Kelompok KIA

Kerangka Acuan

Simposium Perencanaan Berbasis Bukti dan Pengenalan Perencanaan
untuk Bidang Kesehatan Ibu dan Anak


  Pendahuluan

Kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih memprihatinkan dan ada banyak hal yang perlu dibenahi untuk memperbaiki status kesehatan. Salah satunya adalah melalui perencanaan yang kuat dan pendanaan yang efisien, sehingga intervensi kesehatan dapat menjangkau populasi yang benar-benar membutuhkan.

Saat ini telah ada beberapa inisiatif untuk meningkatkan performa perencanaan di bidang kesehatan, dan berbagai pendekatan ini dapat dimanfaatkan oleh perencana di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga nasional. Perencanaan yang sistematis juga penting untuk dikuasai oleh para akademisi dan professional bidang kesehatan, karena proses perencanaan membutuhkan masukan dan konsultasi mendalam dengan peneliti, akademisi, hingga profesi lain yang terkait dengan kesehatan.

Salah satu inisiatif yang telah berlangsung selama beberapa tahun di Indonesia untuk bidang perbaikan perencanaan kesehatan ibu dan anak adalah Perencanaan Berbasis Bukti, yang dimulai di empat kabupaten/kota di Indonesia dan sekarang dalam tahap implementasi di tujuh kabupaten di Provinsi Papua. Inisiatif lain adalah MAF (Millennium Acceleration Framework) yang dikembangkan oleh UNDP di Jawa Tengah. Sesungguhnya berbagai pendekatan ini sama-sama bertujuan untuk memperbaiki sistem kesehatan melalui perencanaan yang sistematis di tingkat nasional dan terutama sub-nasional.

Sesi ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekataan perencanaan untuk KIA melalui analisa sumbatan sistem kesehatan atau bottleneck serta untuk mengadvokasi adaptasi pendekatan-pendekatan ini untuk seluruh daerah di Indonesia.

 

   Tujuan

Membahas pendekataan perencanaan kesehatan yang menggunakan bukti serta analisa bottleneck yang telah ada di Indonesia dan bagaimana para akademisi serta praktisi kesehatan dapat mendukung perbaikan perencanaan kesehatan di Indonesia, melalui pemaparan:

  1. Pendekatan Millennium Acceleration Framework di tingkat provinsi, dan
  2. Inisiatif Perencanaan Berbasis Bukti di tingkat kabupaten

 

Kerangka Acuan
Tantangan Kebijakan Kesehatan dalam Menghadapi Stagnasi Pencapaian MDG4 dan MDG5

  Pendahuluan

Upaya pencapaian tujuan MDGs 4 dan 5 menemui berbagai tantangan di Indonesia. Pemerintah telah menggulirkan berbagai program yang dapat mengatasi secara langsung masalah KIA serta beberapa program yang bersifat mendukung pelaksanaan proram KIA tersebut. Provinsi NTT telah menyusun kebijakan 'Revolusi KIA' sebagai bukti komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah KIA di NTT. Direktorat Jenderal Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan RI sedang mengembangkan program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival). Program EMAS diharapkan dapat meningkatkan kualitas PONED dan PONEK, memperbaiki sistem rujukan, dan meningkatkan akses masyarakat untuk menggunakan fasilitas kesehatan.

Selain dua program besar KIA di atas, pemerintah Indonesia telah melaksanakan dua program yang diharapkan mendukung upaya pencapaian tujuan MDGs 4 & 5 secara langsung maupun tidak langsung, yaitu dengan menyediakan Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan Jampersal (jaminan persalinan). Kedua skema jaminan kesehatan ini bertujuan membantu masyarakat miskin, khususnya kelompok rawan (ibu, anak-anak, dan lansia), untuk mendapatkan akses penanganan kesehatan primer dan perawatan lanjutan. Akan tetapi, persentase penggunaannya masih dipertanyakan. Masih banyak pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah tidak digunakan oleh masyarakat miskin karena ketidakterjangkauan akses, ketiadaan sumber daya manusia, kesenjangan sosial yang terlalu lebar, dan kualitas pelayanan tidak sesuai dengan permintaan masyarakat. Dalam pemilihan perawatan primer, banyak keputusan yang dibuat antara tenaga kesehatan dan pasien berhubungan dengan kemampuannya untuk mengelola dirinya sendiri sebagai implikasi dari efek pasien menjalani sebuah tes dan atau dirujuk untuk mendapatkan perawatan khusus.

Melalui jaringan kebijakan kesehatan Indonesia, penelitian 'Health Seeking Behavior' dilaksanakan untuk mengeksplorasi fenomena pemanfaatan pelayanan kesehatan primer oleh masyarakat miskin dan hampir miskin di dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur). Penelitian HSB dilaksanakan untuk menggali faktor yang mempengaruhi utilisasi pelayanan kesehatan primer dari sudut pandang masyarakat. Penelitian ini merupakan hasil kerja sama tiga universitas, yaitu Universitas Nusa Cendana, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Saat ini penelitian HSB telah menghasilkan temuan dari fase kualitatif. Salah satu temuan yang signifikan berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak. Temuan tersebut akan turut disajikan dalam sesi pembahasan program besar KIA di Indonesia.

 

   Tujuan

  1. Membahas program besar KIA untuk mencapai tujuan MDGs 4 & 5 di tingkat pusat
  2. Membahas program besar KIA untuk mencapai tujuan MDGs 4 & 5 di tingkat daerah
  3. Membahas temuan fase kualitatif penelitian "Health Seeking Behavior" dengan berfokus pada pola pencarian pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin dan hampir miskin serta faktor-faktor apa saja yang berpengaruh (salah satu fokus yang diangkat adalah upaya pencarian layanan kesehatan berkaitan dengan masalah kesehatan ibu dan anak).
  4. Membahas pendekataan perencanaan kesehatan yang menggunakan bukti serta analisa bottleneck yang telah ada di Indonesia dan bagaimana para akademisi serta praktisi kesehatan dapat mendukung perbaikan perencanaan kesehatan di Indonesia, melalui pemaparan:
    1. Pendekatan Millennium Acceleration Framework di tingkat provinsi, dan
    2. Inisiatif Perencanaan Berbasis Bukti di tingkat kabupaten