Skip to content

Regional Disparities of TB-HIV Coinfection Among National Health Insurances Members in Indonesia

Koinfeksi TB-HIV masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memainkan peran penting dalam penanganannya. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengkaji kesenjangan regional koinfeksi TB-HIV di antara peserta JKN. Analisis sekunder dilakukan menggunakan data JKN Indonesia tahun 2023 yang mencakup 39.635 pasien TB berusia 25–49 tahun. Hubungan antara koinfeksi TB-HIV dan wilayah geografis dianalisis dengan mengendalikan variabel jenis kelamin, usia, status perkawinan, dan kelas kepesertaan JKN. Prevalensi nasional koinfeksi TB-HIV sebesar 4,6%. Ditemukan kesenjangan yang besar antar wilayah. Papua menunjukkan risiko tertinggi, dengan kemungkinan koinfeksi 4,702 kali lebih besar dibandingkan Sumatra (IK 95%: 4,297–5,144), diikuti oleh Maluku sebesar 1,824 kali (IK 95%: 1,539–2,161). Sebaliknya, Sulawesi menunjukkan risiko terendah yaitu 0,713 kali dibandingkan Sumatra (IK 95%: 0,651–0,780). Hasil ini menegaskan adanya variasi regional yang signifikan dalam koinfeksi TB-HIV di kalangan peserta JKN.

Selengkapnya https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221339842500291X

 

Mempelajari
UU No.17/2023 Tentang Kesehatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.