Sebuah studi bertujuan untuk memetakan dan mengestimasi prevalensi diabetes yang sebenarnya (true diabetes) serta titik-titik penting dalam perjalanan pasien guna mengidentifikasi kesenjangan dalam pengelolaan diabetes di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan evidence gap mapping dengan melakukan pencarian sistematis terhadap literatur yang relevan yang dipublikasikan antara 1 Januari 2014 hingga 27 Maret 2025 di PubMed, Web of Science, Scopus, dan Embase, yang dilengkapi dengan pencarian tidak terstruktur pada situs web pemerintah. Dari 94 dokumen yang diidentifikasi, tidak ada yang sepenuhnya menerapkan kerangka perjalanan pasien diabetes, dan sebagian besar bukti dinilai berkualitas rendah. Skrining merupakan titik perjalanan pasien yang paling sedikit diteliti, sementara data kesadaran (awareness) belum tersedia dari sampel yang representatif secara nasional. Estimasi prevalensi gabungan menunjukkan: diabetes sebenarnya sebesar 13%, kesadaran 71% (, skrining 19%, diagnosis 15%, pengobatan 89%, kepatuhan 59%, dan pengendalian penyakit 31%. Secara umum, angka prevalensi lebih rendah pada penelitian yang dilakukan di populasi umum dengan sampel yang representatif secara nasional. Pemetaan kesenjangan bukti (evidence gap mapping) menawarkan pendekatan yang praktis untuk menghasilkan data perjalanan pasien di negara-negara dengan kapasitas pertukaran informasi kesehatan yang terbatas. Secara khusus di Indonesia, belum terdapat gambaran yang komprehensif mengenai perjalanan pasien diabetes. Hambatan ditemukan pada seluruh titik perjalanan pasien, terutama di populasi umum.
Selengkapnya https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/tmi.70100