Resistensi insulin (IR) merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Risiko terjadinya resistensi insulin pada perempuan meningkat secara signifikan setelah memasuki masa menopause. Sebuah studi menganalisis mengetahui risiko resistensi insulin serta faktor-faktor risiko yang berkaitan pada perempuan non-diabetes. Penelitian potong lintang ini dilakukan di Jawa Timur, Indonesia, pada periode Juni–Agustus 2024. Sebanyak 196 perempuan non-diabetes dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan instrumen Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) sebagai alat pengumpulan data. Hasilnya, rata-rata skor FINDRISC responden adalah 10,4. Terdapat lima kategori risiko resistensi insulin, yaitu risiko rendah (24,3%), risiko sedang (15,5%), risiko tinggi (24,3%), risiko sedikit meningkat (33,7%), dan risiko sangat tinggi (2,2%). Skor FINDRISC menunjukkan hubungan yang bermakna dengan status menopause, kebiasaan merokok, riwayat hipertensi, serta riwayat keluarga diabetes melitus. Risiko resistensi insulin diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya usia, lingkar pinggang, indeks massa tubuh, dan adanya riwayat keluarga diabetes melitus, serta akan menurun dengan meningkatnya aktivitas fisik.
Selengkapnya http://mjmhsojs.upm.edu.my/index.php/mjmhs/article/view/1540