Sebuah studi dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan normal-weight central obesity (NWCO) atau obesitas sentral pada individu dengan berat badan normal pada penduduk Indonesia berusia 45 tahun ke atas, dengan menggunakan data nasional berbasis komunitas dari Indonesia Longitudinal Aging Survey (ILAS) tahun 2023. Sebanyak 1.982 data nasional potong lintang dari individu berusia 45 tahun ke atas dengan indeks massa tubuh (IMT) normal (18,5–24,9 kg/m²) dianalisis. Pengukuran antropometri dan faktor-faktor independen dilakukan menggunakan metode standar. Faktor-faktor yang berhubungan dengan NWCO dianalisis menggunakan regresi Poisson.
Hasilnya, prevalensi NWCO adalah 32,8%. Hasil regresi Poisson yang telah disesuaikan menunjukkan bahwa usia yang lebih tua (PR: 1,19; 95% CI: 1,00–1,45), diabetes (PR: 1,27; 95% CI: 1,03–1,57), dan hipertensi (PR: 1,16; 95% CI: 1,01–1,34) berhubungan positif dengan NWCO. Sebaliknya, jenis kelamin laki-laki (PR: 0,23; 95% CI: 0,15–0,33), status menikah (PR: 0,73; 95% CI: 0,61–0,89), bekerja untuk memperoleh penghasilan (PR: 0,77; 95% CI: 0,63–0,94), dan merokok saat ini (PR: 0,58; 95% CI: 0,36–0,93) berhubungan negatif dengan NWCO. Penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga penduduk Indonesia usia paruh baya dan lanjut usia mengalami obesitas sentral meskipun memiliki berat badan normal. Temuan ini mendukung integrasi pengukuran obesitas sentral ke dalam skrining rutin untuk meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).
Selengkapnya https://link.springer.com/article/10.1007/s10823-026-09575-y