Seorang dokter gigi yang membantu pencegahan penebangan hutan di Gunung Palung, Kalimantan Barat, dengan memberikan pengobatan murah bagi masyarakat setempat memperoleh penghargaan utama dari badan amal konservasi Inggris, Whitley Fund for Nature.
Hotlin Ompusunggu merupakan warga Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan utama dari badan yang memfokuskan pada konservasi di negara-negara berkembang, menurut pihak Whitley.
Penghargaan ini diberikan karena Hotlin memutus siklus kemiskinan dan buruknya kesehatan masyarakat. Orang banyak yang menebang secara liar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk untuk berobat, kata Danni Parks dari Whitley Fund for Nature.
“Sejak proyek ini dimulai pada 2007, penebangan liar berkurang secara signifikan di Taman Nasional Gunung Palung dan kesehatan masyarakat meningkat. Karena alasan inilah kami memberikannya Whitley Gold Award,” tambahnya.
Dari sekitar 65.000 warga yang tinggal di sekitar Gunung Palung, 24.000 di antaranya telah merasakan jasa yang ditawarkan Hotlin.
“Mereka mendapatkan fasilitas ini dengan pola insentif kesehatan, yang datang dari desa yang melindungi hutan mereka dapat diskon 70%,” kata Hotlin kepada BBC Indonesia.
Biaya berobat dengan dokter dan obat antara Rp10.000 sampai Rp15.000 setelah diskon 70%, tambahnya.
Berobat dengan bayar bibit pohon
Indikator desa hijau ini dilakukan dengan pola pemantauan yang dilakukan setiap tiga bulan dengan antara lain melihat adanya penebangan liar, pengolahan kayu dari Taman Nasional Gunung Palung serta pembakaran hutan untuk berladang.
“Jadi kalau mereka punya indikator kerusakan 0 desa mereka akan dapat 70%. Sejak 2007, ada pola merusak dan tidak merusak, sistem warna merah dan hijau. Seriing berjalan waktu, kita juga mengeluarkan sistem tengah.
“Bila ada desa yang belum 100% tidak merusak hutan tapi sudah berusaha … mereka tetap bayar namun dengan bibit pohon atau kotoran sapi yang bisa ktia pakai untuk menanam hutan yang sudah rusak,” kata Hotlin.
Selain dalam bentuk penghargaan, Hotlin juga mendapatkan dana £50.000 (Rp1 miliar) dari Putri Anne, anak kedua Ratu Elizabeth II.
“Dana ini akan digunakan untuk operasional klinik guna membantu masyarakat yang melindungi hutan. Kita harapkan ide ini dapat diterapkan di daerah Indonesia lain dengan keanekaragaman hayati yang perlu dilindungi dan ada masyarakat yang perlu dibantu.”
Selain Hotlin, warga Indonesia lain yang mendapatkan penghargaan Whitley adalah Farwiza Farhan atas upayanya mempertahankan ekosistem Leuser sebagai kawasan perlindungan.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Ilham Oetama Marsis menilai pemerintah tidak transparan dalam penetapan tarif INA-CBGs dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena telah menafikan peran dokter sebagai tenaga strategis dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Alexander Sparringa mengimbau masyarakat untuk tidak membeli obat-obatan yang mengharuskan adanya peresepan dokter secara daring (online).
Kementerian Kesehatan (Kemkes) akan menggelar kegiatan deteksi dini untuk pengendalian virus hepatitis di Indonesia. Pada tahap awal, deteksi dini dilakukan di Puskesmas di wilayah yang tergolong rawan terhadap penyebaran virus hepatitis.
Jumlah kasus malaria di Indonesia dalam 5 tahun terakhir ini terus menurun. Dari 422.447 kasus pada 2011 menjadi berjumlah 217.025 pada 2015.
Mencari data seputar kinerja pemerintah nantinya akan lebih mudah, lewat situs bernama Portal Data Indonesia. Portal tersebut dibangun One Data Indonesia, lembaga dibawah Kantor Sekretariat Presiden.
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila FA Moeloek akan memberangkatkan 45 Tim Nusantara Sehat (NS) Gelombang I, dari total 130 Tim NS selama kurun 2016. Mereka akan bertugas di 45 Puskesmas di 29 kabupaten yang tersebar di 15 provinsi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) guna meningkatkan keamanan pangan masyarakat, lewat program pengembangan Pusat Kajian Kebijakan Keamanan Pangan (PK3P).
Menteri kesehatan dari 12 negara di Asia Pasifik bertemu di Tokyo, Jepang untuk membahas masalah resistensi antimikroba (AMR) yang makin berkembang di Asia.