Profil Kesehatan Kabupaten Gunungkidul
Kabupaten Gunungkidul terletak di bagian tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas wilayah 1.485,36 km² atau sekitar 46,6% dari luas daratan DIY. Wilayah ini terbagi menjadi 18 kecamatan dan 144 desa, didominasi oleh bentang alam perbukitan karst Pegunungan Seribu.
Jumlah penduduk tahun 2023 mencapai 776.090 jiwa, terdiri dari 384.274 laki-laki dan 391.816 perempuan. Kepadatan penduduk rata-rata 522 jiwa/km², dengan kepadatan tertinggi di Kecamatan Wonosari (1.194 jiwa/km²) dan terendah di Kecamatan Girisubo (270 jiwa/km²).
Rata-rata jumlah anggota rumah tangga sebanyak 3,1 jiwa, dan angka beban tanggungan (dependency ratio) sebesar 49%
Derajat Kesehatan
Angka Harapan Hidup (AHH) di Gunungkidul pada tahun 2023 mencapai 74,23 tahun, meningkat dari tahun sebelumnya.
Angka Kematian Bayi (AKB) tercatat 10,3 per 1.000 kelahiran hidup (74 kasus), sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 16 kasus, terutama akibat perdarahan dan hipertensi kehamilan.
Penyakit tidak menular masih menjadi tantangan utama:
- Hipertensi esensial primer: 59.432 kasus (11,2%)
- Diabetes melitus tipe 2: 19.558 kasus (3,7%)
- Dyspepsia dan gangguan pencernaan: 12.388 kasus (2,3%)
Sementara untuk gizi masyarakat, balita gizi buruk menurun menjadi 0,3% dan gizi kurang 3,9%. Namun anemia pada ibu hamil meningkat menjadi 19,2%, dan ibu dengan kekurangan energi kronis (KEK) sebesar 15,9%.
Upaya dan Layanan Kesehatan
Capaian pelayanan kesehatan ibu dan anak menunjukkan perbaikan:
- Kunjungan K1 (ibu hamil): 100%
- Kunjungan K4 (minimal 4 kali): 95,2%
- Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan: 99,8%
- Pelayanan nifas: 92,8%
Program imunisasi dasar lengkap telah menjangkau seluruh wilayah, dengan 100% desa berstatus UCI (Universal Child Immunization).
Sumber Daya Kesehatan
1. Fasilitas Kesehatan
Kabupaten Gunungkidul memiliki jaringan pelayanan kesehatan yang mencakup:
- 30 Puskesmas (tersebar di 18 kecamatan)
- 5 Rumah Sakit Umum, termasuk RSUD Wonosari sebagai rujukan utama
- 37 Klinik dan Balai Pengobatan
- Apotek dan toko obat: lebih dari 120 unit
- Posyandu aktif: lebih dari 2.000 unit, dengan peningkatan strata mandiri setiap tahun
Cakupan akses sanitasi layak juga meningkat, dengan lebih dari 90% rumah tangga memiliki jamban sehat dan peningkatan jumlah Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
2. Tenaga Kesehatan
Ketersediaan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan tahun 2023 adalah:
- Dokter umum: 115 orang
- Dokter gigi: 40 orang
- Perawat: 713 orang
- Bidan: 627 orang
- Ahli gizi: 85 orang
- Sanitarian (kesehatan lingkungan): 73 orang
- Tenaga farmasi: 124 orang
- Tenaga kesehatan masyarakat: 65 orang
- Tenaga laboratorium dan analis: 52 orang
3. Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan
Sebagian besar penduduk Gunungkidul telah terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hampir seluruh desa (lebih dari 90%) juga telah memanfaatkan dana desa untuk kegiatan kesehatan, seperti Posyandu, sanitasi, dan pencegahan stunting.
Alokasi anggaran kesehatan daerah tahun 2023 difokuskan pada peningkatan layanan dasar, surveilans penyakit, serta penguatan sumber daya kesehatan.
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Profil Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2024.