Skip to content

Seroprevalence of anti-Mycobacterium leprae PGL-I Antibodies Among School Children in Rural and Urban Indonesia: A Cross-sectional Study (2023)

Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah endemis, termasuk di beberapa daerah di Indonesia. Penularan Mycobacterium leprae (M. leprae) masih terus berlangsung, yang terlihat dari jumlah kasus baru kusta setiap tahun yang relatif stabil, dimana sekitar 5% diantaranya terjadi pada anak-anak. Dalam upaya memutus rantai penularan M. leprae, penting untuk mengidentifikasi dan menangani sumber infeksi. Sebuah studi menilai seroprevalensi IgM anti-M. leprae phenolic glycolipid-I (PGL-I) pada anak usia sekolah di wilayah pedesaan dan perkotaan di Indonesia sebagai indikator penularan yang terjadi baru-baru ini. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hubungan antara seropositivitas dengan jenis kelamin, status sosial ekonomi (SES), dan infeksi cacing (helminth). Peneliti melakukan survei serologis potong lintang (cross-sectional) terhadap 637 anak berusia 6–15 tahun dari sekolah-sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan di Sulawesi, Jawa, dan Sumba, Indonesia. PGL-I QURapid, yaitu uji aliran lateral kuantitatif yang praktis digunakan di lapangan, digunakan untuk mendeteksi IgM anti-PGL-I pada sampel darah kapiler ujung jari dan plasma.

Hasilnya menunjukkan tingginya seroprevalensi IgM anti-PGL-I pada anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan, berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah, dan terinfeksi cacing di Indonesia. Hal ini mengindikasikan tingginya tingkat infeksi M. leprae pada kelompok-kelompok tersebut, yang mencerminkan tingkat penularan kusta yang lebih tinggi di masyarakat. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya strategi pengendalian penyakit yang terintegrasi antara kusta dan kecacingan, terutama di wilayah pedesaan dan daerah dengan kondisi ekonomi kurang menguntungkan. PGL-I QURapid terbukti menjadi alat yang efektif untuk survei serologis, sehingga dapat membantu mengidentifikasi wilayah dengan tingkat penularan M. leprae yang tinggi (seperti Sumba) dan mendukung pelaksanaan intervensi yang lebih terarah di daerah endemis

Selengkapnya https://www.thelancet.com/journals/lansea/article/PIIS2772-3682(26)00064-8/fulltext 

 

Mempelajari
UU No.17/2023 Tentang Kesehatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.