Sebuah studi menganalisis dampak pandemi COVID-19 terhadap cakupan imunisasi anak di 514 kabupaten/kota di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor tingkat kabupaten/kota yang berhubungan dengan perubahan cakupan tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis longitudinal berskala nasional terhadap data Program Imunisasi Nasional (Expanded Programme on Immunization/EPI) untuk membandingkan cakupan imunisasi sebelum dan sesudah pandemi. Variabel luaran adalah cakupan imunisasi anak tahunan, yaitu proporsi anak usia 0–12 bulan yang telah menerima seluruh dosis imunisasi sesuai jadwal imunisasi nasional. Variabel independen meliputi beban kasus COVID-19, cakupan vaksinasi COVID-19, serta indikator sistem kesehatan dan pembangunan manusia. Secara nasional, cakupan imunisasi mencapai 83,2% sebelum pandemi, menurun menjadi 75,0% pada tahun pertama pandemi, kemudian meningkat menjadi 88,6% pada tahun kedua pandemi. Pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap cakupan imunisasi anak di Indonesia, dengan dampak yang tidak merata antar kabupaten/kota. Penurunan cakupan paling besar terjadi di wilayah dengan beban COVID-19 yang tinggi dan kapasitas sistem kesehatan yang lebih lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya yang lebih terarah untuk memperkuat sistem kesehatan di tingkat lokal guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan di masa mendatang.
Selengkapnya https://link.springer.com/article/10.1186/s12916-026-05084-4