Ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi dapat memicu progresivitas penyakit. Berbagai faktor berkontribusi terhadap ketidakpatuhan pengobatan, seperti peresepan obat ganda, hubungan antara dokter dan pasien, serta hambatan dalam pelayanan kesehatan. Sebuah studi menganalisis determinan ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi usia produktif di Indonesia. Penelitian potong lintang dilakukan pada 58.148 responden di seluruh Indonesia. Variabel kovariat meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, status merokok, jumlah anggota keluarga, serta riwayat stroke, penyakit kardiovaskular, dan diabetes melitus.
Hasilnya, lebih dari separuh dari 58.148 pasien hipertensi di Indonesia (53,9%) tidak mengonsumsi obat secara teratur. Analisis chi-square menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki, kelompok usia (25–34, 35–44, 45–55, 56–64 tahun), pendidikan lulusan sekolah menengah atas, status bekerja, tinggal di wilayah perkotaan, perokok, jumlah anggota keluarga empat orang, serta riwayat penyakit berhubungan dengan ketidakpatuhan pengobatan. Dua variabel, yaitu jenis kelamin dan pendidikan, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam penelitian ini, faktor-faktor tersebut meliputi usia, status bekerja, tinggal di wilayah perkotaan, status merokok, jumlah anggota keluarga yang lebih besar, serta riwayat penyakit.
Selengkapnya https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12045869/