Puskesmas Sarina

Profil Puskesmas Sarina

Puskesmas Sarina merupakan puskesmas non rawat inap yang terletak di Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2010, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Utama.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari program penguatan kerja sama lintas daerah, Puskesmas Sarina menjadi sister Puskesmas Purwosari di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Sarina mencakup 5 desa dengan total 5.735 jiwa penduduk. Letak geografis yang sangat terpencil menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, terutama dalam hal akses transportasi dan distribusi logistik kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Sarina memiliki total 56 tenaga kesehatan, terdiri dari 2 dokter umum (termasuk 1 orang tugas belajar), 1 dokter gigi, 21 perawat, 21 bidan (termasuk 1 orang tugas belajar), dan 11 tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, terdapat 8 tenaga non-kesehatan yang mendukung operasional administrasi dan layanan harian. 

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Sarina menempati bangunan milik sendiri dengan 21 ruangan pelayanan. Fasilitas penunjang mencakup laboratorium dan farmasi/apotek, serta 2 unit ambulans (1 unit rusak berat dan 1 unit pinjam pakai dari Puskesmas Nurobo). Ketersediaan listrik tergolong stabil, namun pasokan air masih tidak stabil, sementara akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga menghambat optimalisasi pelaporan digital.

Layanan Utama

Puskesmas Sarina menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan utama, termasuk rawat jalan, kesehatan ibu dan anak (KIA/KB), gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam hal manajemen dan tata kelola, Puskesmas Sarina belum berstatus BLUD dan masih menggunakan sistem keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas memanfaatkan beberapa sistem informasi seperti P-Care BPJS, SIKDA, dan SIMPUS Lokal.

Puskesmas Alas

Profil Puskesmas Alas

Puskesmas Alas merupakan puskesmas non rawat inap yang terletak di Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2010, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Utama.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari program penguatan jejaring dan peningkatan mutu layanan kesehatan lintas daerah, Puskesmas Alas menjadi sister Puskesmas Tepus 2 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Alas mencakup 4 desa dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 7.085 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan tantangan berupa keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur dasar. Faktor kontekstual penting yang memengaruhi penyelenggaraan layanan kesehatan di wilayah kerja ini meliputi aspek manusia, lingkungan, budaya, dan metode, yang semuanya berperan besar dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan program kesehatan masyarakat.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Alas memiliki 49 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter umum, 12 perawat, 22 bidan, dan 14 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 8 tenaga non-kesehatan. 

Sarana dan Prasarana

Dari sisi sarana dan prasarana, Puskesmas Alas menempati bangunan milik sendiri yang digunakan untuk berbagai kegiatan pelayanan. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium, farmasi/apotek, dan dua unit ambulans yang siap digunakan untuk kegiatan rujukan dan pelayanan lapangan. Kondisi listrik dan air tergolong stabil, serta akses internet dan SIM Puskesmas sudah berjalan optimal, sehingga mendukung kegiatan pelaporan dan manajemen data secara digital dengan lebih efektif.

Layanan Utama

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Alas mencakup berbagai jenis layanan, antara lain rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM), UKS/UKM, dan USILA. 

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Alas belum berstatus BLUD dan masih menggunakan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi, manajemen data, dan pelaporan program, puskesmas ini menggunakan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal

Puskesmas Weoe

Profil Puskesmas Weoe

Puskesmas Weoe merupakan puskesmas rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Sebagai salah satu puskesmas dengan cakupan wilayah cukup luas, Puskesmas Weoe menjadi pusat layanan kesehatan utama bagi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Malaka dengan akreditasi terakhir pada tingkat Paripurna.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari program jejaring pembelajaran lintas daerah, Puskesmas Weoe menjadi sister Puskesmas Panggang 2 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Weoe mencakup 8 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 15.294 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong terpencil, dengan kondisi infrastruktur dan akses transportasi yang masih terbatas. Faktor sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat yang beragam turut memengaruhi pola perilaku kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Weoe memiliki 89 tenaga kesehatan, terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 29 perawat, 26 bidan, serta 20 tenaga kesehatan lainnya, dan didukung oleh 10 tenaga non-kesehatan.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas ini menempati bangunan milik sendiri dengan 20 ruangan pelayanan. Fasilitas penunjang yang tersedia meliputi laboratorium, farmasi/apotek, dan 3 unit ambulans yang siap digunakan untuk rujukan dan kegiatan luar gedung. Ketersediaan listrik dan air dalam kondisi stabil, serta akses internet yang optimal, mendukung pelaksanaan pelayanan dan sistem pelaporan berbasis digital.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas rawat inap, Puskesmas Weoe menyediakan berbagai layanan kesehatan, antara lain rawat inap, rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), UKS/UKM, serta kesehatan jiwa (KESWA). 

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek tata kelola, Puskesmas Weoe belum berstatus BLUD dan masih berada di bawah sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung efisiensi administrasi dan pelayanan, puskesmas telah mengimplementasikan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Puskesmas Tepus

Profil Puskesmas Tepus 2

Puskesmas Tepus 2 merupakan puskesmas rawat inap yang telah meraih akreditasi Paripurna dan  berada di wilayah dengan karakteristik pedesaan.

Sister Puskesmas

Puskesmas Tepus 2 menjalin kemitraan dengan Puskesmas Alas di Kabupaten Malaka sebagai sister puskesmas, yang juga berstatus rawat inap dan terletak di wilayah sangat terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Puskesmas Tepus 2 ini memiliki wilayah kerja yang mencakup 3 desa dengan jumlah penduduk terlayani sekitar 25.000 jiwa. Secara demografis dan sosial budaya, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tepus 2 memiliki nilai-nilai sosial yang kuat dan tingkat keterikatan budaya yang tinggi, sehingga pendekatan pelayanan kesehatan berbasis sosial budaya menjadi faktor kontekstual penting dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Tepus 2 didukung oleh 34 tenaga kesehatan, terdiri dari 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 8 perawat, 5 bidan, dan 8 tenaga kesehatan lainnya, serta 10 SDM non-kesehatan yang berperan dalam mendukung operasional puskesmas. 

Sarana dan Prasarana

Dari sisi sarana dan prasarana, puskesmas ini menempati bangunan milik sendiri dengan 20 ruang pelayanan, serta dilengkapi laboratorium, unit farmasi/apotek, dan 2 unit ambulans untuk menunjang pelayanan gawat darurat dan kegiatan luar gedung. Ketersediaan listrik dan air tergolong mencukupi, dan akses internet serta sistem informasi manajemen (SIM) Puskesmas telah berfungsi dengan baik.

Layanan Utama

Dalam aspek layanan kesehatan, Puskesmas Tepus 2 memberikan pelayanan komprehensif pada Klaster 1, 2, 3, dan 4, dengan kegiatan lintas klaster yang mendukung integrasi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Puskesmas ini juga memiliki program unggulan “Masgapar Rindu Sidini” serta berperan sebagai Puskesmas layanan TB RO (Resisten Obat), menunjukkan komitmen dalam penanggulangan penyakit menular kompleks di wilayah pedesaan.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi manajemen dan tata kelola, Puskesmas Tepus 2 telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan memanfaatkan sistem informasi digital seperti SmartHealth/RME, P-Care BPJS, ASIK, ASPAK, dan SMILE untuk mendukung efisiensi administrasi, pelaporan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Puskesmas Tanjungsari

Profil Puskesmas Tanjungsari

Puskesmas Tanjungsari merupakan puskesmas non rawat inap yang telah meraih akreditasi Paripurna. Wilayah kerjanya tergolong pedesaan, mencakup 5 kalurahan dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 29.474 jiwa.

Sister Puskesmas

Puskesmas Tanjungsari bermitra dengan Puskesmas Wekmidar sebagai sister puskesmas, yang juga berstatus non rawat inap dan berada di wilayah sangat terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Dari segi kondisi wilayah dan demografi, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsari memiliki karakter sosial budaya yang kuat, sehingga aspek sosial budaya menjadi faktor penting yang memengaruhi penerimaan dan pelaksanaan program kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas ini memiliki total 26 tenaga kesehatan yang terdiri atas 2 dokter umum, 2 dokter gigi, 5 perawat, 6 bidan, dan 1 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 10 SDM non-kesehatan. Dari sisi sarana dan prasarana, Puskesmas Tanjungsari menempati bangunan milik sendiri dengan 16 ruang pelayanan, dilengkapi laboratorium, unit farmasi/apotek, serta 1 unit ambulans dan 1 unit kendaraan Pusling untuk mendukung pelayanan luar gedung. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil dan cukup, sementara akses internet dan sistem informasi manajemen (SIM) Puskesmas telah berfungsi dengan baik.

Sarana dan Prasarana

Dalam hal pelayanan kesehatan, Puskesmas Tanjungsari menyelenggarakan layanan utama pada Klaster 1, 2, 3, dan 4, serta kegiatan lintas klaster yang terintegrasi. Salah satu inovasi atau program unggulan yang menjadi identitas puskesmas ini adalah “Sigrak Mrantasi”, yang menonjolkan pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Tanjungsari telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan telah memanfaatkan berbagai sistem informasi digital seperti SIKDA, P-Care BPJS, SmartHealth, serta Rekam Medis Elektronik (RME) untuk mendukung efisiensi dan mutu pelayanan kesehatan.

Puskesmas Nglipar

Profil Puskesmas Nglipar II

Puskesmas Nglipar II merupakan Puskesmas non rawat inap yang berlokasi di wilayah pedesaan, dengan akreditasi Paripurna sebagai bentuk pengakuan atas mutu pelayanan kesehatan yang telah memenuhi standar nasional. 

Sister Puskesmas

Puskesmas Nglipar II bermitra dengan Puskesmas Seon sebagai sister puskesmas yang juga berstatus non rawat inap dan berada di wilayah sangat terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Nglipar II mencakup 4 kalurahan dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 18.838 jiwa. Dengan karakteristik wilayah pedesaan, faktor sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan menjadi konteks penting yang memengaruhi strategi pendekatan pelayanan kesehatan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dan pencegahan penyakit berbasis perilaku serta lingkungan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Nglipar II didukung oleh 32 tenaga kesehatan, yang terdiri atas 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 5 perawat, 7 bidan, dan 9 tenaga kesehatan lainnya, serta 8 SDM non-kesehatan. Keberagaman tenaga ini mendukung terlaksananya berbagai kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di tingkat individu maupun komunitas.

Sarana dan Prasarana

Dari sisi sarana dan prasarana, Puskesmas Nglipar II memiliki bangunan milik sendiri dengan 37 ruang pelayanan, serta fasilitas pendukung seperti laboratorium, farmasi/apotek, dan 1 unit ambulans. Ketersediaan listrik dan air selama 24 jam memastikan layanan berjalan optimal, sementara akses internet dan sistem informasi manajemen (SIM) Puskesmas juga telah berfungsi baik untuk mendukung digitalisasi layanan kesehatan.

Layanan Utama

Puskesmas ini memberikan pelayanan komprehensif yang mencakup Klaster 1, 2, 3, dan 4, serta berbagai program lintas klaster yang memperkuat upaya kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk inovasi unggulan Puskesmas Nglipar II adalah TANTE SHITI (Pengobatan Teratur Hipertensi Terkendali) dan TANTE BHETI (Pengobatan Teratur Diabetes Terkendali) — program yang berfokus pada pengelolaan penyakit tidak menular melalui pendekatan pengawasan, edukasi, dan pendampingan pasien secara berkelanjutan.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Nglipar II telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan menerapkan berbagai sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, Smarthealth, serta Rekam Medis Elektronik (RME). Implementasi sistem ini meningkatkan efisiensi pelayanan dan akurasi data kesehatan.

Puskesmas Semanu

Profil Puskesmas Semanu I

Puskesmas Semanu I merupakan Puskesmas rawat inap yang berlokasi di wilayah pedesaan dengan akreditasi Paripurna, menandakan mutu pelayanan yang telah memenuhi standar tertinggi nasional. 

Sister Puskesmas

Puskesmas Semanu II menjalin kemitraan Sister Puskesmas dengan Puskesmas Fahiluka dari Kabupaten Malaka, yang berstatus non rawat inap dan berada di wilayah terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Semanu I mencakup 3 desa dengan total 35.253 penduduk terlayani. Karakteristik sosial budaya masyarakat menjadi faktor kontekstual penting yang memengaruhi strategi pelayanan kesehatan, terutama dalam upaya promosi dan pencegahan penyakit berbasis kearifan lokal.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas ini didukung oleh 36 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 3 dokter umum, 2 dokter gigi, 8 perawat, 1 perawat gigi, 5 bidan, serta 10 tenaga kesehatan lainnya, dan diperkuat oleh 7 tenaga non-kesehatan yang memastikan kelancaran operasional harian.

Sarana dan Prasarana

Secara infrastruktur, Puskesmas Semanu I menempati bangunan milik sendiri dengan 27 ruang pelayanan yang tertata fungsional. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium, unit farmasi/apotek, dan 1 unit ambulans yang siap digunakan untuk pelayanan gawat darurat maupun rujukan. Dukungan listrik dan air mencukupi, serta akses internet dan SIM Puskesmas berfungsi dengan baik, memungkinkan integrasi sistem informasi yang efisien.

Layanan Utama

Puskesmas ini menyelenggarakan layanan komprehensif yang mencakup Klaster 1, 2, 3, dan 4, serta berbagai layanan lintas klaster untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah program PORORO, yang menjadi ikon gerakan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Semanu I, berfokus pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pendekatan kreatif dan partisipatif.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek tata kelola, Puskesmas Semanu I telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan mengimplementasikan berbagai sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, Smarthealth, serta Rekam Medis Elektronik (RME) untuk meningkatkan mutu layanan, efektivitas pencatatan, dan efisiensi pelaporan

Profil Puskesmas Semanu II

Puskesmas Semanu II merupakan Puskesmas non rawat inap yang terletak di wilayah pedesaan, dengan akreditasi Paripurna sebagai bukti pencapaian standar mutu pelayanan terbaik.

Sister Puskesmas

Puskesmas Semanu II memiliki sister puskesmas, yaitu Puskesmas Uabau dari Kabupaten Malaka, yang juga berstatus non rawat inap dan berada di wilayah sangat terpencil. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Semanu II mencakup 2 desa dengan jumlah penduduk terlayani mencapai 25.383 jiwa. Kondisi sosial budaya masyarakat menjadi faktor kontekstual penting yang memengaruhi pendekatan pelayanan, terutama dalam hal komunikasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia, Puskesmas ini didukung oleh 29 tenaga kesehatan, yang terdiri atas 2 dokter umum, 2 dokter gigi, 6 perawat, 3 bidan, serta 11 tenaga kesehatan lainnya, ditambah 5 tenaga non-kesehatan yang membantu kelancaran operasional layanan. Komposisi SDM ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Sarana dan Prasarana

Fasilitas fisik Puskesmas Semanu II cukup memadai dengan bangunan milik sendiri yang memiliki 30 ruang pelayanan. Sarana penunjang seperti laboratorium, farmasi/apotek, dan 1 unit ambulans tersedia untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Infrastruktur dasar seperti listrik dan air tersedia dengan baik, dan sistem informasi Puskesmas telah terintegrasi melalui akses internet serta SIM Puskesmas yang berfungsi optimal.

Layanan Utama

Puskesmas ini memberikan layanan komprehensif yang mencakup Klaster 1, 2, 3, dan 4, serta berbagai layanan lintas klaster yang menjangkau beragam aspek kesehatan masyarakat. Salah satu inovasi unggulan Puskesmas Semanu II adalah Berlian Gelas Sinuri, sebuah program yang menonjol dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan partisipatif, edukatif, dan berbasis komunitas.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi manajemen dan tata kelola, Puskesmas Semanu II telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan menerapkan sistem informasi modern seperti SIKDA, P-Care BPJS, Smarthealth, dan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk mendukung efisiensi administrasi dan mutu pelayanan.

Puskesmas Semin

Profil Puskesmas Semin I

Puskesmas Semin I merupakan Puskesmas rawat inap dengan status akreditasi Paripurna, yang berlokasi di wilayah pedesaan. 

Sister Puskesmas

Puskesmas Semin I memiliki Sister Puskesmas Namfalus, yang juga berstatus rawat inap dengan karakteristik wilayah sangat terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Semin I mencakup 6 desa dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 34.865 jiwa. Karakteristik wilayah pedesaan menuntut pendekatan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap kondisi geografis serta budaya masyarakat setempat. Faktor-faktor kontekstual seperti aksesibilitas, perilaku kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat di wilayah ini.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas Semin I memiliki total 39 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 10 perawat, 7 bidan, dan 7 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 11 tenaga non-kesehatan yang membantu operasional dan administrasi pelayanan.

Sarana dan Prasarana

Fasilitas fisik Puskesmas ini mencakup bangunan milik sendiri dengan 35 ruang pelayanan, laboratorium, unit farmasi/apotek, serta 1 unit ambulans yang berfungsi untuk pelayanan rujukan maupun kegiatan luar gedung. Puskesmas juga memiliki akses listrik dan air yang tersedia sepanjang waktu, serta didukung oleh akses internet dan sistem informasi manajemen Puskesmas yang memadai.

Layanan Utama

Dari sisi pelayanan, Puskesmas Semin I menyelenggarakan layanan utama pada Klaster 1, 2, 3, dan 4, serta layanan lintas klaster yang terintegrasi. Beberapa program inovatif telah dikembangkan untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat, di antaranya:

  • DASI CEKLI (kenDAlikan hipertenSI CEgah kompLIkasi) — program pengendalian hipertensi untuk mencegah komplikasi penyakit tidak menular.
  • GADUNGKU CANTIK (GAya hiDUp sehat, DUkuNGan Keluarga Untuk Cegah ANemia stunTIng dan KeK) — program pemberdayaan keluarga dalam mendukung gaya hidup sehat dan pencegahan anemia serta stunting.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam hal tata kelola, Puskesmas Semin I telah berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan memanfaatkan berbagai sistem informasi kesehatan seperti SIKDA, P-Care, SmartHealth, dan ASIK untuk mendukung manajemen data dan peningkatan mutu pelayanan.

Profil Puskesmas Semin II

Puskesmas Semin II merupakan Puskesmas rawat inap yang berlokasi di wilayah pedesaan dengan status akreditasi Paripurna.

Sister Puskesmas

Puskesmas Semin II bermitra dengan Puskesmas Tafuli sebagai Puskesmas Sister, yang berstatus non rawat inap dan berada di wilayah dengan karakteristik sangat terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Semin II meliputi 4 desa, dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 25.356 jiwa. Kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat menjadi faktor kontekstual penting yang memengaruhi perilaku kesehatan serta pendekatan pelayanan yang dijalankan oleh Puskesmas.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia, Puskesmas ini memiliki 39 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 8 perawat, 9 bidan, dan 9 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 9 tenaga non-kesehatan yang berperan dalam administrasi, logistik, dan operasional pelayanan.

Sarana dan Prasarana

Fasilitas pelayanan di Puskesmas Semin II cukup lengkap, dengan bangunan milik sendiri yang memiliki 27 ruang pelayanan, dilengkapi laboratorium, unit farmasi/apotek, serta 1 unit ambulans yang siap digunakan untuk pelayanan gawat darurat maupun rujukan. Dukungan listrik dan air tersedia penuh, serta akses internet dan sistem informasi manajemen (SIM Puskesmas) berfungsi dengan baik, memungkinkan integrasi data pelayanan yang efisien.

Layanan Utama

Puskesmas Semin II menyelenggarakan layanan utama pada Klaster 1, 2, 3, dan 4, serta berbagai layanan lintas klaster. Sejumlah inovasi program unggulan dikembangkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, di antaranya:

  • SOBAT BAPER (Pengawasan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi) — program pendampingan bagi pasien hipertensi agar patuh dalam pengobatan dan mampu mencegah komplikasi.
  • CERDIK MEMIKAT LADI — gerakan edukatif berbasis masyarakat yang mendorong penerapan gaya hidup sehat melalui prinsip CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres).

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek tata kelola, Puskesmas Semin II telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan memanfaatkan berbagai sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, SmartHealth, dan ASIK untuk mendukung efisiensi pelayanan, pelaporan, serta pemantauan mutu.

Puskesmas Gedangsari II

Profil Puskesmas Gedangsari II

Puskesmas Gedangsari II merupakan Puskesmas non rawat inap yang berlokasi di wilayah pedesaan dengan status akreditasi Paripurna.

Sister Puskesmas

Puskesmas ini memiliki Puskesmas Sister yaitu Puskesmas Nurobo, yang juga berstatus non rawat inap dengan karakteristik wilayah sangat terpencil.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Gedangsari II mencakup 4 desa dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 20.397 jiwa. Kondisi wilayah yang sebagian besar merupakan daerah pedesaan menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, terutama terkait dengan aksesibilitas dan faktor sosial ekonomi masyarakat setempat yang menjadi konteks penting dalam pelaksanaan program kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dari sisi sumber daya manusia kesehatan, Puskesmas Gedangsari II memiliki total 32 tenaga kesehatan, terdiri dari 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 5 perawat, 7 bidan, dan 8 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 9 tenaga non-kesehatan.

Sarana dan Prasarana

Fasilitas fisik Puskesmas ini mencakup bangunan milik sendiri dengan 23 ruang pelayanan, laboratorium, unit farmasi/apotek, serta 1 unit ambulans yang digunakan untuk menunjang kegiatan pelayanan luar gedung. Layanan listrik dan air tersedia sepanjang waktu, serta didukung dengan akses internet dan sistem informasi manajemen Puskesmas yang berfungsi dengan baik.

Layanan Utama

Dalam pelaksanaan layanan, Puskesmas Gedangsari II menyelenggarakan layanan utama mencakup Klaster 1, 2, 3, dan 4 serta layanan lintas klaster sesuai kebutuhan masyarakat. 

Manajemen dan Tata Kelola

Puskesmas ini juga berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan penerapan sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SmartHealth sebagai bagian dari digitalisasi tata kelola pelayanan kesehatan.

Puskesmas Patuk

Profil Puskesmas Patuk 1

Puskesmas Patuk 1 merupakan puskesmas rawat inap yang telah meraih akreditasi Paripurna (2023). Berlokasi di wilayah dengan karakteristik perdesaan, puskesmas ini memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan komprehensif kepada masyarakat di sekitarnya. 

Sister Puskesmas

Puskesmas Patuk 1 menjalin kemitraan dengan Puskesmas Kaputu sebagai sister puskesmas, yang juga berstatus rawat inap dan berada di wilayah sangat terpencil, sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan mutu layanan lintas daerah.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Patuk 1 meliputi 6 desa, dengan total 18.570 jiwa penduduk yang dilayani. Dengan kondisi wilayah perdesaan, berbagai faktor sosial, ekonomi, dan budaya menjadi konteks penting dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat, terutama untuk memperkuat upaya promotif dan preventif yang berbasis komunitas.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas Patuk 1 memiliki total 35 tenaga kesehatan, terdiri atas 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 9 perawat, 6 bidan, dan 10 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 6 SDM non-kesehatan yang berperan dalam administrasi dan operasional pelayanan.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana puskesmas meliputi bangunan satu lantai dengan 20 ruangan, serta fasilitas pendukung berupa laboratorium, apotek/farmasi, dan dua kendaraan operasional (1 ambulans dan 1 mobil pusling yang saat ini rusak). Puskesmas ini memiliki pasokan listrik dan air yang tersedia selama 24 jam, serta akses internet dan sistem informasi manajemen (SIM Puskesmas) yang mendukung digitalisasi pelayanan.

Layanan Utama

Dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, Puskesmas Patuk 1 mencakup klaster 1, 2, 3, dan 4, serta berbagai layanan lintas klaster yang terintegrasi. Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah “Sabtu Teristimewa”, program pelayanan kesehatan khusus yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di luar jam kerja rutin, terutama bagi kelompok produktif yang sulit menjangkau layanan di hari kerja.

Manajemen dan Tata Kelola

Secara manajerial, Puskesmas Patuk 1 berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan telah menerapkan berbagai sistem informasi kesehatan digital seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SmartHealth.

Profil Puskesmas Patuk 2

Puskesmas Patuk 2 merupakan puskesmas non rawat inap yang telah meraih akreditasi Paripurna (2023). Berada di wilayah dengan karakteristik perdesaan, puskesmas ini berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dasar. 

Sister Puskesmas

Puskesmas Patuk 2 menjalin kemitraan dengan Puskesmas Bani-Bani dari Kabupaten Malaka sebagai sister puskesmas, yang berstatus non rawat inap dan terletak di wilayah sangat terpencil, guna memperkuat jejaring pelayanan kesehatan lintas daerah.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Patuk 2 meliputi 5 desa, dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 16.720 jiwa. Dengan latar sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang beragam, faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat yang kontekstual dan partisipatif.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas Patuk 2 memiliki 30 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 8 perawat, 5 bidan, dan 8 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 5 SDM non-kesehatan yang berperan dalam administrasi dan pelayanan umum.

Sarana dan Prasarana

Secara fasilitas, puskesmas ini menempati bangunan satu lantai dengan 20 ruangan. Sarana pelayanan kesehatan mencakup laboratorium, apotek/farmasi, serta dua unit kendaraan operasional yang terdiri atas 1 ambulans dan 1 mobil pusling. Puskesmas Patuk 2 memiliki pasokan listrik dan air yang tersedia 24 jam, serta akses internet dan sistem informasi manajemen puskesmas (SIM Puskesmas) yang mendukung kelancaran operasional.

Layanan Utama

Dalam pelaksanaan layanan, Puskesmas Patuk 2 menyediakan pelayanan kesehatan untuk klaster 1, 2, 3, dan 4, serta berbagai layanan lintas klaster. Puskesmas ini juga dikenal dengan beberapa inovasi unggulan, antara lain Gemasaji, Kardasi, Gemasitb, dan Jamila, yang masing-masing berfokus pada peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan masyarakat dalam perilaku hidup sehat.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari aspek tata kelola, Puskesmas Patuk 2 telah berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan memanfaatkan berbagai sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, SIMPUS, dan RME. Implementasi sistem ini mendukung transparansi, efisiensi, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.