsibility) tapi bingung menyalurkan dananya, bisa ikut program donasi ini. Masyarakat umum yang mau ikut nyumbang, silakan,” kata Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso di Jakarta, Kamis (20/4).
Jika tertarik, lanjut Kemal, masyarakat atau perusahaan bisa mendaftar secara online melalui website milik BPJS Kesehatan atau Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dilibatkannya Baznas, karena lembaga pemerintah tersebut memiliki kewenangan untuk mengumpulkan dana masyarakat.
“Daftar nama para penunggak iuran akan kami diserahkan ke Baznas. Merekalah yang akan klarifikasi datanya di lapangan,” ucap Kemal saat didampingi Direktur Koordinasi Pengumpulan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional, Baznas, Arifin Purwakananta.
Kepala Grup Keuangan BPJS Kesehatan, Heru Chandra menjelaskan, program Donasi dilakukan karena hasil Penelitian Pusat Kajian Universitas Gadjah Mada (UGM) 2016 menunjukkan, kemampuan membayar iuran masyarakat khususnya peserta JKN kategori peserta mandiri kelas 3 rata-rata sebesar Rp16.571 per orang per bulan.
“Angka itu jauh dibawah iuran yang ditetapkan undang-undang sebesar Rp25.500 per orang per bulan. Jumlah peserta kelas 3 yang tidak mampu membayar itu ada sebanyak 3 juta orang,” tuturnya.
Disebutkan, penerima bantuan Donasi adalah pemenang kartu BPJS Kesehatan kelas 3 yang menunggak iuran minimal 3 bulan. Besaran iuran dibayarkan sesuai perundang-undangan sebesar Rp25.500 per orang per bulan selama 12 bulan.
“Setelah masa 12 bulan, penerimanya akan dievaluasi lagi. Karena mungkin saja, kemampuan ekonomi para penerima bantuan iuran itu sudah meningkat,” ujarnya.
Ditanyakan target penerimaan dana Donasi tahun ini, Arifin Purwakananta mengaku tidak menetapkan angka tertentu. Kendati demikian, ia berharap Donasi bisa mencapai angka optimal hingga miliaran rupiah.
“Namun, jika program ini kurang berhasil di masyarakat kami akan menjalankan creative funding lainnya. Kita tunggu sampai akhir Desember 2017 ini, seberapa besar animo masyarakat dalam menyumbang,” kata Arifin menandaskan.
Pihak BPJS Kesehatan sendiri menargetkan pada 2017 terjadi peningkatan jumlah peserta JKN hingga 200 juta orang. Hingga pertengahan April 2017, tercatat jumlah peserta JKN mencapai 176 juta jiwa. (TW)
{jcomments on}
Kementerian Kesehatan (Kemkes) akan memberi sertifikat bebas malaria kepada 7 kabupaten/kota yang dinilai berhasil dalam penanganan malaria di wilayahnya. Tercatat, ada 247 dari 514 kabupaten/kota yang saat ini dinyatakan telah eliminasi malaria.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memperbanyak konter pendaftaran kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya itu dilakukan guna mengejar target kepesertaan hingga 200 juta jiwa pada akhir 2017.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen atas akses dan jaminan kesehatan kepada masyarakat Indonesia kepada pelapor khusus PBB. Penegasan itu disampaikan saat terjadi pertemua antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dengan Pelapor Khusus Dewan HAM PBB terhadap Hak atas Kesehatan Dr. Dainius Puras.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh mengingatkan keluarga Indonesia untuk mengenali gejala depresi. Karena data badan kesehatan dunia WHO menyebutkan, ada sekitar 86 juta orang di Asia Tenggara menderita depresi yang mengarah pada upaya bunuh diri.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membahas kondisi pemenuhan hak atas kesehatan di Indonesia dengan Pelapor Khusus Hak atas Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dainius Puras, Jumat (24/3).
Program Ketuk Pintu untuk menemukan kasus tuberkolusis (TB) yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemkes) meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MuRI). Program tersebut dinilai memiliki kegiatan ketuk pintu terbanyak hingga mencapai 500 ribu rumah.