Banyak masyarakat di berbagai negara masih menggunakan pengobatan tradisional. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah karena perlu mengelola layanan secara efektif, menjaga kualitas, dan melindungi pasien. Integrasi pengobatan tradisional ke dalam pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dapat menyediakan layanan yang aman dan berkualitas. Sebuah studi mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pengguna pengobatan tradisional serta pelaksana program pengobatan tradisional di puskesmas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan dari pelaksana program dan pengguna pengobatan tradisional melalui diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) dan wawancara mendalam pada Maret hingga Juni 2023. Penelitian ini melibatkan 16 peserta, terdiri dari 10 pelaksana program dalam FGD dan enam pengguna dalam wawancara mendalam. Hasilnya, tiga tema utama yang ditemukan meliputi preferensi pengguna, faktor keberhasilan integrasi, dan tantangan untuk perbaikan. Pengguna lebih memilih layanan pengobatan tradisional di puskesmas dibandingkan praktisi pengobatan tradisional karena faktor kepercayaan, aksesibilitas, dan efek terapeutik. Para pelaksana program menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan dukungan masyarakat untuk keberhasilan integrasi, meskipun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan pelatihan dan sumber daya. Integrasi layanan pengobatan tradisional ke dalam puskesmas penting untuk menyediakan akses yang mudah sekaligus mempertahankan layanan kesehatan tradisional yang sesuai dengan kearifan lokal, efektif, dan aman.
Selengkapnya https://link.springer.com/article/10.1186/s12906-025-04885-z