Perencanaan Kesehatan
di Indonesia

Penjelasan Penggunaan Website

Jumlah Kematian Ibu

Home  /  Indikator  /

Definisi Operasional

Banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan komplikasi obstetrik atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan, dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan)

Cara Perhitungan

Total kematian ibu (akibat kehamilan, persalinan, dan nifas) pada periode tertentu di suatu wilayah.

Sumber Data

Survei Penduduk (SUPAS), Data pencatatan sipil, Sistem rutin Kemenkes, 
Laporan fasyankes

Penanggung Jawab

Dinas kesehatan kab/kota (bidang kesmas, kesga, KIA —> menyesuaikan daerah saat ini)

Activity (Kegiatan Utama)

Activity (Kegiatan Utama)

 rangkaian kegiatan utama dalam pelayanan kesehatan ibu secara menyeluruh, mulai dari periode sebelum kehamilan hingga upaya evaluasi melalui audit maternal.

  1. Sebelum Hamil
    Fokus kegiatan pada tahap ini meliputi skrining calon pengantin, pelayanan kesehatan reproduksi, edukasi gizi dan suplementasi tablet tambah darah bagi remaja putri, serta konseling pranikah yang dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor.
  2. Kehamilan
    Pada masa kehamilan, pelayanan difokuskan pada pemenuhan standar antenatal care, termasuk pemeriksaan kondisi gizi, skrining anemia, deteksi dini preeklampsia, pemeriksaan infeksi menular, serta pemberian edukasi gizi dan suplementasi.
  3. Persalinan
    Tahap persalinan menekankan penyediaan layanan persalinan yang aman di fasilitas kesehatan, penguatan kemampuan fasilitas emergensi obstetri dan neonatal, penanganan kegawatdaruratan maternal, serta pelaksanaan rujukan obstetri yang terintegrasi.
  4. Masa Nifas dan Pascapersalinan
    Kegiatan pada periode ini meliputi kunjungan nifas sesuai standar, pemberian konseling dan layanan KB pascapersalinan, pemantauan kesehatan ibu setelah tindakan operasi, serta pelibatan kader dalam deteksi dini tanda bahaya.
  5. Audit Maternal
    Sebagai tahap evaluasi, dilakukan audit terhadap kematian ibu, audit maternal–perinatal, serta penyusunan dan pelaksanaan rencana tindak lanjut untuk perbaikan mutu layanan.
Biaya dan Komponennya

Biaya dan komponennya

  1. Sebelum Hamil
    Pada tahap sebelum kehamilan, komponen biaya terutama berasal dari pelaksanaan pemeriksaan dan penggunaan alat skrining bagi calon pengantin, keterlibatan tenaga kesehatan bersama KUA dalam layanan pranikah, serta penyediaan bahan edukasi gizi dan suplementasi tablet tambah darah bagi remaja putri. Elemen-elemen ini menjadi dasar upaya promotif dan preventif untuk mempersiapkan kesehatan reproduksi sejak awal.
  2. Kehamilan
    Selama masa kehamilan, cost driver meningkat karena adanya kebutuhan pemeriksaan laboratorium dan USG, pengadaan obat serta alat untuk pelayanan antenatal, dan kunjungan rutin tenaga kesehatan. Selain itu, sistem rujukan yang berfungsi dan ketersediaan logistik seperti tablet tambah darah dan makanan tambahan untuk ibu dengan risiko kekurangan gizi turut menjadi komponen biaya penting dalam memastikan kualitas pelayanan kehamilan.
  3. Persalinan
    Pada tahap persalinan, biaya dipengaruhi oleh penyediaan obat-obatan untuk kondisi kegawatdaruratan obstetri, ketersediaan alat resusitasi dan kebutuhan transfusi, serta transportasi rujukan bagi kasus komplikasi. Selain itu, keberadaan tenaga kesehatan yang berjaga 24 jam menjadi salah satu elemen biaya utama untuk menjamin keamanan persalinan di fasilitas kesehatan.
  4. Masa Nifas / Pascapersalinan
    Pada periode nifas, cost driver terutama berasal dari kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan, penggunaan alat pemeriksaan dasar untuk memantau kondisi ibu, serta keterlibatan bidan dan konselor KB dalam memberikan layanan pascapersalinan. Elemen-elemen ini mendukung kesinambungan perawatan setelah melahirkan dan mencegah komplikasi yang mungkin muncul.
  5. Audit Maternal
    Tahap audit maternal memerlukan alokasi biaya untuk penyelenggaraan pertemuan audit, pemberian honorarium bagi tim audit, serta pelaksanaan analisis kasus dan kegiatan lapangan. Komponen biaya ini penting untuk memastikan proses evaluasi berjalan optimal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan maternal.
Indikator Kinerja (output/outcome)

Indikator Kinerja (output/outcome)

  1. Sebelum Hamil
    Indikator kinerja pada tahap sebelum kehamilan menilai sejauh mana calon pengantin telah menjalani pemeriksaan kesehatan, tingkat anemia pada remaja putri, serta proporsi Puskesmas yang menyediakan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin. Indikator ini menggambarkan kesiapan kesehatan reproduksi sejak fase pranikah sebagai langkah awal pencegahan risiko kehamilan.
  2. Kehamilan
    Pada masa kehamilan, indikator kinerja mencakup cakupan kunjungan antenatal minimal enam kali, pelaksanaan pelayanan antenatal sesuai standar, serta proporsi ibu hamil yang mengalami anemia atau kekurangan energi kronis. Selain itu, keberhasilan deteksi dini preeklampsia dan infeksi menular melalui skrining juga menjadi ukuran penting untuk memastikan kesehatan maternal selama kehamilan.
  3. Persalinan
    Indikator kinerja persalinan berfokus pada persentase persalinan yang berlangsung di fasilitas kesehatan dan jumlah tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan pelayanan maternal. Kedua indikator ini mencerminkan kemampuan sistem kesehatan dalam menyediakan layanan persalinan yang aman dan berkualitas.
  4. Masa Nifas / Pascapersalinan
    Pada periode nifas, kinerja diukur melalui cakupan kunjungan nifas lengkap dan proporsi ibu yang menerima pelayanan KB pascapersalinan. Indikator ini memastikan bahwa ibu tetap memperoleh pemantauan kesehatan dan konseling reproduksi setelah melahirkan.
  5. Audit Maternal
    Indikator pada tahap audit maternal menilai persentase kematian ibu yang telah diaudit serta tingkat pelaksanaan rencana tindak lanjut dari hasil audit. Indikator ini penting untuk menilai efektivitas sistem dalam mengevaluasi kasus kematian maternal dan menerapkan perbaikan yang diperlukan.
Sumber Pendanaan / Anggaran

Sumber Pendanaan/anggara

  1. Sebelum Hamil
    Pendanaan pada tahap sebelum kehamilan berasal dari berbagai sumber, termasuk DAK Nonfisik melalui BOK, Dana Desa yang mendukung kegiatan UKS dan Posyandu Remaja, dana BLUD Puskesmas, serta kontribusi CSR dan hibah dari lembaga donor seperti UNICEF dan UNFPA. Kombinasi pendanaan ini memungkinkan pelaksanaan kegiatan promotif dan preventif bagi calon pengantin dan remaja.
  2. Kehamilan
    Selama masa kehamilan, pembiayaan kegiatan utamanya bersumber dari DAK Nonfisik khusus pelayanan kesehatan ibu dan anak, dana kapitasi JKN untuk pelayanan rutin, serta dukungan APBD kabupaten/kota. Beberapa daerah juga memanfaatkan CSR lokal untuk memperkuat upaya pemenuhan pelayanan antenatal dan pemantauan kondisi ibu hamil.
  3. Persalinan
    Pendanaan persalinan melibatkan DAK Fisik untuk penguatan fasilitas PONED, dana kapitasi JKN yang dikelola melalui BLUD, serta dana APBN dalam program peningkatan layanan emergensi obstetri. Selain itu, APBD rumah sakit daerah turut mendukung penyediaan layanan persalinan yang aman dan responsif.
  4. Masa Nifas / Pascapersalinan
    Pada periode nifas, sumber pendanaan berasal dari DAK Nonfisik BOK untuk kegiatan pemantauan kesehatan ibu, dana kapitasi JKN untuk pelayanan langsung, serta Dana Desa yang mendukung kegiatan posyandu dan kunjungan rumah. Pendanaan ini memastikan kesinambungan pelayanan setelah persalinan.
  5. Audit Maternal
    Pembiayaan audit maternal diperoleh melalui APBD Dinas Kesehatan untuk pelaksanaan audit maternal–perinatal, dana operasional rumah sakit, serta dukungan lembaga donor seperti UNFPA dan WHO. Sumber pendanaan ini digunakan untuk analisis kasus, pertemuan audit, dan tindak lanjut perbaikan kualitas layanan.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.