Memahami hubungan antara kepemilikan asuransi kesehatan dan persalinan melalui operasi sesar penting untuk menilai pemanfaatan layanan kesehatan maternal di Indonesia. Sebuah studi menganalisis hubungan antara jenis asuransi dan persalinan sesar pada perempuan Indonesia, dengan mempertimbangkan desain survei nasional. Studi ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang mencakup 70.916 perempuan yang melahirkan dalam lima tahun sebelum survei. Regresi logistik yang disesuaikan dengan desain survei digunakan untuk memperhitungkan desain pengambilan sampel bertingkat dan multistage. Kepemilikan asuransi kesehatan dikategorikan menjadi tidak memiliki asuransi, asuransi yang dikelola pemerintah, asuransi swasta, atau asuransi hibrida.
Hasilnya, secara keseluruhan, 25,9% perempuan melaporkan menjalani persalinan melalui operasi sesar. Setelah penyesuaian berdasarkan desain survei, persalinan sesar lebih banyak ditemukan pada perempuan yang memiliki asuransi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki asuransi. Probabilitas prediksi menunjukkan bahwa kemungkinan absolut persalinan sesar lebih tinggi pada perempuan dengan asuransi yang dikelola pemerintah, asuransi swasta, maupun asuransi hibrida. Estimasi pada kelompok asuransi hibrida menunjukkan arah hubungan yang konsisten, tetapi perlu ditafsirkan secara hati-hati karena ukuran sampelnya kecil. Kepemilikan asuransi kesehatan berhubungan dengan tingkat persalinan melalui operasi sesar yang lebih tinggi di Indonesia. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan, bukan efek kausal, dan kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan profil risiko klinis serta faktor-faktor dalam sistem pelayanan kesehatan.
Selengkapnya https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221339842600028X