Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperluas akses pembayaran iuran bulanan hingga agen pos yang tersebar di seluruh Indonesia. Diharapkan, tak ada alasan bagi peserta untuk menunggak iuran dengan alasan loket pembayaran sulit dijangkau.
“Jadi selain lewat bank, pembayaran iuran BPJS Kesehatan bisa lewat jaringan minimarket, kantor pos, dan sekarang agen pos perorangan,” kata Plt Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris saat berkunjung ke agen pos di daerah Rangkasbitung, Banten, Senin (11/1).
Dijelaskan, sistem pembayaran melalui agen pos perorangan bisa dilakukan dengan teknologi yang disebut Payment Point Online Bank (PPOB), lewat kerja sama dengan bank mitra seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN (Bank Tabungan Negara).
Kerja sama dengan PT Pos Indonesia merujuk pada pengalaman dan keberadaan kantor pos cabang di desa dan puluhan agen pos di pemukiman penduduk. Tercatat, hingga Desember 2015, ada 4.126 Kantor Pos dan 38.145 Agen Pos di seluruh Indonesia.
“Mekanisme PPOB ini terbilang efektif dan banyak diminati masyarakat. Terbukti sejak diluncurkan, jumlah transaksi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan melalui mekanisme tersebut terus meningkat,”tutur Fachmi.
Jumlah outlet yang tergabung dalam PPOB ada 113.401 outlet, yang terdiri atas 26.626 outlet modern dan 86.775 outlet tradisional. Hingga akhir Desember 2015, tercatat total 2.868.444 transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui PPOB dengan nominal mencapai Rp 218.682.728.334.
“Sementara ini, baik di outlet tradisional maupun modern, ada biaya tambahan (surcharge) untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp2.500 per transaksi. Namun untuk ke depannya, tagihan satu keluarga dapat digabung menjadi satu, sehingga masyarakat cukup mengeluarkan biaya satu kali transaksi pembayaran,” kata Fachmi.
Fachmi menambahkan, pihaknya juga akan menggandeng beberapa jaringan minimarket besar lainnya sebagai gerai pembayaran PPOB modern channel, yang meliputi 183 gerai 7-Eleven, 600 Circle K, 310 gerai Bright, serta 200 gerai Super Indo.
Tak hanya itu, tahun ini channel pembayaran iuran BPJS Kesehatan juga diharapkan dapat merambah ke 350 agen/cabang jasa pengiriman barang TIKI-JNE yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebelumnya BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan minimarket Indomaret dan Alfa Grup. Sebanyak 11.400 outlet minimarket Indomaret dan 10.666 gerai Alfamart, 977 gerai Alfamidi, 38 gerai Lawson, serta 74 gerai Dan+Dan kini juga dapat menerima pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
Adapun saat ini total terdapat 15.374 kantor bank dan 53.763 ATM bank mitra BPJS Kesehatan yang dapat melayani pembayaran iuran BPJS Kesehatan dengan rincian Bank Mandiri 2.334 kantor dan 17.032 ATM, BNI 1.813 kantor dan 14.025 ATM, BRI 10.410 kantor dan 20.876 ATM, serta BTN 817 kantor dan 1.830 ATM. (TW)
{jcomments on}


Menteri Kesehatan (Menkes) Nila FA Moeloek melantik 57 pejabat eselon II di lingkup jajarannya. Pelantikan itu merupakan tindak lanjut proses penataan organisasi, sesuai Permenkes No 64 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Kesehatan yang baru.
Pemerintah menghapus nama 1,754 juta peserta penerima biaya iuran (PBI) dari data masterfile BPJS Kesehatan kelompok PBI 2016. Kendati demikian, jumlah penerima PBI tahun ini ditingkatkan menjadi 92,4 juta orang.
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menyatakan, tenaga kesehatab Indonesia yang ingin praktik di luar negeri, tampaknya masih harus menahan diri. Karena kesepakatan soal kompetensi hingga kini masih belum ditandatangani.
Ketua Komisi Monitoring dan Evaluasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Zaenal Abidin menyayangkan masiah rendahnya pemahaman petugas kesehatan dan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap pelayanan rujuk balik yang dikembangkan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.