Sebuah studi menganalisis sepuluh kondisi klinis dengan prevalensi tertinggi dan indikator sosial-ekonomi utama guna mengidentifikasi faktor-faktor yang saling berinteraksi yang berkontribusi terhadap kejadian stroke. Peneliti menganalisis data jaminan kesehatan nasional yang mencakup lebih dari 12 juta pasien dan mengintegrasikannya dengan indikator sosial-ekonomi tingkat provinsi. Seluruh variabel diagregasi dan dianalisis pada tingkat provinsi selama periode 2018–2023. Berbagai pendekatan statistik lanjutan digunakan untuk mengidentifikasi pola sindemik. Hasilnya menunjukkan bahwa stroke di Indonesia muncul sebagai hasil akhir dari interaksi berbagai faktor metabolik, hepatik, dan sosial-ekonomi yang saling berkaitan, bukan sekadar akibat kondisi klinis yang berdiri sendiri. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kerangka sindemik dalam upaya menurunkan beban stroke nasional secara efektif.
Selengkapnya https://www.thelancet.com/journals/lanwpc/article/PIIS2666-6065(26)00053-2/fulltext