Penggunaan ARV yang meluas telah menurunkan angka kematian akibat HIV dan meningkatkan jumlah pasien HIV dengan usia >50 tahun, yang memiliki risiko lebih tinggi terkena PTM. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa PTM, terutama penyakit kardiovaskular, menjadi penyebab signifikan morbiditas dan mortalitas pada pasien HIV. Namun, penelitian terkait HIV dan PTM di Asia masih terbatas, meskipun perbedaan genetika, gaya hidup, dan beban penyakit dapat memengaruhi risikonya. Penelitian ini dilakukan di RS Ngoerah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko PTM pada pasien HIV. Dari 1.644 pasien, prevalensi PTM relatif rendah, dengan hipertensi paling umum, diikuti diabetes melitus, gangguan ginjal, dislipidemia, dan kondisi lainnya.
Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia >50 tahun meningkatkan risiko PTM hampir delapan kali lipat. Pasien laki-laki juga memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan. Sebaliknya, penggunaan regimen ARV dua NRTI + NNRTI justru menurunkan risiko PTM. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan PTM pada pasien HIV, terutama kelompok usia lanjut dan laki-laki. Studi ini dipublikasikan pada Journal Infection and Chemotherapy pada Maret 2025.
Selengkapnya https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11972911/