Perencanaan program kesehatan merupakan fase penting dalam proses penyusunan program kesehatan. Pada tahap inilah rencana program dibuat/tertulis terperinci untuk memecahkan masalah dan mengatasi kebutuhan penduduk akan layanan yang tidak terpenuhi yang telah diidentifikasi. Masalah kesehatan yang dihadapi oleh suatu populasi seringkali kompleks dan beragam. Oleh karena itu, perencanaan yang cermat dan terperinci sangatlah penting untuk memastikan bahwa masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan dengan efektif. Tanpa perencanaan yang baik, program-program kesehatan cenderung menjadi tidak fokus, tidak efisien, dan kurang mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Selain itu, adanya keterbatasan sumber daya dan pendanaan menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan program kesehatan. Rancangan program harus mampu menghadapi kenyataan bahwa sumber daya terbatas, baik dalam hal petugas, peralatan medis, maupun pendanaan. Tanpa perencanaan yang mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, program kesehatan cenderung tidak mampu berjalan dengan optimal dan hasilnya pun mungkin tidak sesuai harapan.
Selain aspek sumber daya, perencanaan program kesehatan juga harus mempertimbangkan setting layanan yang berbeda. Kondisi geografis, demografis, dan sosial masyarakat yang beragam dapat mempengaruhi cara pelaksanaan program kesehatan. Oleh karena itu, desain program harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah atau populasi. Paket layanan yang adekuat juga menjadi faktor penting dalam perencanaan program kesehatan. Setiap program harus memiliki komponen-komponen layanan yang jelas dan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Rancangan program harus merinci jenis layanan yang akan diberikan, metode pelaksanaannya, serta target populasi yang akan dilayani. Selain itu, manajemen yang efektif dan profesional dalam mengelola program kesehatan juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan program. Kehadiran manajer yang memiliki kompetensi dalam mengelola sumber daya, mengkoordinasikan kegiatan, dan memantau dampak program sangatlah vital. Tanpa manajemen yang baik, implementasi program kesehatan mungkin akan mengalami hambatan dan tidak mampu mencapai hasil yang diharapkan.
Dalam konteks inilah pentingnya perencanaan program kesehatan yang terperinci dan terukur dampaknya menjadi sangat jelas. Perencanaan yang matang, mempertimbangkan berbagai faktor di atas, akan membantu mengatasi tantangan-tantangan dalam penyediaan layanan kesehatan, memperbaiki status kesehatan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup penduduk secara keseluruhan.
Tujuan
Secara umum kegiatan pelatihan ini bertujuan agar peserta mempunyai kemampuan dalam menyusun rencana implementasi program kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis bukti.
Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan pelatihan ini agar peserta dapat:
- Mengenali masalah implementasi program melalui kacamata sistem kesehatan
- Mengenali penduduk spesifik dan menentukan paket layanan yang cocok sesuai kebutuhan penduduk spesifik sasaran program.
- Mampu mengidentifikasi kegiatan yang mempunyai daya ungkit tinggi (prioritas) melalui “logical framework” komponen bangunan sistem kesehatan
- Mampu memetakan sumber daya lokal spesifik yang memiliki kapasitas pemecahan kesehatan masyarakat mendukung keberhasilan program kesehatan.
- Mampu menyusun struktur dan fungsi organisasi pelaksanaan program dan langkah operasional dari lintas program, lintas sektor, swasta, dan masyarakat.
Target Peserta
- Tim Perencanaan Dinas Kesehatan Kab/Kota
- Kepala Bidang di Dinas Kesehatan
- Kepala Puskesmas
- Perencana Puskesmas
- Pengelola Program Teknis di Puskesmas
- Akademisi
- NGO kesehatan.
Lingkup Materi
- Sistem thinking dalam Program Kesehatan: Logic model program dan health systems strengthening
- Evaluasi Program Kesehatan: Perubahan perilaku yang diharapkan dan indikator
- Pendekatan Equity dalam Program Kesehatan: pentingnya spesifikasi outcome
- Paket Layanan dan Mode Delivery Program Kesehatan: Peran lini depan dalam pemberian layanan yang terintegrasi
- Sistem Pendukung Program Kesehatan: Program literasi, dukungan informasi, dukungan finansial operasional.
- Struktur dan Fungsi Organisasi Pelaksanaan Program: Siapa yang bekerja sebagai manajer pelaksanaan?
- Pemetaaan Kapasitas Pemecahan Masalah Lokal: Bagaimana Kepala Daerah, sekretaris daerah, dan organisasi perangkat daerah bekerja secara sektoral (arogansi) versus organisasi pemda yang efektif (konvergen)?
Waktu Pelaksanaan
Pelatihan ini akan dilaksanakan secara tatap muka pada
Tanggal : Rabu-Kamis, 16-17 September 2026
Waktu : 09.00-12.00 WIB
Tempat : Common Room, Gedung Penelitian dan Pengembangan Lt.1. FKKMK UGM
Agenda Kegiatan
Hari 1
| Waktu (WIB) | Kegiatan | Fasilitator |
|---|---|---|
| 08.00 – 08.15 | Pembukaan dan Pre-test | MC/Moderator |
| 08.15 – 08.25 | Pengenalan Materi Pelatihan | MC/Moderator |
| 08.25 – 08.55 | Pendekatan Sistem Dalam Program dan Evaluasi Program Kesehatan | Candra, SKM., MPH |
| 08.55 – 09.10 | Latihan mengevaluasi Program Kesehatan [Peserta] | Karlina Dewi Sukarno, S.IP., MPP |
| 09.10 – 09.40 |
|
Candra, SKM., MPH |
| 09.40 – 09.55 | Latihan menentukan sasaran spesifik program [Peserta] | Karlina Dewi Sukarno, S.IP., MPP |
| 09.55 – 10.25 |
|
Candra, SKM., MPH |
| 10.25 – 10.40 | Latihan menentukan Paket Layanan dan Sistem Pendukung [Peserta] & Paparan Hasil | Karlina Dewi Sukarno, S.IP., MPP |
| 10.40 – 11.10 |
|
Candra, SKM., MPH |
| 11.10 – 11.25 | Latihan Menyusun Struktur Organisasi dan Fungsi Pelaksanaan [Peserta] | Karlina Dewi Sukarno, S.IP., MPP |
| 11.25 – 11.55 |
|
Candra, SKM., MPH |
| 11.55 – 12.00 | Kesimpulan Hari 1 | Candra, SKM., MPH |
Hari 2
| Waktu (WIB) | Kegiatan | Fasilitator |
|---|---|---|
| 09.00 – 09.15 | Review Pertemuan Hari Pertama | MC/Moderator |
| 09.15 – 10.00 |
|
Candra, SKM., MPH |
| 10.00 – 10.30 |
|
Karlina Dewi Sukarno, S.IP., MPP |
| 10.30 – 11.15 |
|
Candra, SKM., MPH |
| 11.15 – 11.45 | Diskusi (Terkait Dokumen Program dan Keseluruhan Materi) | Candra, SKM., MPH |
| 11.45 – 11.55 | Rencana Tindak Lanjut | Candra, SKM., MPH |
| 11.55 – 12.00 | Kesimpulan dan Penutup | MC/Moderator |
Registrasi dan Biaya
- Biaya Kepesertaan individu sebesar Rp. 1.250.000,-
- Biaya Kepesertaan kelompok sebesar RP. 5.000.000 (1 tim terdiri dari 5 orang)
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening panitia
dengan Kode Unik 29, contoh Rp. 1.250.029
No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281
Narahubung
Karlina / 0819‑9734‑4651