Sebuah studi mensintesis dan mengukur hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga (household food insecurity/HFI) dengan berbagai bentuk malnutrisi, termasuk stunting, wasting, underweight, kelebihan gizi (overnutrition), dan anemia pada anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia. Studi dianalisis melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis sesuai dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Studi ini mencakup pencarian literatur, proses penyaringan, ekstraksi data, penilaian kualitas menggunakan alat dari Joanna Briggs Institute (JBI), serta meta-analisis menggunakan Review Manager 5.4. Studi dilakukan di Indonesia, mencakup wilayah perkotaan, perdesaan, dan kombinasi keduanya di berbagai provinsi.
Hasilnya, sebanyak 32 studi memenuhi kriteria inklusi, dengan 26 studi yang dapat dianalisis lebih lanjut dalam meta-analisis. Ketahanan pangan rumah tangga secara signifikan berhubungan dengan peningkatan peluang terjadinya stunting, wasting, underweight, dan overnutrition. Anak yang tinggal di rumah tangga dengan ketahanan pangan yang baik memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk mengalami anemia. Ketahanan pangan rumah tangga yang rendah memiliki hubungan kuat dengan berbagai bentuk malnutrisi pada anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi terpadu yang sensitif terhadap aspek gizi dan ketahanan pangan untuk meningkatkan kesehatan anak serta menurunkan angka malnutrisi di Indonesia.