Sebuah studi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko ketidakpatuhan minum obat pada pasien DMT2 di wilayah pedesaan Indonesia. Studi dilakukan secara kuantitatif observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Hasilnya, ketidakpatuhan minum obat pada pasien DMT2 di wilayah pedesaan menunjukkan hubungan terbalik dengan status tidak bekerja dan usia yang lebih tua, serta hubungan langsung dengan frekuensi kunjungan tindak lanjut yang rendah, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan yang lebih rendah, pengetahuan terkait obat yang kurang baik, dan persepsi aksesibilitas fasilitas kesehatan yang buruk. Intervensi perlu difokuskan pada penguatan layanan primer di pedesaan melalui jam layanan yang fleksibel, penjangkauan aktif, serta edukasi yang melibatkan keluarga, khususnya pada laki-laki usia produktif.
Selengkapnya https://www.tandfonline.com/doi/full/10.2147/JMDH.S563957