Kepercayaan terhadap obat, vaksin, dan produk kesehatan lainnya bergantung pada evaluasi sebelum izin edar, pengawasan produksi, serta penilaian manfaat dan risiko sepanjang siklus hidup produk.
Transparansi dan sains menjadi kunci membangun kepercayaan publik. Namun, di banyak negara, fungsi pharmacovigilance dan regulasi masih terfragmentasi, kurang dana, dan belum terintegrasi
dengan sistem kesehatan, sehingga meningkatkan risiko, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pandemi COVID-19 menyoroti kelemahan ini dan menunjukkan perlunya sistem
regulasi yang tangguh dan adaptif. Sebagai tanggapan, strategi global smart pharmacovigilance dikembangkan untuk menciptakan sistem keselamatan yang sederhana namun efektif, strategis, dan
berkelanjutan sesuai prioritas nasional. Strategi ini bukan daftar aturan kaku, tetapi kerangka praktis untuk memperkuat kapasitas, menetapkan prioritas berbasis risiko, dan mengintegrasikan
pharmacovigilance ke dalam sistem regulasi dan kesehatan. Visi utamanya adalah membangun sistem pengawasan yang kuat, adaptif, dan dipercaya, menjamin akses setara terhadap produk kesehatan
yang aman dan berkualitas. Lebih dari reformasi teknis, strategi ini merupakan komitmen etis dan bentuk kerja sama global untuk memperkuat tata kelola kesehatan dunia.
Selengkapnya https://www.who.int/publications/i/item/9789240116757