Penyakit tidak menular (PTM) menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia. Keterbatasan sumber daya kesehatan dan kesenjangan sosial ekonomi turut menghambat pencegahan dan penanganan PTM. Indonesia merespon hal ini melalui Prolanis, program berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemantauan rutin, kepatuhan pengobatan, perubahan gaya hidup, dan edukasi kesehatan. Scoping review dilakukan untuk memetakan hambatan pelaksanaan Prolanis di berbagai wilayah. Dari pencarian literatur pada 2014–2024, sebanyak 38 publikasi memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik. Analisis menemukan lima kategori hambatan utama, termasuk keterbatasan infrastruktur, rendahnya cakupan dan partisipasi, masalah sosial ekonomi, literasi kesehatan, serta gangguan akibat pandemi.
Hambatan yang sering muncul meliputi kurangnya tenaga kesehatan, pasokan medis yang tidak konsisten, kendala geografis, serta konflik waktu pasien. Biaya pribadi dan biaya transportasi juga menjadi faktor penghambat partisipasi. Mengatasi hambatan ini penting untuk meningkatkan efektivitas Prolanis dan memperkuat pengelolaan penyakit kronis di Indonesia. Temuan ini juga memberikan wawasan berharga bagi implementasi program PTM berbasis komunitas di negara berkembang lainnya.
Selengkapnya https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12538241/